Kekerasan di STSN

Satu lagi, aksi senioritas yang menyisakan duka…

Wisnu Anjarkusumo (17), seorang (calon) mahasiswa STSN angkatan VIII/2009, tewas menggenaskan. Di sekujur tubuhnya dikabarkan penuh lebam akibat pukulan benda tumpul. Ia diduga menjadi korban kekerasan saat mengikuti orientasi kampus (ospek) di STSN.

Ya ampunnnn…. Yg kyk ginian kok terjadi lagi sih… Pada ga belajar dari sejarah kali ya… Ga inget po sama korban-korban sebelumnya yang juga terjadi di lembaga pendidikan ikatan dinas milik Pemerintah, seperti STPDN ataupun sekolah tinggi kelautan.

Mereka hanya ingin sekolah, lalu cepat dapet kerja. Makanya mereka memilih ikatan dinas sebagai tempat mencari ilmu. Itu karena ada jaminan penempatan kerja. Mereka ingin sukses, menggapai masa depan yang lebih baik. Untuk itulah mereka belajar. Bukan untuk di pukuli…

Saat ini, sekolah ikatan dinas merupakan idaman sebagian besar para pemuda di Indonesia. Ya gimana, nyari kerja skrg kan susah. Nah, kalo di sekolah semacam STSN itu ada jaminan kerjanya. setelah lulus langsung, ga perlu repot-repot nglamar sini nglamar sana. Semua udah di jamin. Ga perlu merasakan betapa malunya menjadi pengangguran bersertifikat.

“Hidup adalah perjuangan dan penuh dengan resiko”. Begitulah kata orang bijak. Hal ini berlaku juga di STSN. Emang bener, setelah lulus, kita ga akan kesulitan dapat kerja. Tapi tentu untuk bisa menjadi salah satu siswa di situ bukan merupakan perkara yg mudah. Sebelumnya harus menjalani serangkaian test yg terbilang sulit, termasuk juga test fisik dan kesehatan.

Bagi yg ga sehat, jangan harap bisa diterima di situ. Kecuali jika bisa lewat “jalan belakang”.

Resiko lainnya, pas ospek kita harus siap menerima sesuatu yang mungkin tidak ingin kita terima. Udah jadi rahasia umum kalo ospek sering jadi ajang senior untuk mempermainkan juniornya. Kalo kendali yang dilakukan pihak sekolah cukup ketat, maka permainan itu akan menjadi suatu hal yg mendidik. Sebaliknya, jika pihak sekolah tidak tegas, maka permainan akan berlangsung menjadi amat mengerikan.

Sayangnya, yang harus dialami Wisnu nampaknya adalah permainan yang terakhir ini…

Semoga dia tenang di alam sana, dan pihak yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan, amin…

Satu lagi deng, semoga kejadian yg kyk gini ga terjadi lagi…

0 Responses to “Kekerasan di STSN”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: