Kemerdekaan dan Puasa Ramadhan

Bagiku, tahun ini terasa sungguh menarik, sebab hari raya kemerdekaan begitu dekat dengan dimulainya puasa Ramadhan. Bukan apa-apa, ini karena aku merasa kalo dua momen besar tersebut dapat menjadi sebuah kesempatan besar bagi bangsa ini untuk saling berefleksi.

Indonesia adalah bangsa yang sudah 64 tahun merdeka, tapi nyatanya masih belum sungguh sungguh merdeka. Kemiskinan masih merajalela, kejahatan terjadi dimana-mana, dan kekerasan masih juga berjaya. Stabilitas ekonomi, politik, dan hankam masih belum mampu digapai, bahkan seolah semakin terancam.

Ada apakah dengan Indonesia?

Aku pikir ini adalah wujud nyata dari apa yang telah alm. Bung Karno nyatakan dulu. Beliau pernah berkata bahwa perjuangan untuk mengisi kemerdekaan akan terasa lebih berat dari pada sebelumnya, sebab lawan yg harus dihadapi sudah bukan penjajah lagi, melainkan bangsa kita sendiri.

Saat perjuangan kemerdekaan dulu, musuhnya sudah jelas, yaitu para penjajah. Rakyat pun bersatu untuk kemudian bahu membahu mengusir para penjajah. Tapi sekarang kondisinya sudah berbeda. Musuh tidak jelas adanya, tapi dia ada di mana-mana, terus menghantui setiap langkah yang telah dan akan dijalani bangsa ini.

Menurutku juga, kondisi Indonesia yang belum benar-benar merdeka adalah akibat dari kurang berhasilnya kita dalam mengalahkan sang musuh utama, yaitu diri kita sendiri, bangsa ini sendiri. Euforia perjuangan tidak menemukan tempatnya akibat kebingungan kita mendeteksi musuh. Hasilnya, saudara sendirilah yang menjadi sasaran, diperlakukan sebagai lawan. Egoisme, korupsi, demonstrasi rusuh, tawuran, perang saudara, dsb, masih terus mewarnai kehidupan bangsa.

Nah, seolah menjawab kegagalan itu, bulan Ramadhan hadir sebagai sarana untuk benar-benar melatih kita melawan musuh utama umat manusia, yaitu diri sendiri. Nabi Muhammad SAW juga pernah berkata bahwa perang melawan diri sendiri adalah perang yang paling berat, jauh lebih berat daripada sebuah perang badar.

Secara khusus, jika bangsa Indonesia benar-benar mau memanfaatkan bulan Ramadhan untuk kemudian mampu menang melawan diri sendiri, maka perjuangan mengisi kemerdekaan pun juga akan semakin mudah.

Hari raya kemerdekaan memang sudah lewat, namun euforianya jangan lantas hilang begitu saja. Semangat kemerdekaan harus terus dilanjutkan, khususnya pada bulan nan penuh berkah ini.

Oleh karena itu, yuk mari kita manfaatkan benar bulan ramadhan ini, sebagai sarana untuk kita menempa diri, berlatih untuk mengendalikan seluruh nafsu dan emosi.

Selamat menunaikan ibadah puasa ya!! Semoga seluruh amalan ibadah kita senantiasa diterima di sisiNya. Amin.. amin… amin ya robbal alamin…

******

Tulisan ini dibuat untuk diikutsertakan pada kompetisi blog yang diadakan oleh penyedia layanan hosting, dijaminmurah.com.

Pada Ikutan juga yo!! Hadiahnya lumayan banget lho… juara satunya dapet laptop…

Tapi tentu saja ada yg lebih penting dan bermakna dari sekedar hadiah, yaitu berlatih mengartikulasikan gagasan ke dalam tulisan, ataupun mencoba menyumbangkan pemikiran untuk kepentingan bangsa dan Negara. Weh, manteb banget kan tuh, hehe…

Yo ayo, tunggu apa lagi, bagi yg tertarik, segera daftar aja ya… Soalnya batas waktunya hanya sampe tanggal 12 September 2009. Untuk info lebih lanjut bisa langsung diliat disitus resminya, lomba.dijaminmurah.com. Sukses ya… Cayooo…!!!

8 Responses to “Kemerdekaan dan Puasa Ramadhan”


  1. 3 omahmiring August 31, 2009 at 7:20 pm

    Owalah nono to… *manggut-manggut*

  2. 5 mastongki September 4, 2009 at 7:37 am

    jangan hanya euforia tepatnya, namun kebersahajaan dalam menjalankan kemerdekaan yang Insya Allah termasuk ibadah🙂

  3. 7 Romantic_DeviL September 5, 2009 at 8:21 pm

    Hmmm, sudah saatnya hrus merdeka di negeri sendiri,😀

    salam kenal, blog.walking ^.^

    • 8 ditter September 6, 2009 at 7:39 am

      Betul… betul… sepakat!! Tapi tentu saja banyak halangan dan rintangan yg akan menghadang… Dan kita harus bahu membahu untuk melewati itu semua, hehe….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: