Tugas Pidato di Depan Ribuan Wisudawan

Tadi siang saya habis yudisium.

Wakil dekan selaku pemimpin (sidang) yudisium membacakan siapa aja yg lulus, IPK nya berapa, dan masa studinya berapa. Karena diharuskan memakai pakaian rapih dan resmi (kemeja putih lengan panjang dan berdasi), saya kira yudisiumnya akan memakan proses yang sangat panjang dan waktu yang lama. Tapi ternyata nggak ya. Sederhana aja.

Di yudisium tadi juga disebutkan siapa yang mendapatkan IP tertinggi, yang ternyata tidak lain adalah teman seangkatan saya. Lalu dia mendapatkan kehormatan mewakili fakultas untuk di wisuda (disampirkan tali topi toganya) oleh rektor di depan para hadirin bersama dengan wakil dari fakultas lainnya. Wew… sungguh sebuah kehormatan yang besar bisa di wisuda langsung oleh rektor di depan ribuan wisudawan lain dan tamu yang diundang. Beruntunglah teman saya yang dapet IP tertinggi itu.

Kemudian pemimpin sidang mengutus seorang lagi untuk jadi wakil fakultas di forum wisuda November besok. Jadi gini, fakultas saya di periode wisuda kali ini mendapat tugas (jatah) untuk berpidato mewakili para wisudawan dari berbagai fakultas. Jadi pas prosesi wisuda berlangsung, yang memberikan kata sambutan ga hanya rektor dan petinggi rektorat aja, tapi juga perwakilan dari seluruh mahasiswa. Setau saya sih mahasiswa yang didaulat untuk itu adalah mahasiswa yang menyandang gelar Mapres (Mahasiswa Berprestasi) dan dipilih oleh rektorat setiap tahun.

Gelar Mapres hanya diperuntukkan oleh mahasiswa yang mendapatkan IPK (super) tinggi, masa studi singkat, aktif berkarya, aktif melakukan penelitian, aktif di unit kegiatan mahasiswa, dan sering (pernah) memenangkan kompetisi tingkat daerah, nasional, atau bahkan internasional. Itupun harus saling menyisihkan dulu diantara ribuan mahasiswa UGM lainnya. Pokoknya wakil itu adalah mahasiswa yang bener-bener super lah! Maklum aja, dia kan mewakili ribuan mahasiswa dan harus berpidato di forum wisuda yang khidmat, megah, dan ditonton oleh ribuan orang. Jadi itu adalah sebuah kesempatan yang ga bisa sembarang orang dapat.

Tapi itu dulu. Ternyata sistem kali ini beda. Yang bertugas berpidato sudah bukan Mapres lagi, tapi diserahkan ke tiap-tiap fakultas secara bergiliran. Dan wisuda kali ini adalah jatah fakultas saya. Dan kawan, tahukah anda siapa mahasiswa yang ditunjuk untuk menjalani tugas itu?? Siapakah mahasiswa fakultas filsafat yang ditugasi untuk berpidato di forum wisuda yang khidmat dan ditonton oleh ribuan orang itu?? Tidak lain dan tak bukan adalah saya!!!!! Ga salah ni??? Saya juga bingung kawan. Mungkin ketua sidang salah menyebutkan nama.

Ternyata itu karena saya mendapatkan IP tertinggi kedua. Saya langsung panas dingin ketika nama saya disebutkan oleh bapak wakil dekan. Gila bener. Saya juga tidak diberi kesempatan untuk menolak atau memberikan tanggapan. Pokoknya minggu ini draft pidato harus udah selesai untuk selanjutnya diserahkan ke rektorat. Gilaaa!!! Bener-bener gila!!!

Bukan apa-apa. Saya merasa belum punya mental yang cukup, karena tidak terlatih. Saya bukan orang yang gaul di kampus, belum pernah berpidato di depan ribuan, atau malah puluhan orang. Dari pengalaman sebelumnya, saya gampang gugup, gemetar, terbata-bata. Itupun hanya forum biasa. Saya tidak bisa membayangkan gimana jadinya saya harus berpidato, bersanding dengan rektor. Ya Tuhan. Tugas itu benar-benar membutuhkan mental yang kuat.

Saya ingat dulu pernah tampil di tonton banyak orang di lomba marching tingkat nasional alias GPMB. Itu aja saya udah lumayan gugup, padahal performnya bareng temen-temen yang lain, rame-rame, ga sendiri. Gimana kalo harus berpidato sendiri di depan ribuan mahasiswa dari berbagai fakultas???

Bahkan untuk mmbuat draftnya pun saya masih bingung. Saya tidak tahu harus menuliskan apa. Saya masih ga punya ide apa-apa. Belum punya sesuatu yang luar biasa yang bisa diutarakan di mimbar wisuda. Ya Tuhan…

Saya ini Cuma mahasiswa yang sangat biasa. Ga terkenal, dan prestasi biasa-biasa aja. Kerjaannya ya Cuma kuliah-marching-pulang. Udah, itu aja. Ga punya banyak relasi dan jarang berdiskusi. Pengalaman organisasi juga dikit, sangat sempit. Bener-bener mahasiswa yang sangat biasalah. Saya itu sebenarnya miskin pengalaman. Belum pernah mendapatkan tugas seberat itu. Jadi saya belum punya mental yang kuat dan terlatih seperti para Mapres. Juga belum mampu meramu sesuatu menjadi bahan pidato yang layak dibacakan di depan forum wisuda.

Tapi toh tugas sudah dilimpahkan ke saya. Mungkin ga bisa saya tolak. Saya bener-bener ngeri membayangkannya. Saat ini masih nol dan belum melakukan apa-apa. Saya ga tau ini adalah sebuah ksempatan langka atau beban berat. Tapi bagaimanapun juga tugas harus tetap dijalankan!!! Ya Tuhan, berikanlah saya kemampuan dan kemudahan… Amin…

26 Responses to “Tugas Pidato di Depan Ribuan Wisudawan”


  1. 1 agil October 20, 2009 at 10:41 pm

    huheuheuhe
    selamat mas!
    harus datang nih sepertinya
    heuheuehue
    nonton dari bawah bisa kan? hhe

  2. 3 ais ariani October 21, 2009 at 5:46 pm

    Wuuuuuaaaaaaaaaaaaa……

    kereeeeeeeeeeeeeeeen….

    aku mau bawa spanduk ah, hihihihihihi.

    go adit go.. go adit go…

    satu : ngomongnya jangan lama2, karena biasanya gak ada yang dengerin kamu kecuali orangtua kamu,
    dua : kalau bisa suara kamu keras juga
    tiga : jangan memakai bahasa2 yang masyarakat awam gak ngerti… kasian soale..
    hehehehehehe

    btw, di spanduknya mau aku tulis apa?

    hihihihihihi

  3. 5 gaby October 23, 2009 at 1:11 pm

    semangat bung..
    kamu pasti bisa.. ^^

  4. 7 aRLie October 24, 2009 at 1:15 am

    wOw WoW wOw.. Mantap bener cuuy.. Aih besok papin suruh bawa handycam yaa.. ^.^
    Kapan nih wisudanya??
    Well, I’m proud of you, do the best my brother!

  5. 9 ekowahyu October 24, 2009 at 3:26 pm

    makanya coba dulu kamu solo trumpet kan udah biasa

  6. 11 RoNa October 25, 2009 at 2:05 am

    ciyeee..uhuy!
    selamet yeeeeee dittt…. *twothumbsup*

  7. 13 anin October 30, 2009 at 11:55 am

    weee kereeen!! aku ikut daftar jadi penonton dah!
    oya, jgn lupa, tar di akhir2 teriak viva mbugm!!
    hahahahaha

  8. 16 gaby October 31, 2009 at 4:59 pm

    wagu…
    katanya tadi biar surprise, eh malah ditulis di blog
    bermuka dua!

    • 17 ditter November 1, 2009 at 7:21 am

      bukan gitu, cukup berjalan secara alami aja, ga perlu dibesar-besarkan… AKu nulis di sini ya bukan dengan niat untuk menyebarkan dan membesar-besarkan… Dari awal aku buat blog memang untuk bercerita… belajar nulis… Kalo aku emang niat membesar-besarkan, cukup nulis status di FB tiap hari dengan tema itu. ATo bikin poster, ditempel di papan pengumamn kampus ato sekre MB. aku ga pernah bermaksud bermuka dua

  9. 19 ditter November 4, 2009 at 8:21 am

    Mmmmm… sebenarnya bukannya marah sih… hanya menjelaskan supaya ga ada salah paham…

  10. 20 defriliona November 13, 2009 at 10:05 am

    hah??serius dit???wah…wah…selamat..jangan grogi yah,,,ketemu di GSP….hahaha

  11. 21 ditter November 13, 2009 at 4:12 pm

    iya mbak… huhu… mudah-mudahan ga gugup.. Pokoknya semua hadirin tak anggep monyet aja.. Termasuk mbak def brarti, hahaha…🙂


  1. 1 Up Date! « Ditter’s Blog Trackback on November 24, 2009 at 6:27 am
  2. 2 Serba Sebelas « Ditter's Blog Trackback on November 25, 2011 at 9:06 am
  3. 3 Meriung | Catatan gado-gado Trackback on July 8, 2014 at 10:15 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,986 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: