Turut Berduka Cita atas Gempa Padang…

Tadi siang saya habis nemuin salah satu dosen penguji skripsi untuk minta tanda tangan lembar pengesahan. Kami berdua sempat ngobrol-ngobrol ringan. Dari situ saya tau kalo beliau adalah “orang awak” dan ternyata keluarganya menjadi salah satu korban gempa di Padang. Dosen saya itu dapat kabar dari sana kalo mereka selamat. Tapi kemudian komunikasi terputus, dan beliau pun tidak tahu keluarganya mengungsi di mana…

Sebelumnya saya habis ketemu dengan salah satu teman kampus (kakak angkatan) yang sangat akrab dengan saya. Dia juga orang padang, dan ternyata saat gempa terjadi, dia sedang berada di sana. Untungnya dia dan keluarganya baik-baik saja. Walaupun rumahnya masih bisa ditinggali, namun atapnya sudah hancur. Kalo hujan turun, maka sudah jelas seisi rumahnya akan basah tersiram hujan…

Saya punya temen seangkatan yang sama-sama mengambil fokus studi etika lingkungan. Insya Allah tanggal 7 mendatang dia akan ujian (sidang) pendadaran. Saat buka facebook tadi, saya jadi tau tau kalo ternyata keluarga dia juga jadi korban gempa. O iya, saya baru ingat kalo dia adalah orang asli padang. Katanya sementara ini tante dan adik-adiknya sepertinya selamat, tapi belum diketahui mengungsi di mana…

Tadi saya sempat membuka blog kakak angkatan saya. Postingan terbarunya adalah cerita dan ungkapan hati tentang gempa padang. Dia adalah anak rantau dari pariaman, dan ternyata keluarganya juga menjadi salah satu korban gempa. Walaupun selamat, tapi keluarganya sulit dihubungi, sehingga dia pun menjadi gelisah di perantauan…

Melihat liputan tentang gempa padang, hati saya miris. Sedih rasanya melihat korban yang tertimpa reruntuhan. Tapi saya juga melihat keindahan di tayangan itu. Banyak orang yang saling bantu menyelamatkan korban. Kebersamaannya begitu indah. Perjuangan yang tanpa pamrih. Walau keringat bercucuran, walau rasa lelah terus menyerang, namun usaha penyelamatan tidak pernah surut. Dalam kondisi itulah kita sadar bahwa kita adalah satu. Seharusnya saling membantu, bukan bertikai saling menjatuhkan.

Saya turut berduka cita sedalam-dalamnya atas terjadinya gempa padang. Semoga amalan para korban meninggal dapat diterima di sisiNya, dan korban selamat serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan, amin…

Tadi sempet denger berita juga, katanya tiket pesawat menuju padang meningkat drastis, mahalnya gila-gilaan. Parah banget… Saya jadi bingung. Ini tuh namanya kejam ato cerdas mengambil kesempatan??? Untung Pemerintah bergerak cepat. Saya baca dari koran, Wakil Presiden Jusuf Kalla akan memerintahkan Menteri Perhubungan Jusman Safeii Djamal untuk menindak maskapai penerbangan yang menaikkan tarif pesawat menuju daerah yang terkena gempa. Nah, gitu dong… sip… sip…

2 Responses to “Turut Berduka Cita atas Gempa Padang…”


  1. 1 nahdhi October 3, 2009 at 1:27 am

    Semoga yang ditinggalkan mendapat tambahan kesabaran….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,986 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: