Ikut Tahlilan

Kemarin sore datang seseorang ke rumah saya menghantarkan undangan tahlilan. Ternyata itu adalah tahlilan untuk mendoakan sahabat kecil saya, alm. Yuswan, yang telah pergi meninggalkan dunia ini 100 hari yang lalu. Undangannya si sebenarnya ditujukan untuk Ayah saya, sebab itu memang tahlilan khusus bapak-bapak. Tapi sayangnya beliau sedang tidak ada di rumah, sedang pergi ke Jember selama beberapa hari untuk menengok Ibundanya (nenek saya) yang sudah beberapa bulan tidak ketemu.

Kemudian saya memutuskan untuk menghadiri tahlilan itu. Walaupun saya belum bapak-bapak, tapi ga apa-apa deh, hehe… Maksudnya sih hanya mewakili keluarga saya. Lagian Yuswan itu adalah sahabat saya waktu kecil. Jadi sudah seharusnya kalo saya turut mendoakannya agar dia tenang di alam sana…

Selepas Isya, saya meluncur ke rumah alm. Yuswan dengan mengendarai sepeda motor butut saya. Wah, ternyata di sana sudah ramai. Saya langsung ambil posisi, agak di luar. Karena yg lain tidak seumuran dan tidak saya kenal, jadi ya sudah, terpaksa deh saya diem aja menyimak mereka ngobrol. Sebenarnya si pengen ikut menimpali. Tapi ga tau harus ngomong apa, hehe…

Sambil menunggu, kami dipersilahkan untuk menikmati hidangan snack kecil dan teh hangat yang disajikan di situ. Di sesi ini nih yang bikin aku ga betah. Bapak kanan kiri saya dan lainnya pada ngerokok semua, cuma saya doang yg nggak. Apes bener. Kepaksa deh mati-matian mengatur nafas untuk meminimalkan asap racun itu masuk ke dalam paru-paru saya…

Akhirnya acara inti dimulai. Kami bareng-bareng membaca doa dan mengucap tahlil untuk keselamatan akhirat alm. Yuswan. Setelah itu disambung dengan makan snack lagi. Abis itu lanjut menyantap gulai ayam yang menurutku sangaaaat lezat. Mantaapp… Yah, setau saya si Ibunya alm. Yuswan memang pandai memasak…

Saya jadi teringat masa lalu. Dulu saya pernah menginap di rumah itu. Paginya saya sarapan bersama alm. Yuswan. Ibunya yang memasak. Saya masih ingat. Saat itu kita makan nasi dan tempe goreng. Bertahun-bertahun berikutnya, tepatnya kemarin ini, saya ikut makan lagi di sana. Tapi kali itu dalam suasana dan keadaan yang sungguh berbeda…

Sobat, terima kasih atas segala kenangannya. Semoga kau memperoleh ketenangan di alam sana…

3 Responses to “Ikut Tahlilan”


  1. 1 Vicky Laurentina October 7, 2009 at 11:41 am

    Bapakku nggak pulang kali ini. Sudah cukup papimu aja yang pulang ya, Dit..

  2. 3 nahdhi October 7, 2009 at 6:19 pm

    Syukur lah mau tahlilan [lagi].


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,988 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: