Taktis Menyunting Buku

Beberapa hari yang lalu, saya baru saja selesai membaca buku karangan Bambang Trim yang berjudul Taktis Menyunting Buku. Itu bukan buku punya saya, tapi pinjam dari kantor. Kebetulan judulnya sangat sesuai dengan pekerjaan saya sebagai editor. Nah, demi memenuhi kebutuhan akan ilmu editing, saya memang mewajibkan diri untuk membaca buku itu. Paling nggak buat nambah pengetahuanlah. Halamannya lumayan banyak, tapi tulisannya besar-besar, jadi ga terlalu bikin pusing, hehe…

Oh iya, saya mau cerita sedikit. Bisa dibilang menjadi editor adalah “cita-cita” saya sewaktu kuliah dulu. Saya masih inget banget, dulu pas semester 2, pernah ngobrol dengan saudara sepupu, membicarakan tentang masa depan yang diinginkan. Saat itu entah kenapa saya udah punya keinginan untuk menjadi seorang editor. Dan Alhamdulillah kini saya mulai meniti karir di sebuah penerbit di Jogja untuk menuju cita-cita itu. Tentu tantangannya sangat banyak, karena saya juga nggak punya latar belakang pendidikan editing. Yang saya punya cuma hobi membaca dan kemauan untuk belajar menulis.

Oke deh, kembali ke cerita awal. Ada beberapa pesan yang ingin disampaikan oleh Bambang Trim melalui buku Taktis Menyunting Buku. Salah satunya adalah, tugas editor itu sebenarnya tidak hanya sekedar membenahi tanda baca saja, tapi juga bagian-bagian lain yang ternyata memerlukan keterampilan khusus. Saya akui, hal itu berbeda dengan pemahaman awal saya terhadap profesi editor. Taunya ya cuma benahin titik koma yang nggak pas, atau mengoreksi kesalahan pengetikan. Tapi ternyata editor itu ada tingkatannya juga lho, yaitu copyeditor, editor, senior editor, managing editor, dan chief editor. Nah, copyeditor itu adalah tingkatan yang paling bawah, tugasnya seperti yang saya pahami tadi, yaitu membenahi kesalahan-kesalahan teknis dari sebuah naskah. Untuk tingkat selanjutnya, tugas-tugasnya lebih rumit. Ada yang bertugas cari naskah, melobi penulis, menentukan kelayakan sebuah naskah, sampai mengubah (membenarkan) substansi naskah. Tanpa pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni, jelas seseorang tidak cukup layak untuk mengerjakan tugas semacam itu.

Menurut saya, buku ini sarat ilmu, khususnya ilmu editing, sebab memang di tulis oleh seorang pakar dan praktisi yang berlatar belakang pendidikan editing. Isi buku ini bisa menjadi semacam panduan praktis dalam mengedit buku, sebab ada uraian tentang kesalahan bahasa yang sering terjadi. Meskipun demikian, materi di buku ini tidak hanya berisi hal-hal teknis pengeditan buku saja, tapi juga dilengkapi dengan informasi penting lainnya, seperti bagaimana merintis karir sebagai editor, dasar-dasar penerbitan buku, tentang pernaskahan, integrasi editing –marketing, dan bahkan ada contoh test editor juga.

Buku ini pantas di baca oleh para editor pemula ataupun senior, serta para penggiat penerbitan. Secara pribadi, saya memang menyukai buku ini, sebab isinya komplit, dan cara penyampaiannya menarik, sehingga tidak terlalu bikin pusing kepala.

3 Responses to “Taktis Menyunting Buku”


  1. 1 fika February 28, 2010 at 8:27 am

    makasih mas, saya jadi sedikit tahu tentang dunia penyuntingan…
    saya pengen banget jadi editor, tapi bingung harus memulai dengan cara apa untuk mewujudkannya. bisa cerita dikit ga, mas dulu waktu pertama terjun ke dunia penyuntingan gimana caranya….?
    terimakasih atas jawabannya…

  2. 3 alex March 1, 2010 at 1:29 pm

    Semangat mas ditter.. I’m sure you’ll reach your dream.. As long as you keep dedicate your life for it..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: