Nonton Konser Orkestra

Satu lagi persembahan dari UGM, sebuah konser orkestra murah tetapi megah.

Waaaah… beruntunglah saya ini. Duit cekak, belon bisa cari sendiri, tapi tetep bisa nonton konser orkestra berkualitas tinggi nan bertabur bintang. Judul pagelarannya adalah “Konser 60 Th UGM Peduli, Dwiki Dharmawan, World Peace Orchestra”. Kalo kita cermati judulnya, maka jelas kalo konser itu dilaksanakan dalam rangkaian ulang tahun UGM yang ke 60.

Tiket sudah saya beli beberapa hari sebelumnya, cos takut keabisan. Saya beli yang kelas festival seharga 40 ribu rupiah. Supaya dapet posisi yang bagus, Saya dan Gaby sengaja tiba di lokasi satu jam lebih awal, cos tempatnya rebutan, sapa cepat dia dapat. Usaha kami ga sia-sia, karena akhirnya kami dapat posisi yang bener-bener pas. Panggungnya terlihat jelas, dan soundnya juga terdengar imbang. Bener-bener posisi kelas VIP dengan harga festival deh, hehehe…

Konser dibuka dengan sebuah tembang yang dinyanyikan oleh seorang pesinden asal Solo, Peni Candrarini. Setelah itu langsung digebrak oleh penampilan yang menawan dari Krisdayanti.

Begitu KD keluar, para penonton spontan memberikan standing applausnya. Wooooow… dari lahir, baru kali ini saya liat Krisdayanti secara langsung, dalam posisi yang dekat pula. Suaranya sangat prima. Parasnya jelita. Aksi panggungnya juga luar biasa. Dia bener-bener menikmati dan menghayati lagu yg dinyanyikan. Suaranya semakin mantap dengan diiringi oleh alunan musik yang dimainkan oleh World Peace Orchestra Dwiki Dharmawan. Bagus banget!! Terlepas dari cap jelek karena dianggap telah berselingkuh, bagi saya KD merupakan sosok yang professional.

Penyanyi yang selanjutnya tampil adalah Rafly. Namanya cukup asing di telinga saya. Tapi suaranya bos, ya ampuuun… bagus banget!! Bener-bener menyayat hati. Dia membawakan lagu yang bernuansa islami. Saya baru tahu, ternyata dia itu adalah penyanyi yang mendalami dan mengembangkan musik Aceh.

Suasana syahdu yang dihadirkan Rafly ditutup dengan kemunculan Dewa Budjana. Para penonton histeris banget lho, termasuk orang disebelah saya, Gaby, hehe… Budjana muncul dengan pakaian yang sangat sederhana, kyk orang mo malak di pasar. Tapi permainannya gitarnya bos, alamaaakkk… keren pol!! Jari-jarinya menari dengan lincah, memainkan melodi gitar yang sungguh mengesankan. Mantab euy. Bener-bener master gitar tuh dia…

Karena sangat menikmati jalannya konser, saya jadi kurang ingat dengan urutan para artis yang perform di panggung. Artisnya banyak banget lho. Selain yang udah disebutkan tadi, juga ada Dira J Sugandi, Ivan Nestorman (penyanyi asal flores yang suaranya sungguh menakjubkan), Steve Thornton (Percussionist asal New york, USA), Anggito Abimanyu, composer dan conductor Singgih Sanjaya, Monolog Butet Kartaredjasa, dll.

Tuh, keren kan?? Mereka menyuguhkan keahliannya masing-masing. Luar biasa… Saya dan tentunya penonton lainnya benar-benar terhibur. Kami semua bertepuk tangan dengan sangat meriah di akhir acara. Puaaassss… O iya, Dwiki Dharmawan juga menyelipkan kampanye Vote for Komodo di sela-sela konsernya.

O iya lagi, drummernya World Peace Orchestra di konser kemaren cewe lho. Masih muda banget. Pas diperkenalkan, ternyata namanya Alsa, dan dia masih 16 taon!! Gila bener… Permainan drum dia bagus banget. Temponya konsisten, powernya bagus, dan pukulannya juga atraktif. Dari beberapa bagian yang menurut saya sulit untuk dimainkan, dia berhasil memainkannya dengan sempurna!! Ketika dia beraksi solo, para penonton tampak senang, riuh rendah, dan bertepuk tangan menyambut aksinya. Luar biasa… Mantep banget pokoknya bro!!

Tadi saya sempet googling sedikit, ternyata drummer gadis muda itu bernama lengkap Jeanne Phialsa. Sejak kelas 3 SD, dia udah belajar menabuh drum, dan katanya dia sangat menyukai alat musik itu. Beberapa gelar yang pernah dia dapatkan adalah The Best Performance dalam ajang Music Festival 2002, juara I Nasional Drum Competition tahun 2003, Drumer Cilik Terbaik tahun 2005, dan Drumer Wanita Profesional Termuda (terdaftar di Muri).

Tadinya saya curiga, ni anak jangan-jangan kerjaannya cuma maen drum doang, dan akhinya males sekolah. Tapi ternyata dugaan saya salah. Di salah satu web dia bercerita kalo di sekolah selalu mendapat rangking lima besar!! Mak jang… Hebat banget dah… Salut deh buat dek Alsa, hehe…

Diakhir acara konser, uang hasil penjualan tiket ternyata disumbangkan untuk saudara kita yang menjadi korban gempa di Sumatera (Barat) sana. Wah…. benar-benar konser Perduli. Perduli dengan korban gempa, Pulau Komodo, dan juga perduli dengan saya yg kantong tipis tapi haus akan hiburan ini, hehe…

0 Responses to “Nonton Konser Orkestra”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,986 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: