Kemana Sampah Beling Harus Dibuang?

Tadi pagi ini saya habis mengalami kejadian yang sebenarnya sepele, tapi ternyata begitu membingungkan.

Jadi saat itu pukul 5 pagi, saya sedang jaga warnet. Kemudian seorang Ibu yang rutin membersihkan warnet datang, untuk menunaikan rutinitasnya menyapu lantai dan membersihkan komputer dari debu.

Saat sedang bersih-bersih, ga sengaja beliau menjatuhkan botol kaca softdrink bekas user. Botol itu pun pecah. Karena merasa ga enak, aku segera membantunya untuk membersihkan beling yg berceceran.

Beling-beling itu saya kumpulkan, kemudian saya serok dengan pengki. Setelah benar-benar bersih, belingnya tinggal dibuang saja, jadi ga lagi membahayakan user yg melintas di jalan yg menjadi lokasi pecahnya botol.

Tapi disitulah kebingungan mulai terjadi. Saya tidak tahu harus membuang belingnya kemana. Sebenarnya di depan warnet ada tempat sampah yg isinya setiap pagi selalu dikosongkan oleh petugas yg memang sudah digaji oleh kecamatan setempat. Biasanya sih saya memang membuang sampah-sampah warnet ke situ.

Tapi kemudian saya berpikir sedikit repot. Jika membuang beling tajam ke tempat sampah tersebut, lalu gimana nasib para petugas yg akan mengangkut sampah-sampah itu? Bukankah itu berarti akan sangat membahayakan mereka? Saya ga bisa membayangkan kalo akhirnya ada petugas sampah yg harus tidak bekerja dulu karena kaki atau tangannya terluka tertusuk beling. Itu berarti pemasukan mereka yg mungkin sudah seret akan bertambah seret saja. Kalo gitu kan berarti kehidupan mereka akan semakin sulit.

Aahh.. saya tidak tega membuangnya kesitu… Belingnya sangat tajam… Karena ga punya kenalan kuda lumping, saya pun semakin bingung harus membuang belingnya kemana…

Tapi akhirnya sebuah keputusan telah saya ambil. Kumpulan beling itu saya taruh saja di pojokan ruang belakang. Belingnya masih terlihat kok, jadi ga terlalu membahayakan, asal kita waspada.

Memang, hal itu tidak menyelesaikan masalah, sebab beling itu hanya teronggok begitu saja di pojok ruangan, tanpa ada tindakan lebih lanjut. Tapi sementara hanya itulah yg bisa saya lakukan, dari pada membiarkan petugas sampah, pemulung, ataupun hewan-hewan yang beraktivitas di TPA terkena bahaya akibat beling yg saya buang. Habis di depan warnet saya ga ada tempat sampah khusus untuk pecahan beling sih…

O iya, masalah tempat sampah khusus, saya jadi teringat sesuatu. Jadi di suatu daerah saya pernah melihat ada tiga tong sampah yg dipasang berdekatan. Ternyata yg satu khusus untuk sampah kering, yang satu lagi sampah basah, dan yg laennya kalo ga salah untuk sampah sulit terurai, seperti kaca atau kaleng. Nampaknya daerah yg saya lewatin itu menerapkan sistem pemilahan sampah. Woow.. itu kan bagus banget, sangat membantu proses pengolahan sampah ketika sudah di TPA. Sip.. sip..

Tapi kemudian saya sedikit kaget. Ternyata disitu sedang ada petugas yang lagi mengangkut sampah dari ketiga tong, dan dia mencampurkan semua sampah itu ke dalam satu gerobak yg dia bawa!! Whahahaha… piye toh… Kalo gitu buat apa dong dipilah-dipilah atau dibuatkan tong sampah khusus segala, kalo toh ternyata semua sampah akhirnya hanya dicampurkanadukkan kedalam satu tempat… Dasar aneh deh lo…

Pernah melihat yg seperti ini??🙂

7 Responses to “Kemana Sampah Beling Harus Dibuang?”


  1. 1 Vicky September 15, 2009 at 7:50 am

    Ini masalah klasik. Penduduk sudah cape-cape memilah-milah sampah, tapi petugas sampah mencampur-baurnya tanpa ampun. Kita cuma bisa berdoa, semoga Tuhan memberi sedikit saja kecerdasan untuk membukakan jalan pikiran para petugas sampah itu.

  2. 3 ahnku October 12, 2009 at 2:00 pm

    kita sedang ada diskusi efisiesni kertas di untuk menyelamatkan hutan dan pohon di http://ahnku.wordpress.com/2009/10/11/cintai-lingkungan-dengan-efisisensi-kertas/ berikan masukan ya…

  3. 5 abdi July 27, 2010 at 1:56 pm

    maksud lo apa?

  4. 6 agus s January 3, 2012 at 10:52 pm

    salah tukang gado2..dan tk soto..semua kan biasa dicampur..kan sama2 masuk mulut, masuk perut..
    demikian pula sampah..
    kan sama2 yg ngangkut dan tempat buangnya juga sama..
    so, kenapa kudu dipilah..
    ngrepotin aza…
    klo sampai terluka kena beling..
    salah sendiri jadi tukang sampah di Indonesia..
    jadi tk gado2 atau tk soto aza..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: