Euforia Ganyang Malaysia

Selepas klaim Malaysia terhadap tari Pendet Bali, gelombang kebencian rakyat Indonesia terhadap Malaysia kian deras dan meluas.

Kemarin malem saat sedang hot spotan bareng Gaby, ada seorang kawan yang mengirimkan sms berisikan sebuah alamat situs tertentu. Kebetulan aku sedang online, jadi langsunglah aku meluncur ke alamat tersebut. Tak disangka, konten situs itu ternyata berisikan perang ejek mengejek antara netter Malaysia dengan netter Indonesia.

Bagi siapapun yg buka situs itu, dijamin hatinya bakalan panas sepanas-panasnya. Kedua pihak saling mengejek dengan bahan ejekan yang menurutku sudah sangat keterlaluan. Bahasa-bahasanya juga sama sekali tidak mencerminkan orang yang beradab. Kata-kata kasar diumbar dimana-mana, sangat provokatif.

Aku ma Gaby bener-bener dibikin shock. Aku juga ga nyangka kalo ternyata perselisihan antara kita dengan Malaysia di dunia maya sudah demikian parah. Apa yang tampak di dunia nyata, sama sekali ga ada apa2nya.

Saat aku sedang menulis ini, TV one memberitakan tentang lagu Indonesia Raya yg dilecehkan oleh netter Malaysia. Lirik2nya diubah dengan kata2 yg sangat mengejek. Pas aku liat ke TV, ternyata pelecehan yg ditampilkan ga begitu parah tuh, masih parahan yg disitus yang di kasi tau temenku itu!!

Gila bener. Pantes aja seruan “Ganyang Malaysia” yang pernah terkenal pada zaman Alm. Presiden Soekarno kembali menguak, bahkan mungkin lebih luas dan merata. Banyak orang2 kita yg tersulut emosinya, ingin agar Pemerintah segera bertindak tegas, kalo perlu lakukan konfrontasi besar2an. Nyatakan perang dengan Malaysia!!

Bagiku hal tersebut hal yang wajar banget, sebab Malaysia emang udah sangat keterlaluan. Segala usaha klaim kekayaan negara kita dan ejekan2 yg dilontarkan oleh Malaysia, dimataku sudah membuktikan kalo mereka memang berhati kerdil.

Tapi kita harus tetap berpikir jernih. Kita harus tau dulu akar kenapa Malaysia bisa bertindak demikian itu.

Kalo dicermati, salah satunya mungkin disebabkan karena Negara kita yg terlihat lemah. Perekonomian kita bobrok, birokrasi kita dipenuhi orang2 yg korup. Prestasi olah raga kita juga buruk. Istilahnya kita sedang sangat terpuruk. Belon lagi banyaknya TKI kita yg kerja di Malaysia. Atau banyaknya masyarakat perbatasan yg memiliki ketergantungan terhadap Malaysia. Semua itu semakin menjadikan Malaysia jumawa, sok-sok-an, arogan, dan bertindak seenaknya terhadap kita.

Kalo memang harus perang, maka peranglah. Kita harus tegas. harga diri kita sudah diinjak-injak. Tapi terlepas dari itu, ada hal yg lebih penting. Kita jangan sampai dikalahkan oleh emosi.

Kita harus bisa berpikir jernih, mengatasi akar dari segala permasalahan ini. Jika Indonesia lebih maju dan berprestasi, niscaya Malaysia juga akan segan dan tidak berani macam-macam lagi. Tentunya semua itu tidak akan bisa terwujud jika masih saja ada yang korupsi, malas berkarya, anarkis terhadap kawan dan negara sendiri, dan lain sebagainya.

Agar Indonesia maju, berprestasi, dan disegani, tentunya semua usaha wajib dilakukan dari diri sendiri dulu. Satu hal yang kurang dari kita adalah, kita mengaku cinta Indonesia, tapi ternyata tindakan dan perbuatan seringkali tidak mencerminkan pengakuan itu…

1 Response to “Euforia Ganyang Malaysia”


  1. 1 Vicky September 1, 2009 at 4:28 pm

    Waktu aku kuliah dulu, 10 persen dari seangkatanku di fakultas adalah mahasiswa-mahasiswa asal Malaysia.
    Sebagian pengunjung tetap blogku ternyata berasal dari Malaysia.

    Sulit buatku melibatkan diri dalam permusuhan ini. Aku nggak suka sama pemerintahan mereka yang sarat korupsi dan nggak tegas terhadap sebagian kecil rakyatnya yang mulutnya minta ditampar. Tapi aku juga nggak suka kalau pertemananku dengan sahabat-sahabat Malaysia-ku hancur.

    Mungkin kita nggak perlu ikut menghujat. Kita kampanye yang positif saja tentang produk-produk Indonesia. Dengan cara itu, aku yakin, kita akan nampak sebagai bangsa yang lebih mulia.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,988 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: