Penjual Koran

Siang itu sinar matahari terik sekali. Tiada juga angin yang berembus. Suasana benar-benar gerah. Apalagi di jalan raya yang beraspal. Panas memanggang dari atas dan bawah. Permukaan aspal terlihat beriak-riak. Memantulkan panas yang disampaikan oleh matahari. Pohon-pohon pun tampak tak berdaya. Kering dan rapuh. Daun-daun terbang, terurai menjadi serpihan debu. Jalan raya benar-benar tidak memberi tempat. Sangat menyiksa.

Namun, terlihat seorang tua renta yang menikmati siksaan itu. Kulitnya hitam tersiram panas. Pakaiannya kusam. Setumpuk koran di tangannya masih banyak. Memberatkan sepasang lengannya yang kecil. Suaranya serak, meneriakkan koran yang dia jajakan.

Bapak itu sudah tua. Rambutnya beruban, matanya sayu. Tubuhnya seperti tulang yang hanya berbalut kulit. Kering sekali bapak itu.

Mulutnya sampai berbusa menjajakan koran. Tapi, tidak ada satu pun orang yang membeli. Begitu pula saya. Suasana yang gerah luar biasa itu mungkin telah menghilangkan minat para pejalan untuk membeli koran. Ditambah lagi hari sudah siang. Berita-berita di koran yang dia jajakan tentu sudah tidak nikmat lagi. Sudah agak basi. Tapi, tampaknya bapak itu masih terus berharap. Terus berteriak walaupun kerongkongannya telah kering.

Entah apa yang membuat si bapak tua begitu kuat. Tidak menyerah dan bahkan tetap semangat. Ketika pepohonan pun sudah meranggas panas, dia tetap dingin oleh lelehan keringat. Tapi matanya sayu. Mulutnya ternganga menghela napas. Kering. Tapi, tampaknya dia belum tertarik untuk membasahi kerongkongannya yang belum terlewat air. Karena tidak terlihat botol minum satu pun di sekitarnya.

Aah… Semoga setiap peluh yang diseka oleh ujung lengan baju bapak tua itu, menjadi berkah atas setiap rupiah yang dia dapat, amin….

1 Response to “Penjual Koran”


  1. 1 Hendrawan March 13, 2010 at 4:41 am

    Saya kira orang tipe2 bapak ini hanya dua pendorongnya. Pertama Hobby, kedua himpitan ekonomi..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,988 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: