Kacamata Saya Rusak!

Jum’at malam, pas mau ambil air wudhu, saya mencopot kacamata yang biasa menghiasai wajah. Saya copot seperti biasanya, dan dilipat untuk kemudian di taruh di meja. Tapi tiba-tiba… “Takk!!”. Anjrot. Gagang kacamata saya patah!

Alamak. Bisa apa saya tanpa kacamata itu. Soalnya minusnya udah lumayan tinggi. Kalo ga pake itu, saya seolah jadi orang buta yang sulit untuk berjalan. Ya emang ga separah itu sih. Tapi tetep aja mo gimana-gimana jadi susah. Baca buku ga bisa, maenan komputer juga sulit. Kalo dipaksain matanya jadi sakit. Padahal hari sabtu esok harinya, saya harus masuk kerja. Dan pekerjaan saya di kantor menuntut untuk selalu berhadapan dengan komputer. Huhu… Malang nian nasib saya…

Tapi untunglah saya punya Ayah serba bisa yang selalu bisa diandalkan. Dengan kreativitasnya, dia reko-reko kacamata itu dengan sedemikian rupa, hingga akhirnya bisa nyambung lagi. Tapi karena rusaknya memang parah, jadi hasilnya ga bisa sempurna. Gagang kacamata masih miring-miring dan terasa kurang pas. Tapi lumayanlah, setidaknya masih bisa dipake…

Akhirnya hari itu saya masuk kantor dengan memakai kacamata yang cacat. Nggak terlalu nyaman sih sebenarnya, karena kacamatanya gampang melorot dan lepas. Tapi lumayanlah, saya jadi bisa menyelesaikan pekerjaan di kantor.

Sore harinya, selepas dari kantor, saya ga langsung pulang, tapi mampir dulu ke toko kacamata langganan keluarga. Kata yang punya toko, kacamata saya mungkin bisa dibenerin, tapi jadinya senin sore. Alamak… Itu mah lama banget… Saya jadi ga bisa ngapa-ngapain di hari minggu dan senin. Kemudian sempat terpikir oleh saya untuk membeli soft lens aja. Kalo pesen sore itu, hari minggu siang udah bisa diambil.

Tapi akhirnya rencana itu pun ga terlaksana. Setelah coba-coba pasang soft lens sendiri, ternyata susah dan ribet banget. Akhirnya ga jadi pesen, trus akhirnya memutuskan untuk benerin gagang kacamata yang patah itu aja. Kemudian yang punya toko  tak paksa-paksa supaya hari minggu sore pesenan saya udah jadi. Usaha saya berhasil, karena akhirnya dia menyanggupinya, walaupun mungkin dengan berat hati. Whahahaha…

Peristiwa itu memberi satu pelajaran besar untuk saya, dan mungkin juga untuk anda. “Rawatlah apapun yang kita miliki sekarang. Karena saat semua itu rusak dan hilang,barulah tersadar bahwa kita telah kehilangan sesuatu yang amat berharga.”

1 Response to “Kacamata Saya Rusak!”


  1. 1 afifah January 9, 2016 at 9:58 pm

    Maaf ka. . Saya mau nanya. . Itu bnrin kcamata yg btangnya patah dmn ya ka. . Soalnya kca mata sya jga patah baru tadi bgt. . Bagi infonya ya ka. Makasih


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: