Mudik dengan Motor, Berbahaya?

Dalam 10 hari terakhir, jumlah pemudik yang tewas akibat kecelakaan lalu lintas mencapai 472 orang (Kompas, 25/9/09).

Woww… banyak banget… Kasian para korban itu. Niat pengen kumpul bareng keluarga besar di kampung, eh malah harus kehilangan nyawa. Suasana yang harusnya bahagia, berubah menjadi duka. Apa boleh buat. Manusia memang boleh berencana, tapi Tuhan jua lah yang menentukan akhirnya…

Berita tentang jumlah pemudik yang tewas itu saya baca di Kompas. Nah, disitu juga dikutip pernyataan salah satu narasumber. Dalam menanggapi tingginya angka kecelakaan, beliau menghendaki agar Pemerintah melarang mudik sepeda motor, tidak hanya sekedar menghimbau. Ditambahkannya juga, sebaiknya para pemudik diarahkan ke angkutan massal, seperti kereta api atau bus.

Pernyataan tersebut mencerminkan suatu anggapan bahwa penyebab tingginya angka kecelakaan adalah karena tingginya pemudik yang menggunakan sepeda motor.

Menurut saya pernyataan itu terlalu terburu-buru. Jumlah 472 itu adalah angka kecelakaan keseluruhan, entah yg mobil ataupun sepeda motor, walaupun memang jumlah tersebut didominasi oleh sepeda motor. Tapi melarang mudik dengan motor bagi saya bukanlah jawaban, sebab sistem angkutan massal kita juga masih kacau banget. Seperti berita kemarin, tentang seorang Ibu yang pingsan karena ga kuat berada di dalam kereta ekonomi yang penuh sesak…

Saya memandang dari logika yang berbeda. Berdasarkan statistik di berita itu, jumlah pemudik yg tewas akibat kecelakaan selama 10 hari terakhir turun dari tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2008 mencapai angka 633 orang. Padahal tahun ini jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor jumlahnya meningkat lho. Maklumlah, belakangan ini penjualan sepeda motor dari tahun ke tahun memang terus meningkat. Tapi nyatanya jumlah pemudik yg tewas kecelakaan justru turun.

Dengan demikian, jumlah korban tewas akibat kecelakaan dengan jumlah pemudik sepeda motor tidak berbanding lurus, justru terbalik, sehingga sulit untuk menyimpulkan bahwa penyebab tingginya pemudik yg tewas kecelakaan adalah karena tingginya jumlah pemudik bersepeda motor.

Jika ditelisik lebih dalam, menurut saya yang menyebabkan tingginya pemudik tewas kecelakaan ya karena kurang hati-hati, tidak menaati peraturan, kondisi kendaraan dan tubuh yang tidak fit, dan kondisi jalan yang kurang bagus.

Tapi memang sepeda motor bisa memperbesar ke empat resiko itu. Dengan sepeda motor, kita lebih bebas berkendara, tetapi akhirnya menjadi kurang hati-hati dan melanggar peraturan. Kendaraan juga rentan rusak, karena tidak dirancang untuk jarak jauh. Tubuh juga gampang lelah. Dengan kondisi jalan yang rusak, pengendara sepeda motorlah yang paling rentan jatuh, sebab harus menjaga keseimbangan.

Kesimpulannya, mudik dengan sepeda motor memang berbahaya. Tapi melarangnya juga bukan merupakan jalan yang terbaik. Yang paling penting dilakukan adalah memperbaiki sistem transportasi massal, seperti Negara-negara lain yg lebih maju.

Tapi bagi para pemudik sepeda motor, ya hendaknya bener-bener memperkecil ke empat resiko yg udah dijelaskan tadi. Tetap berhati-hati, jangan melanggar peraturan lalu lintas, istirahat jika lelah, dan ekstra waspada terhadap jalan yang rusak.

Jika sistem transportasi massal kita sudah bener, yo kita mudik rame-rame naek kereta ato bus, hehe…🙂

3 Responses to “Mudik dengan Motor, Berbahaya?”


  1. 1 anin September 26, 2009 at 1:44 pm

    Perjalanan jarak jauh emang lebih enak naek angkutan umum. Tapi bner katamu, sistem angkutan umum kita masih ngeri. Mau dapet aman, nyaman, ga desak2an ya harus bayar mahal. Entah pesawat, kereta eksekutif, travel, ato bis patas. Jadi ya solusi terdekat pake kendaraan pribadi. Lebih bebas, bisa berangkat kapan aja, lewat mana aja, mampir mana aja, dan sampe di kampung pun gampang mau kemana2. Ya gak ya gak??

  2. 2 ditter September 26, 2009 at 7:22 pm

    Hehe… iya mbak!! Sepakat.. sepakat…🙂🙂🙂


  1. 1 Belok Kiri Jalan Terus | Catatan gado-gado Trackback on January 9, 2014 at 10:56 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: