Seseorang yang Bersahaja

Di tempat saya bekerja, ada seorang pekerja yang sangat sederhana. Pria, dan belum terlalu tua, mungkin sekitar 30 tahun. Tempat kerja saya dan dia masih satu kompleks, tapi beda divisi. Dia di pabrik, sedangkan saya di kantor. Saya lihat dia orangnya rajin. Dia selalu sampe di tempat kerja setengah jam sebelum jadwal masuk. Kenapa saya bisa tahu? Karena saya juga sering kayak dia, sampe di kantor setengah jam sebelum jadwal kerja di mulai, hehe…. Bahkan dia sering sampe duluan. Padahal tampaknya temen2nya yang laen ga serajin itu. Buktinya setiap saya sampe di tempat kerja, parkiran motor masih sepi. Paling yang ada cuma motornya dia aja.

Seperti biasa, saat masuk waktu istirahat siang, kemarin saya keluar kantor buat cari makan. Kebetulan saat itu lagi males makan di warung, akhirnya beli nasi bungkus aja dan dimakan di tempat kerja. Pekerja yang lagi saya ceritain ini juga makan di tempat yang sama dengan saya. Dia bawa kotak bekal sendiri. Dan saat saya lirik ke kotak bekalnya itu, ternyata isinya bukan nasi, cuma singkong goreng aja.

Iseng saya tanya ke dia, kok ga makan nasi. Setengah becanda dia jawab, lagi diet. Lalu dia bilang kalo siang terbiasa ga makan nasi. Pagi juga demikian, paling cuma minum teh hangat aja. Makan nasi cuma di malam hari doang. Wah, kaget juga saya dengernya. Pekerjaan dia kan membutuhkan tenaga yang besar, karena dia bekerja di pabrik. Lah, kalo di pagi dan siang hari ga makan nasi pake lauk, apa ga lemes tuh badannya?

Saya jadi mikir, jangan2 dia kyk gitu untuk menekan laju pengeluaran. Maklum, dia masih karyawan baru. Dan saya tahu kalo gaji karyawan baru di divisi pabrik memang cuma sedikit. Apalagi buat orang yang udah berkeluarga, bisa dibilang sulit banget untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Saya lihat dia adalah orang yang bersahaja. Bajunya sering kumal, tapi selalu dimasukkan ke dalam celana dan dikenakan dengan rapi. Motornya butut banget, bahkan lebih butut dari motor saya. Tasnya lusuh. Setiap hari selalu membawa kotak bekal untuk makan siang, dan ternyata ga berisi nasi. Kalo ga singkong goreng ya kacang rebus. Tapi dia tampak sangat menikmati hidupnya. Itu terlihat dari sikapnya yang santai, murah senyum, dan apa adanya. Wah, hidupnya begitu sederhana, dan tampaknya dia cukup bahagia. Yah, semoga begitu.

Nanti kalo saya sempat ngobrol2 ma dia lagi, akan saya ceritakan di sini.

4 Responses to “Seseorang yang Bersahaja”


  1. 1 alice in wonderland May 14, 2010 at 3:00 am

    aku setuju kalo dia emang lagi ngirit buat mencukup keadaan keluarganya… maknya sekali2 ditraktir dunk^^

  2. 3 jam hegner March 11, 2015 at 12:09 am

    Quality articles or reviews is the crucial to invite the visitors to pay
    a quick visit the web site, that’s what this website
    is providing.


  1. 1 Kesenjangan Sosial di Negeri Kita « Ditter's Blog Trackback on July 14, 2010 at 9:02 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: