Pengemis yang Dijemput Seseorang…

Waaaaah… udah lama ga up date blog. Rasanya kangen juga ya, hehe… Ada banyak hal yang saya lewatin beberapa hari ini, kyk misalnya jalan-jalan ke Semarang bareng Gaby, ato nongkrong bareng temen lama sampe pagi. Tapi kali ini saya akan menceritakan tentang sesuatu yang bikin miris hati nurani saya…

Jadi malam sabtu kemaren saya nongkrong-nongkrong di Tugu Yogyakarta bareng temen dari jauh yang udah lama banget ga ketemu. Di sana kita cuma foto-foto bareng aja. Soalnya temen saya itu orang Lampung, jadi pengen foto-foto dengan latar belakang sesuatu yang “Jogja banget”. Salah satunya ya Tugu Jogja itu.

Selain foto-foto, kita juga asik ngobrol dan ngeliatin orang laen yg juga foto2 di situ. Entah kenapa malam itu rame banget. Yg foto-foto kebanyakan cewe-cewe, masih pada muda. Kyknya sih para mahasiswi. Jadi kita ya seneng-seneng aja ngeliat mereka asik berpose dan memasang muka semanis-manisnya, hehe…

Saat sedang asik nonton orang berfoto itu, saya melihat ada seorang nenek pengemis yang menyebrang jalan. Rambutnya panjang, sudah memutih semua. Matanya sayu, wajahnya penuh keriput. Tubuhnya terihat begitu renta, kurus dan dan sangat bungkuk , nyaris siku. Langkahnya begitu berat. Mungkin lelah menopang tubuh tuanya.

Tiba-tiba saja dia menghampiri rombongan saya, mengemis meminta sedikit rizki. Saat itu saya ga punya uang, jadi ga bisa memberi. Temen-temen saya yang lain juga. Lalu nenek tua itu langsung pergi dari hadapan kami… Kasian…

Kemudian, ga begitu jauh dari tempat nongkrong, saya melihat si nenek sedang duduk menghitung uang. Dia tidak sendiri, ternyata ditemani oleh seorang lelaki separuh baya yang gondrong dan bertubuh agak besar. Si nenek tampak tekun menghitung uang recehnya, penuh kesabaran, layaknya anak kecil yang begitu menikmati permainannya. Si lelaki saya lihat membantu menghitung dengan gerakan yang terburu-buru. Dengan rambut gondrong dan rokok di mulut, dia tampak seperti preman. Sesekali dia melotot ke si nenek.

Kemudian pandangan saya terlepas. Saya kembali asik menonton para gadis muda bernarsis ria. Ga berapa lama, si nenek dan mas yang tadi saya lihat di pojokan itu pergi berboncengan motor melewati saya. Lho?? Akan dibawa kemana si nenek pengemis itu?

Saya jadi teringat cerita yg dulu pernah saya dapat dari seorang kawan. Katanya pengemis tua atau cacat yg biasa mangkal di jalan-jalan, banyak yg disuruh ngemis oleh keluarga atau kelompok tertentu. Jadi pengemis itu kalo pagi dianter, lalu malamnya di jemput. Itu rutin, seperti layaknya orang kantor. Kadang-kadang malah ada pengemis yg dijemput pake mobil.

Saya jadi mikir. Apakah si nenek itu adalah keluarga dari lelaki separuh baya itu?? Atau jangan-jangan si nenek itu adalah ibunya?? Astaga… Saya tidak bisa membayangkan kalo dugaan saya yg terakhir ini benar. Tega banget lelaki separuh baya itu. Bener-bener bejat dan ga berperasaan. Apakah dia tidak bisa mengingat peluh dan usaha sang Ibu ketika membesarkan dia? Apakah dia tidak ingat segala perlindungan dan kasih sayang yang dihadirkan oleh sang Ibu?? Gila, bener-bener tindakan yang terkutuk dan hina. Hei pak, saya kutuk kamu jadi oncom!

0 Responses to “Pengemis yang Dijemput Seseorang…”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,988 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: