Dilema di Lampu Merah

Tadi pagi, seperti biasanya saya berangkat kerja naek sepeda motor. Perjalanan berlangsung lancar dan tanpa hambatan. Namun, pas mo lewat lampu merah di daerah ring road utara, count down (penghitung mundur) menandakan bahwa lampu hijau akan segera habis untuk berganti menjadi merah. Saat itu posisi saya ngga terlalu jauh dari tiang lampu. Tapi jadinya nanggung banget. Sebenarnya sih pengen menambah kecepatan kendaraan, tapi takut waktunya ga sempet, trus lampunya keburu berganti merah. Tapi kalo memelankan motor, ngapain juga, kan masih hijau. Inilah yang disebut dengan dilema di lampu merah.

Dulu saya pernah salah ngambil keputusan. Saat itu lampu hijau-nya juga nanggung banget. Tapi saya nekat untuk memacu kendaraan. Eh, ga taunya malah ngga sempet, trus akhirnya saya malah dikejar polisi gara-gara ngelanggar lampu merah. Padahal saat itu lagi buru-buru cos hampir telat kuliah. Untunglah polisinya lagi baek dan ngga nilang saya, dan jadinya cuma ngasi nasihat aja.

Itu yang pertama. Pengalaman laennya ada lagi. Saat itu keadaannya juga hampir sama. Saya nekat ngebut saat lampu hijau hampir habis masanya. Tapi pas sampe batas marka, eh malah merah beneran. Karena takut di kejar polisi lagi, akhirnya saya ngerem mendadak dan ngepot. Nah, motor yang belakang saya kaget, ngepot, dan hampir nabrak saya. Wah, untung aja dia sigap. Sejak saat itulah saya jadi agak ngeri kalo pas nemuin count down lampu hijau yang hampir habis…

Lanjut ke cerita awal saya tadi. Jadi pagi itu saya mengalami dilema lampu merah lagi. Tapi kemudian saya memutuskan untuk memelankan kendaraan. Nah, sampe di batas marka, lampunya berganti merah, dan saya pun berhenti. Pas banget.

Tapi berbeda dengan motor di sebelah kiri saya. Dia sempet ngerem mendadak di batas marka, tapi kemudian bablas. Tampaknya dia sempat ragu. Sedetik kemudian, terdengar suara rem ngepot dari arah belakang, dan… “Brakkkk!!!”

Ya ampun. Ternyata dibelakang orang yg ragu tadi ada 2 sepeda motor yang jatuh tersungkur. Pengendaranya adalah anak SMA. Berbeda dengan saya yang memutuskan untuk memelankan kendaraan, mungkin para anak SMA itu justru memacu kendaraannya dan berniat bablas. Tapi ternyata motor yang di depannya berhenti mendadak. Mungkin mereka kaget dan ngga sigap, dan akhirnya malah jatuh. Kyknya mereka terburu-buru karena hampir terlambat masuk sekolah.

Ya ampun… mau ga mau mereka jadi ga masuk sekolah tuh. Lah gimana, wong lukanya parah gitu. Kalo ga segera dirawat, bisa berabe. Wew… Dilema lampu merah memakan korban… Apakah anda pernah ngalamin hal yang  sama seperti ini?

1 Response to “Dilema di Lampu Merah”


  1. 1 alex March 1, 2010 at 1:46 pm

    Mo hijau mo merah apalagi gak ada lampu, kita harus mengurangi kecepatan ketika melewati persimpangan.. Anything could happen! Love your life, be careful..🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,986 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: