Ada Apa Dengan Angin?

Sepintas judul yang saya tera di atas terkesan puitis. Tapi saya tidak bermaksud membuat puisi lho, cuma bertanya-tanya tentang kondisi cuaca di tempat saya yang saat ini sedang tidak bersahabat.

Sudah tiga hari ini Jogja terasa sangat panas. Mulai dari jam 8 pagi suasana udah gerah banget. Lepas jam 9, matahari bersinar terik sekali. Puncaknya adalah jam satu siang. Gila, bener-bener gerah, panas, dan sinar matahari bagai mencubit kulit dengan keras.

Kemarin saya sempat melintas jalan, naek sepeda motor butut kesayangan di tengah siang bolong. Walopun sudah memakai jaket nan tebal, tapi tetep aja cahaya matahari mampu menembus hingga mencapai kulit tubuh. Edan, nylekit banget. Mana gerah. Helm hitam saya juga ikut panas. Kepala saya seolah terpanggang. Saya tidak bisa membayangkan gimana tersiksanya penjual Koran yang giat menjajakan dagangannya di perempatan jalan besar yang saya lewati itu. Sudah panas, gerah, ditambah polusi udara yang menyesakkan dada. Ckckckck…

Malam tadi saya ga tidur, cos harus jaga warnet. Menjelang siang, saya sudah di rumah dan langsung tidur melepas kantuk. Saat pulang, mami dan papi  trus pergi, entah kemana, jadi saya di rumah sendiri aja. Baru dua jam tidur, saya terbangun oleh deru angin di luar rumah. Setelah keluar, pemandangan yg saya dapati cukup mengerikan. Pohon salak di samping rumah saya bergoyang keras di terpa angin. Debu-debu juga beterbangan masuk ke rumah. Beberapa kali atap asbes rumah berbunyi keras. Mungkin kejatuhan batu yang diterbangkan angin. Trus ternyata atap plastik di halaman belakang rumah terlepas, tak kuat menahan terpaan angin.

Ya ampun… Ini ada apa ya?? Udah cuacanya sangat gerah dan panas, angin juga bertiup sangat kencang. Kemaren juga gini lho. Saya sempet berpikir yang nggak-nggak. Jangan-jangan akan terjadi badai topan. Hiiii… Tapi untungnya sangkaan saya ga terjadi…

Jam setengah 5 sore badai angin mulai reda. Wow… hasilnya lumayan. Pohon salak di sekitar saya banyak yang condong. Halaman depan kotor banget, dikotori dedaunan dan sampah. RUmah bagian dalam juga super kotor, cos debu-debu pada masuk. Ternyata pas tidur tadi saya tidak menutup pintu… Lantai bener-bener terasa masir.

Tanpa banyak basa basi, lantai rumah langsung saya sapu. Edaan… kotor banget. Debu-debu begitu merajalela. Saya sapu, lalu menumpuk banget debunya. Biar bersihnya maksimal, lantainya saya sapu sekalian. Dan air pelnya sungguh mencerminkan lantai yg udah setahun ga di pel…

Tiga hari ini alam disekitarku sungguh tidak bersahabat. Panas, gerah, angin yang kencang, dan debu. Semoga tidak akan terjadi kejadian yang lebih buruk… Amin…

0 Responses to “Ada Apa Dengan Angin?”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: