Masuk Kompleks UGM Harus Bayar

Dalam waktu dekat ini, rektorat UGM akan memberlakukan komersialisasi parkir di area kampus. Tarif parkir akan dikenakan kepada setiap kendaraan bermotor yang masuk dan melewati portal UGM, termasuk kendaraan milik mahasiswa, dosen, dan karyawan UGM itu sendiri.

Jadi mungkin sistemnya nanti akan sama kyk yg di mall-mall besar itu lho. Kita harus melewati portal terlebih dahulu, lalu bayar karcis ke penjaganya, baru deh bisa masuk ke UGM. Sistemnya make satu pintu (sentralisasi pintu masuk). Makanya aku cukup heran, kok namanya komersialisasi parkir, bukan komersialisasi masuk UGM.

Untuk civitas akademika UGM, entah kita mo ke fakultas sendiri ato ke fakultas temen, selama itu berada di dalam area UGM, ya tetep harus bayar. Gile, ini kampus apa mall?

Berdasarkan berita di koran yg pernah aku baca, tujuan dari UGM melakukan itu adalah agar suasana kampus menjadi lebih kondusif dan nyaman untuk belajar.

“Kebijakan ini bukan untuk mencari uang, tapi hanya untuk menertibkan pengunjung yang masuk ke UGM”, tutur Suryo Baskoro, Kepala Hubungan Masyarakat dan Protokol UGM.

Hmmm… mungkin maksudnya supaya orang luar non UGM ga bisa masuk sembarangan kali ya… Soalnya kalo ada tarif masuk (parkir)nya kan orang2 bakalan males masuk ke kampus, kecuali kalo emang ada urusan yg bener2 mendesak…

Wah, kalo emang demikian, hal itu bisa menjadi polemik besar. UGM kan terkenal dengan kampus kerakyatan, jadi harusnya terbuka untuk umum, yaitu demi kemaslahatan masyrakat luas. Tapi disisi lain UGM juga perlu tempat yg nyaman dan kondusif untuk belajar, ga terlalu banyak kendaraan yg berlalu lalang. Aku rasa itu juga cukup penting agar civitas akademika bisa lebih konsentrasi kuliah dan belajar.

Tapi dengan memberlakukan komersialisasi tersbut, civitas akademika juga akan disulitkan, yaitu akan ada biaya tambahan untuk membayar parkir. Lah, kalo misalnya kuliah dalam seminggu nyampe 5-6 hari, atau pas jeda kuliah kita ingin keluar kampus lalu masuk lagi, biayanya kan akan membengkak banget. Padahal total biaya kuliah (SPP dan BOP) yang harus dibayarkan tiap semester aja udah mahal banget, bisa jadi sampe dibela-belain ngutang segala… Iya to… mantep to…

Minggu-minggu ini aku cukup sering lewat gerbang UGM yang akan dijadikan pintu masuk. Saat ini proses pembangunannya udah hampir selesai. Portalnya itu emang bagus, dan persis banget dengan portal parkir Ambarukmo Plaza, Mall Malioboro, atau Studio XXI Jogja.

Menurut salah satu sumber, pihak rektorat sudah melakukan sosialisasi sejak selasa (18/8) kemaren. Tapi nyatanya, banyak banget civitas akademika yg belon tau rencana komersialisasi parkir itu. Aku aja baru tau tadi sore ini. Aku yakin, kalo banyak yg udah tau, pasti banyak juga yg ga akan setuju…

Hal itu tercermin dari sikap tegas yg diambil oleh BEM KM UGM. Lakso Anindito selaku Menteri Koordinasi Eksternal BEM KM menyatakan bahwa organisasi mahasiswa itu menolak dengan tegas penerapan tarif parkir ini, sebab kebijakan itu semakin memberatkan mahasiswa yang selama ini sudah dikenakan banyak biaya kuliah.

“Apapun bentuknya, kami menolak kebijakan tarif parkir ini karena mestinya UGM sebagai kampus kerakyatan memberikan fasilitas bagi civitas akademikanya, dan bukannya malah menambah beban mereka,” jelasnya.

Berita tentang ini bisa dilihat di situs ini atau yang ini.

7 Responses to “Masuk Kompleks UGM Harus Bayar”


  1. 3 uthie August 27, 2009 at 9:45 pm

    kalo yang kubaca terakhir kmaren di kompas sih, diberlakukan karcis tp ga bayar. CMIIW.

    btw, salam kenal ya sama-sama dr Jogja😀

    • 4 ditter August 30, 2009 at 6:53 am

      sementara ini kabarnya emang masi lom terlalu jelas, masi terus berubah-ubah…

      hehe… salam kenal juga mbak!! sering2 mampir ya, hehe…😀

  2. 5 aprillins August 31, 2009 at 5:35 am

    alah diiitt paling itu cuma sekedar ancaman aja sih.. secara politis kan UGM mmemanfaatkan media massa untuk menyebarkan rumor bahwa masuk komplek uGM itu bayar sehingga banyak orang awam yang bukan warga civitas akademik UGM (komplit bo..) itu jadi malas untuk masuk padahal sebenarnya gratis masuknya.

    Atau bisa jadi Universitas akan memberlakukan Tag pada kendaraan seperti “hanya kendaraan berstiker UGM yang bebas masuk” sedangkan untuk yang tak berstiker harus bayar atau apalah..

    Tetapi kalau misalnya berita bahwa tarif masuk diberlakukan untuk seluruh masyarakat termasuk mahasiswa dan dosen saya rasa akan ada protes besar. Tentu saja, saya rasa, pihak UGM sudah mempertimbangkan dari segi ini dan memiliki strategi tertentu sebagai solusinya. Yaaa ditunggu saja..🙂

  3. 7 Ray Restu Fauzi November 22, 2013 at 3:16 pm

    Setuju sama mas aprillins, strategi UGM memang cukup menarik kalo gtu jika tujuannya secara tidak langsung menutup akses jalan untuk orang yang kurang berkepentingan:/ well, visit ya saya dari IPB nih😀 http://www.ipb.ac.id


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: