Menulis Sebagai Profesi

Beberapa minggu yang lalu, saya beli buku obralan di toko buku diskon langganan. Saya beli buku itu karena murah meriah dan menarik. Judulnya “24 Jam Jagoan Nulis Cerpen”. Sebenarnya saat itu ga terlalu butuh sih. Cuma iseng aja, nemuin buku obralan tapi bagus. Bukan judulnya yang bikin saya tertarik, (karena kadang judul itu bisa bohong besar), tapi pengarangnya, yaitu Donatus A. Nugroho. Penulis yang punya spesialisasi di bidang fiksi remaja. Kabarnya dia udah nulis ribuan cerpen.

Nah, walopun buku itu udah dibeli beberapa minggu yang lalu, tapi saya baru sempet baca kemarin. Wew, isinya bagus. Sederhana, tapi mengena. Tidak terlalu penuh dengan teori, karena memang isinya kebanyakan berupa tips yang diambil berdasarkan pada pengalaman penulis yang sudah bertahun-tahun berkecimpung di dunia kepenulisan fiksi remaja.Tapi, di sini saya ga bermaksud untuk ngebahas atau meringkas tentang tips itu, tapi ingin bercerita tentang kisah menarik yang diceritakan oleh penulis tersebut.

Jadi begini. Di bab pembuka, Donatus A. Nugroho -si penulis- bercerita bahwa dia pernah menghadapi dilema hidup yang amat berat. Saat itu dia diterima menjadi pegawai negeri sipil dengan golongan yang lumayan tinggi, sebab dia adalah lulusan universitas. Wew, sebuah pekerjaan yang amat diimpikan oleh sebagian rakyat Indonesia (dibuktikan dari tingginya jumlah pelamar). Padahal, dia berkeinginan untuk menjadi penulis.

Akhirnya dia berhasil menyelesaikan dilema itu, yaitu dengan memilih jalan hidup menjadi penulis profesional, sesuai dengan hobi dan minatnya. Pertimbangannya begini, gaji sebulan sebagai PNS, sama dengan honor 3-5 tulisan yang hanya dibuat tidak sampai dua minggu. Sisa waktu selama dua minggu bisa dipake buat santai dan ongkang-ongkang kaki.

Tapi, menurut saya keputusan itu tetap menarik dan berani. Mungkin tidak banyak orang yang rela melepas pekerjaan sebagai pegawai negeri demi bisa bekerja di bidang yang disukai. Apalagi kalo bidang itu adalah menulis. Seperti yang udah kita pahamin, profesi penulis di Indonesia masih sering dianggap sebagai pekerjaan yang tidak elite, tidak terjamin, dan tidak bermasa depan cerah. Lagi pula, banyak penulis yang kere. Saya kenal satu. Pekerjaannya penulis. Dia biasa menulis buku dan artikel. Tapi, belum lama ini listrik di rumahnya diputus, karena ga bisa bayar tagihan listrik yang udah nunggak. Wah…. Tapi, di sisi laen, banyak juga kok penulis profesional yang kaya raya.

So, adakah di antara teman-teman yang punya keinginan untuk bekerja penuh sebagai penulis profesional?🙂

8 Responses to “Menulis Sebagai Profesi”


  1. 1 nahdhi May 18, 2010 at 6:10 am

    Sejauh ini sebagian besar penulis sedari awal tidak pernah berniat menjadikan menulis sebagai profesi, bahkan seorang wartawan sekalipun…

    • 2 ditter May 19, 2010 at 12:53 am

      Ada kok…. Saya ada temen satu. Temen yg berniat hendak berprofesi sbg penulis juga ada. Itu baru yg saya kenal. Siapa tau yg diluar itu lebih banyak🙂

  2. 3 alice in wonderland May 18, 2010 at 9:48 am

    waduh enggak deh saya mbloging aja deh minimal ada orang kesasar mau baca n syukur2 komen, kalo jadi penulis beneran bakal gak ada yang mau nerbitin^^

  3. 5 Alfisyahrin May 18, 2010 at 1:25 pm

    Saya juga ingin berkarir di dunia kepenulisan nih. Saya rasa prospektif sih, apalagi dengan meledaknya aktivitas dunia online yang membuat banyak uang yang mengalir di sana.

  4. 7 Renatha Ar-Rasyid May 19, 2010 at 12:33 pm

    . .aku sebenernya mau..
    aku suka bgt ceritain kejadian yg aku alami, semua menarik bgt, suatu saat klo kita baca lg bisa kagum sendiri & bisa mengenang masa itu, sebenernya aku mw bikin novel malah tp aku blm punya patner yg cocok, aku bisa nulis sendiri tp aku selalu ga punya wktu & bingung mau di mulai dari mana krn saking banyaknya yg mau aku ceritain & selalu ada cerita hal baru yg ga kalah menariknya..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: