Hari Ketiga

Saat itu hari rabu, tanggal 14 April 2010. Kami sarapan dengan menyantap bubur kacang ijo yang sudah disajikan oleh mbak pembantu di meja makan. Agenda saya dan teman-teman di hari itu adalah bertemu dengan beberapa relasi untuk konsultasi tentang masalah-masalah pekerjaan yang kami hadapi selama ini. Seperti biasa, pagi harinya kami ikut briefing para sales dulu. Lagi-lagi ngeliat mereka ditekan oleh supervisor. Tapi bagi mereka yang sudah terbiasa menghadapinya, mungkin itu semua cuma hal yang biasa-biasa aja dan sama sekali bukan tekanan. Toh tampaknya sistem kerja seperti itu justru menguatkan mental mereka sehingga menjadi tahan banting. Ya, kalo saya amati, para sales seperti mereka adalah pekerja keras bermental baja.

Dari pagi sampe siang kami jalan-jalan dulu sambil nunggu salah satu relasi yang katanya akan datang setelah Dzuhur. Tadinya kami mo ke CiTos (Cilandak Town Square), tapi ga jadi karena malas. Kalo saya pribadi emang sengaja menghindari mall, untuk menghindari lapar mata, karena saat itu kantong saya emang lagi kering banget, hehe…. Akhirnya kami Cuma jalan-jalan ke tempat-tempat yang deket aja, sekalian makan siang.

Jam 2 siang kami harus segera kembali ke kantor distributor (di Jagakarsa), karena di situ sudah menunggu relasi yang akan menjadi tempat kami berkonsultasi. Kami berbincang tentang banyak hal. Tentunya yang berhubungan dengan dunia penerbitan buku. Setelah puas mengobrol, langsung lanjut menemui bos besar kantor distributor, namanya pak Ipong.

Dari pak Ipong, kami mendapat banyak sekali masukan dan nasihat-nasihat. Wah, tentunya itu semua sangat berguna, sebab memang kami membutuhkan pendapat dan masukan dari para ahli. Lumayanlah kami bisa dapet konsultasi gratis. Wah, ternyata mental gratisan yang saya punya ini masih belum ilang, ya, hahaha….

Saya dan teman-teman ngobrol dengan pak Ipong lama banget, sejak dari adzan Ashar dikumandangkan sampai menjelang maghrib. Walopun lama, tapi hati kami puas, sebab menerima banyak masukan dan motivasi. Saya sendiri jadi merasa lebih semangat untuk bekerja, hehe….

Oh iya, malam harinya saya makan malam dengan menu favorit saya, yaitu nasi uduk, hehe…. Kebetulan di depan kantor distributor itu ada yang jual. Murah lagi. Aahh… akhirnya keinginan saya untuk merasakan nasi uduk betawi terpuaskan juga. Habis nasi uduk yang dijual di Jogja kebanyakan ga enak sih…. Tapi ini menurut saya lho, hehe….

0 Responses to “Hari Ketiga”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,986 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: