Sawah Semakin Terkikis

Kemaren malem saya dan keluarga makan-makan di sebuah restoran langganan untuk merayakan ulang tahun tante saya. Restoran yang kami kunjungi itu nyaman banget, karena konsepnya alami, ada gubug-gubug beratap jerami gitu… Nah, gubug-gubug itu berada di samping sawah yang terhampar luas. Kalo siang, angin sepoi-sepoi dari sawah turut menyejukkan restoran. Trus kalo malem, kita akan mendengar suara jangkrik dari hamparan sawah yang berselimut gelap. Wah, pokoke restorannya asik banget….

Tapi, kemaren malam saya bener-bener kaget, karena hamparan sawah yang dulu selalu menyejukkan udara di sekitar restoran, kini udah ga ada lagi, berganti dengan bangunan megah yang masih belum selesai dibangun. Wah, sayang sekali…. Akibatnya, kini udara sekitar restoran itu menjadi panas, bener-bener bikin kami gerah. Selain itu, suara nyanyian para jangkrik juga sudah tidak terdengar lagi. Huh… payah bener….

Saya jadi kepikiran. Kalo saya perhatikan, kini banyak sekali sawah-sawah di Jogja yang digusur dan berganti dengan bangunan-bangunan permanen. Wah, lama-lama area persawahan di Jogja bakalan habis ni. Bisa jadi hal ini juga terjadi di kota-kota laen di Indonesia. Kalo kayak gitu, trus ntar kita makan apa dong…. Sawah kan menghasilkan padi. Kalo area sawah makin sempit, tentu produksi padi juga akan berkurang, dan beras akan menjadi mahal dan susah dicari. Gawat bener….

Tapi kalo sawah-sawah ga digusur, trus ntar orang-orang pada tinggal di mana dong…. Kan mereka jadi ga punya tempat tinggal, sebab ga ada lahan lagi yang bisa dibangun rumah. Yah, begitulah salah satu permasalahan pelik yang sedang menimpa negara ini. Tingginya kenaikan jumlah penduduk menyebabkan area perumahan yang ada selama ini menjadi tidak mencukupi, dan akhirnya terpaksa membuka area baru, salah satunya dengan menggusur sawah.

Mungkin beberapa tahun lagi kita akan sangat sulit mencari desa yang menghadirkan indahnya hamparan sawah nan hijau kemuning, suara gemericik air sungai, atau nyanyian jangkrik di malam hari.

0 Responses to “Sawah Semakin Terkikis”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: