Hari Kedua

Saat itu kami bangun lumayan pagi, karena memang dijadwalkan untuk mengunjungi kantor distribusi lagi. Kalo ga bangun pagi, masuk kantornya bakalan telat, karena jalanan pasti macet. Biasalah, namanya juga Jakarta. Apalagi jarak dari tempat penginepan ke kantor lumayan jauh. Dari Tebet ke Jagakarsa…. Mungkin 30 km ada kali, ya….

Saat baru aja membuka mata, ternyata di meja makan sudah tersaji ketupat sayur betawi yang disiapkan oleh pembantu di tempat saya menginap itu. Wuaah, saya seneng banget, karena kebetulan ketupat sayur betawi itu memang makanan favorit saya. Apalagi saya jarang banget makan itu. Di Yogya sebenarnya ada yang jual, tapi ga enak. Menurut saya, ketupat sayur yang enak itu, ya, cuma ada di Jakarta, yang dijual oleh pedagang keliling dengan pikulannya. Entah kenapa saya justru kurang suka sama ketupat sayur betawi yang dijual di restoran-restoran besar. Rasanya beda aja. Lebih mantap yang dijual oleh para pedagang keliling.

Kebetulan banget mbak pembantu menyediakan sajian itu. Soale tiap ke Jakarta, yang saya cari pasti nasi uduk atau ketupat sayur. Nah, baru semalem aja di Jakarta, eh ternyata langsung bisa menikmati makanan favorit saya itu, hehe…. Bener-bener rezeki nomplok lah pokoknya.

Abis sarapan, saya dan temen-temen langsung berangkat. Sampe di lokasi, pas jam kerja sudah dimulai, kami bergabung dengan para sales yang sedang mengikuti briefing. Kami mengikuti prosesnya dari awal, sekalian minta masukan dari temen-temen sales demi mengembangkan kualitas buku-buku yang kami terbitkan.

Oh iya, ada beberapa hal yang bikin saya cukup kaget saat mengikuti briefing tersebut. Kaget karena ternyata supervisor begitu menekan para sales. Bentakan, makian, dan nada bicara yang tajam ternyata hal yang udah biasa saat briefing seperti itu. Saya jadi mikir, pekerjaan sales di Jakarta memang membutuhkan mental yang kuat kali, ya. Kalau nggak, mana kuat mereka menghadapi tekanan semacam itu. Atau mungkin tidak semua perusahaan seperti itu? Entahlah, yang jelas kata teman-teman, hidup di Jakarta memang keras, terutama bagi orang-orang kecil yang nggak punya pangkat yang tinggi….

2 Responses to “Hari Kedua”


  1. 1 nahdhi April 20, 2010 at 3:03 pm

    Lho sekarang di jakarta toh?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,988 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: