Renungan Tentang Pemuda

Banyak yang yakin dan percaya bahwa dimana ada perubahan, di situ ada pemuda dan mahasiswa.

Mungkin itu sebabnya pemuda dan mahasiswa di beri gelar agent of change. Maklum, mereka memang sedang berada di masa puncak. Semangat hidup berkobar-kobar, tenaga dan kondisi fisik juga masih sangat mumpuni. Perjuangan adalah motto utamanya, dan nampaknya memang masa muda adalah masa yg paling tepat untuk berjuang.

Kita ga perlu bingung mencari contohnya. Di Indonesia ada banyak. Mulai dari angkatan lama sampa angkatan baru. Mulai dari bung Karno sampe… Hmmm… sampe mana ya… sulit untuk mencari padanan bung Karno yang cerdas luar biasa itu. Yah, untuk zaman sekarang mungkin kita bisa liat Anis Baswedan, yg notabene masih muda, tapi udah jadi rektor.

Saat melihat berita2 di TV tentang unjuk rasa, maka kebanyakan itu dilakukan oleh para pemuda, atau paling tidak diprakarsai oleh pemuda. Banyak alasan untuk berdemonstrasi, seperti misalnya menuntut keadilan, membela rakyat kecil, mengkritik orang2 birokrat yg KKN atau kerap melanggar peraturan, dsb. Begitu mulia bukan? Mereka berjuang.

*Yang berjuang di lapangan dalam demonstrasi berjuang untuk berkarya juga ga ya??

Walopun begitu, mereka tetap bukan malaikat. Terkadang mereka juga bisa bikin gerah. Contohnya yg aku liat beberapa hari ini…

Jadi gini, di salah satu sudut kampusku ada beberapa jalan yg ga boleh dilewatin, jelas-jelas ada lambang bulatan merah dan strip putih disana, gede banget. Tapi sering banget aku ngeliat banyak mahasiswa yg maksa lewat situ, ga peduli cewe ato cowo.

Kliatan maksa banget, soalnya jalan di situ bentuknya seperti botol yg ujungnya sempit, mungkin hanya muat satu mobil persis, padahal searah menuju utara. Nah, beberapa mahasiswa yg ngotot lewat situ, harus melawan arus melwati mulut botol itu, ke arah selatan. Bayangin, betapa crowdednya?!

Sori banget, aku ga bisa nampilin foto jalannya ni, ga punya soalnya, hehe…

Naah… itu baru kampusku, yg katanya isinya para pejuang, belon yg laen. BISA JADI sebagian massa pemuda yg berdemonstrasi menuntut ini-itu, sikapnya ga sesuai dengan apa yg dia tuntut. Menuntut orang lain menaati peraturan, tapi dia sendiri melanggar.

“Ratusan pemuda dan mahasiswa menuntut pemerintah ini dan itu. Demi rakyat kecil dan kemashlahatan bersama. Demonstrasi berakhir ricuh”

Hati kecilku menggumam… “Sungguh mulia… Tapi kok akhirnya ricuh… Mungkin akan lebih mulia lagi kalo ratusan yg berdemo itu bisa menggunakan idealisme mereka untuk menuntut diri sendiri, ga hanya ke pihak lain saja”.

Percuma menuntut diturunkannya harga BBM, tapi diri sendiri boros BBM dan boros listrik…

Intinya, menuntut dan mengurusi orang lain juga harus dibarengi menuntut dan mengawasi diri sendiri.

Waaah, aku baru inget, aku juga bagian dari mereka…

0 Responses to “Renungan Tentang Pemuda”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,988 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: