Musik Simfoni dan Pluralisme Indonesia

Sebagai hasil karya manusia, musik simfoni telah menjadi bukti langka bahwa ternyata perbedaan dan keragaman dapat dikelola menjadi sesuatu yang indah, megah, dan harmonis.

Ungkapan tersebut secara tersirat aku dapat dari Addie M.S. ketika dia sedang menjadi bintang tamu di acara talk show Just Alvin. Ketika itu dia sempat memberikan pernyataan bahwa dia ingin dan sedang berjuang mengakrabkan musik simfoni kepada masyarakat luas, khususnya para pemuda. Kemudian dia ditanya, “kenapa mas Addie begitu inginnya mewujudkan itu?”

Sebenarnya aku ga tau jawaban persisnya seperti apa, tapi mungkin bisa dikira-kira demikian:

“Karena saya ingin membawa pemahaman kepada masyarakat luas bahwa perbedaan bukanlah hal yg patut diributkan atau dikonflikkan. Pemuda yg notabene sedang berada pada masa puncak semangat hidup, penting untuk memahami ini. Perbedaan dan keragaman sebenarnya merupakan aset dan potensi yang sungguh tak bernilai harganya. Musik simfoni telah menunjukkan itu semua, dimana berpuluh-puluh alat musik yang begitu kompleks dan sangat berbeda karakter, mampu menghasilkan musik yang begitu harmonis dan menenangkan”.

Beggghhh… Mantap kan tuh pesan-pesan moralnya! Walaupun ungkapan filosofis itu bukan barang yg baru lagi, tapi nampaknya tidak akan pernah kehabisan sisi aktualitasnya jika Indonesia belum mampu mengelola perbedaan dengan baik.

Pernah ga si temen-temen nemuin konflik atau diskriminasi akibat perbedaan yang sifatnya memang sebuah keniscayaan (SARA)? Aku rasa pasti udah pernah ya, atau bahkan mungkin sering. Kalo kita coba buka lembaran sejarah, kita akan bisa melihat bahwa cukup banyak perang-perang dan kerusuhan di dalam negeri ini yang disebabkan oleh perbedaan dan keragaman.

Contoh paling mudah adalah perbedaan pilihan partai, misalnya adalah bentrokan antar partai saat sedang berkampanye. Selain itu, saat musim Pemilu beberapa waktu yg lalu juga pernah ada berita bahwa di Sumatra ada seorang suami yang mencekik istrinya sendiri sampe hampir mati akibat berbeda pilihan partai. Hahaha… bagiku ini konyol banget. Dasar bego tuh si suami…

Seperti pada analogi musik simfoni, pluralisme di Indonesia sebenarnya merupakan aset dan potensi yg tak ternilai harganya. Semua itu adalah anugerah, jadi patut disyukuri. Tinggal bagaimana kita mengolahnya saja supaya potensi positifnya bisa bener2 terwujud.

Kita sudah punya Pancasila sebagai perekat perbedaan. SLogan Bhinneka Tunggal Ika jangan hanya sekedar dijadikan slogan belaka tanpa penghayatan yg dalam. Prinsip Bhinneka Tunggal Ika itulah yang seharusnya menjadi conductor dari pluralisme kita, sebagai sebuah pegangan untuk menghasilkan musik kehidupan yg indah, mengalun, kompleks, tapi harmonis…

Waaahh… ternyata sudah malam… Saatnya mendengarkan musik simfoni… Supaya pikiran fresh sebelum tidur. AYo dah, pantat ditarik kebelakang.. dada dibawa ke depan… Tangan menggenggam.. jempol dibuka… goyaaaangg… Asooooyyy… Lhoo, ini mah musik dangdut, hahaha…🙂🙂🙂

******

Tulisan ini dibuat untuk diikutsertakan pada Pesta Blogger Writing Competition 2009

Pada ikutan juga yo!! Kalo masalah hadiah mah ga usah dipikirin, yang penting kita bisa berkarya walopun hanya sebuah postingan blog, hehehe… Info dan syarat mengikuti lomba bisa dilihat di link pesta blogger 2009. Cayo!

9 Responses to “Musik Simfoni dan Pluralisme Indonesia”


  1. 1 bobo August 19, 2009 at 6:30 am

    kesatuan musik simfoni itu apa ya?.. pemimpinnya yang harus bisa mengatur pasukannya. dan pasukannya pun harus mau diatur, niup terompet, petik gitar harus pas sesuai keinginan pemimpin. jadi? ya gitu deh😀

  2. 3 ditter August 20, 2009 at 9:50 am

    – bobo: Hmm… kyknya bukan harus sesuai dengan keinginan pemimpin, tapi harus sesuai dengan aturan2 yg ada.. pemain harus tau, dan pemimpin juga… dua-duanya harus saling sepaham…

    – xyz: Wah, mas xyz lagi males mikir ni, hehe…

  3. 5 neng®atna September 7, 2009 at 3:07 pm

    hebat! artikel terkait, here please!😀

  4. 7 elmoudy September 16, 2009 at 1:49 am

    “musik simfoni telah menjadi bukti langka bahwa ternyata perbedaan dan keragaman dapat dikelola menjadi sesuatu yang indah, megah, dan harmonis…”

    gw suka statement ini bro… indah megahn harmonis….
    salam persahabatan…

  5. 9 ndii April 12, 2010 at 3:45 am

    gw suka sm musik simpfoni … musik simfoni ituu mnurut gw romantisss …


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,986 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: