Minimarket di Deket Pasar

Ada sebuah minimarket baru di daerah tempat tinggal saya yang pelosok itu. Kebetulan sebelumnya sudah ada tiga. Jadi ditambah baru ini, totalnya 4.

Minimarket yang baru ini milik Indomaret. Terlihat megah, paling terang, dan satu-satunya yang buka 24 jam diantara minimarket lainnya di daerah saya.

Bagi saya dan keluarga, tentunya keberadaan Indomaret itu cukup menguntungkan, sebab mo beli apa-apa jadi gampang. Ga perlu nawar-nawar pula, semua harga pas. Tinggal datang, ambil, bayar, dan beres. Kalo laper tengah malem, tinggal dateng kesana. Beli mie instant ato makanan kecil untuk sekedar mengisi perut.

Tapi bagi para pedagang pasar Tempel, pendapatnya mungkin akan berbeda. Bisa jadi mereka kurang suka dengan kehadiran Indomaret yang megah nan rupawan itu, sebab lokasinya sangat dekat dengan pasar tempat mereka berdagang.

Ya gimana ya… Bisa jadi orang-orang yg selama ini berbelanja di pasar, kemudian akan lebih memilih belanja di minimarket. Selain bersih, nyaman, dan tenang, kita ga perlu nawar-nawar harga segala. Biasanya kan orang-orang jaman sekarang suka males dengan acara nawar-nawar harga. Termasuk saya juga tuh, hehe… Pengennya serba cepat dan pasti. Padahal tau sendirilah. Dibalik repotnya “ritual” nawar, terkandung sebuah sosialitas yang unik berupa interaksi antara pembeli dengan penjual. Penuh kekeluargaan…

Bisa jadi orang-orang akan malas pergi ke pasar lagi. Tau sendiri kan kondisi pasar gimana. Udah berisik, sumpek, kotor, bau, gerah, dan kadang becek. Lalu gimana kalo ga ada ojek???? Halah, opo to iki…

Tapi ada satu keunggulan pasar Tempel yang ga dimiliki oleh minimarket di sekitarnya. Jelas barang-barang yg di jual di pasar lebih lengkap. Ada sayur, kelapa siap parut, ikan hidup, ayam hidup, daging sapi, dan produk-produk segar lainnya. Yah moga-moga aja keunggulan ini bisa menarik hati para pembeli, sehingga para pedagang pun bisa melebarkan senyumnya kembali.

Untung Carrefour ga buka di tempatku. Semua barang kan di jual disana, termasuk produk-produk segar layaknya sayur mayur, daging ayam, sapi, atau ikan. Kalo saingan sama dia, udah pasti pasar tradisional bakalan kalah. Yah, moga-moga aja minimarket yg ada disekita pasar ga merubah konsepnya untuk jadi serupa dengan Carrefour ato Hipermarket lainnya…

4 Responses to “Minimarket di Deket Pasar”


  1. 1 nahdhi September 28, 2009 at 11:23 am

    Kalau gak salah namanya INDOMART (gak pake E). Bener gak sih? [sok tau mode ON]

    • 2 ditter September 30, 2009 at 11:59 am

      Hahahaha… INDOMARET ndull (pake E), hehe… Bisa dibuktikan kok. Lokasinya ada di jalan magelang sebelum jembatan krasak, sebelah kiri jalan🙂

  2. 3 Kuliah Gratis September 28, 2009 at 12:22 pm

    Minal ‘Aidin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir Batin

    Surya (Kuliah Gratis) dan Keluarga


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: