Puasa Hari Terakhir

Karena besok sudah lebaran, maka mami hari ini sudah mulai masak-masak ketupat, opor ayam, dan sambal krecek daging. Bikinnya agak banyak, karena memang di hari raya lebaran, keluarga kamilah yang dikunjungi oleh saudara-saudara di Yogyakarta. Diantara keluarga dari mami yg kebanyakan tinggal di Jogja (kakak dan adik), keluarga kami memang muslim sendiri, jadi saat lebaran, merekalah yg berkunjung ke tempat kami. Sebaliknya, setiap natal tiba, keluarga kamilah yg keliling dan berpesta di sana, hehe…

Kebetulan hari ini saya ga ada agenda keluar rumah, sehingga bisa membantu mami masak-masak hidangan yang akan disajikan besok. Kebetulan juga papi dan kakak-kakak yg lain lagi pada sibuk, jadi memang mami sepertinya sangat membutuhkan bantuan saya.

Btw saya ada sedikit cerita ni. Jadi saat itu saya ke pasar untuk membeli kelapa parutan. Kebetulan pemilik lapak parutan sedang tidak ada, jadi terpaksa saya menunggu dulu di sana. Saya tidak sendiri, sebab juga ada nenek yang sudah lebih dulu menunggu. Ternyata beliau ingin membeli sekarung batok kelapa yang juga dijual di lapak itu. Akan digunakan untuk bahan bakar kompor katanya…

Tak lama kemudian, istri pemilik lapak datang, dan si nenek membayarkan sejumlah uang untuk sekarung penuh batok kelapa. Saya sempat bingung, gimana si nenek membawa karung itu ya… Padahal di situ ga terlihat suami atau anak si nenek yang akan menjemput atau membantu membawakan belanjaan…

Tapi setelah saya tanya, ternyata karung yg penuh itu akan dibawa si nenek sendiri dengan cara di gendong! Wew… katanya juga tempat tinggalnya agak jauh…

Saat akan menggendongnya dengan selembar kain lusuh, saya ikut membantu menaikkan karung itu ke tubuh renta si nenek. Ya ampun, ternyata karungnya lumayan berat lho… Si nenek tampak kepayahan. Katanya sih karena lagi puasa, jadi tubuhnya sangat lemas. Dia juga bercerita, sudah biasa menggendong sekarung penuh batok kelapa. Tapi dia juga mengaku, entah kenapa tubuhnya terasa sangat lemas di puasa yg terakhir ini…

Kemudian si nenek pun pergi, meninggalkan saya yang masih duduk termangu menunggu pesanan. Terus terang, saya sangat kagum dengan daya juang si nenek. Sudah tua tapi masih menjalankan rutinitasnya seperti biasa. Walaupun rutinitasnya itu berat, walaupun dilakukannya saat sedang puasa… Hebat nek!!

Saya jadi malu sama diri sendiri. Terus terang, daya juang saya ga sebesar yang dimiliki nenek itu…

Kemudian saya juga jadi ingat dengan wakil rakyat yang bertugas di gedung senayan sana… Selama ini kinerja DPR banyak disoroti berbagai kalangan karena dianggap kurang maksimal. DIkit-dikit ngeluh karena kurang fasilitas ini itu… Malas-malasan kerja kalo tunjangan lom turun ato dipotong… Boros anggaran rapat… buat snack lah, tambahan AC lah, jemput pake mobil lah… iihh… Jauh banget sama semangat juangnya si nenek!!

Kemaren aja DPR juga abis di kritik karena abis ngadain upacara pelantikan yg sangat boros. Duh… Kok ga sadar diri banget sih! Kan mending dialokasikan untuk bantuan orang2 duafa… Lagian menurutku upacara pelantikan itu ga perlu yg mewah-mewah lah… Yang penting kan hikmat dan mengena… Kalo terlalu terpaku kepada kemewahan, bisa jadi esensi seremoni pelantikan akan bergeser jauh…

Seandainya aja semangat juang si nenek bisa di tiru oleh para wakil rakyat yang terhormat…

3 Responses to “Puasa Hari Terakhir”


  1. 1 sepatubalet September 20, 2009 at 1:05 am

    hmmmm.. ceritanya dari atas ke bawah gag nyambung ..

  2. 3 nahdhi September 20, 2009 at 6:09 am

    Maaf Lahir Batin yo Kang….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,988 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: