Para Penonton Bencana

Bencana tidak hanya menyisakan duka, tapi juga meninggalkan pemandangan yang menarik untuk ditonton.

Hal seperti inilah yg nampak pada bencana gempa di Sumatera Barat. Reruntuhan gedung-gedung besar dan retakan jalan seolah telah menjadi objek wisata baru yang menarik perhatian khalayak. Istilahnya menonton penderitaan orang lain. Tapi bukan maksud untuk mengejek atau mengasihani. Lebih dikarenakan rasa penasaran yang begitu besar.

Sayangnya, yg menonton ini tidak mendatangkan kebaikan bagi para korban. Sejatinya, saudara kita yang tertimpa bencana memerlukan bantuan segera dan mengena, entah itu tenaga untuk evakuasi, ataupun makanan dan obat-obatan. Justru para menonton ini lebih sering mengganggu proses pertolongan dari para relawan.

Saya baru saja membaca berita tentang itu di Koran. Proses evakuasi korban dari reruntuhan menjadi sangat terganggu akibat banyaknya para penonton yang mengepung. Kendaraan yang melintas sengaja melambat karena sekedar ingin melihat sejenak lokasi bencana. Ini sangat mengganggu, sebab dapat memperlambat proses evakuasi. Padahal para petugas dan relawan harus bergerak cepat. Berlomba dengan waktu untuk mengeluarkan korban dari reruntuhan. Tiap menit dan tiap detik sangat berharga bagi mereka. Berharap korban yang terjepit dan terjebak reruntuhan masih hidup dan akhirnya bisa dikeluarkan dengan selamat…

Harapan saya sih polisi bisa membentuk daerah steril di sana. Jadi di daerah itu ga boleh dimasukin oleh siapapun kecuali para petugas dan relawan yang melakukan evakuasi, serta para reporter. Jadi bagi khalayak yang ingin menonton, bisa lewat tayangan di televisi saja. Ini penting agar proses evakuasi dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan yang tidak perlu. Wartawan dan para reporter juga harus sigap bekerja untuk memberika informasi yang up to date kepada masyarakat.

Semoga para penonton bencana segera sadar akan posisi mereka. Dari pada nonton, tentunya akan lebih baik kalo mereka turut membantu proses evakuasi dengan tetap melakukan koordinasi dengan petugas dan relawan yang sudah lebih dulu bekerja. Iya to…

2 Responses to “Para Penonton Bencana”


  1. 1 nahdhi October 4, 2009 at 1:44 pm

    Lha yang jadi penonton ki mung miris-miris. Wartawan sibuk cari duit (hunting berita).

  2. 2 ditter October 4, 2009 at 6:57 pm

    Hehe… wartawan emang cari duit. Tapi mengandung tujuan mulia juga. Itu kalo dari niatnya emang baik. Kecuali bagi yg pragmatis ngejar duit semata…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,988 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: