Dokter Olivia Tewas oleh Peluru Nyasar

Jika teman-teman memiliki senjata api, maka berhati-hatilah, sebab bisa membahayakan diri sendiri dan terutama orang lain. Kepemilikan senjata api adalah amanat dan tanggung jawab. Jangan pernah sekalipun kita lalai dengan senjata.

Sebuah kasus yang sangat memilukan terjadi di Puskemas Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku. Seorang dokter muda yang bernama Lidya Olivia Pieters (24) tewas tertembak peluru nyasar oleh perwira TNI yang lalai dan ceroboh dalam memperlakukan senjatanya.

Jadi saat Letnan I Infanteri Doni Rahman Kusuma, Komandan Pos Yonif 411 Pandawa sedang iseng membersihkan pistolnya di Puskesmas, tanpa sengaja pelatuknya tertarik. Spontan sebutir timah panas kluar dari sarangnya dan mengenai tubuh si dokter muda. Karena mengenai bagian yang vital, sang dokter pun tewas.

Gilingan ye, tragis banget kasusnya. Bayangin aja sob, itu dokter masih muda banget, baru lulus tahun 2008 lalu dari fakultas kedokteran UI. Bayangin aja betapa kerasnya dia belajar dan berusaha untuk bisa lulus dan menjadi dokter. Bayangin juga kerja keras panjang orang tuanya yg bisa mengantarkan dia sampe sesukses itu. Bayangan mereka untuk bisa melihat anaknya menjadi dokter dengan keluarga yang bahagia dan mapan pupus sudah. Sang anak justru tewas dengan cara yg bisa dibilang cukup konyol.

Berdasarkan berita yg aku denger, perwira itu memang deket dengan sebagian besar pegawai puskesmas. Sepertinya dia memang sering berkunjung ke puskesmas untuk sekedar melepas bosan dengan mengobrol atau bercanda dengan penghuni puskesmas. Tapi apa boleh buat, kelalaiannya telah membuat orang lain tewas, dan pengadilan serta masyarakat nampaknya sepakat agar sang perwira harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Ibu dokter olivia bertugas di Taniwel sebagai pegawai tidak tetap alias PTT. Hmmm… mungkin sama kyk mbak Vicky yg sedang bertugas di pulang pisau kali ya… Setelah selesai tugas di Taniwel, bisa jadi olivia akan menjadi dokter yg semakin ahli karena pengalaman-pengalamannya. Bisa jadi selanjutnya dia akan bekerja di rumah sakit terkenal yang memang membutuhkan keahliannya. Tapi ya sudahlah, nasib orang siapa yang tahu. Mati ya mati, tidak akan bisa hidup lagi, walaupun yang membunuh juga dihukum mati sekalipun, tetap ga akan bisa hidup lagi.

Mungkin ini memang sudah jalannya Olivia, yaitu sebagai bahan pelajaran bagi manusia-manusia yang masih hidup agar tidak bermain-main dengan senjata, supaya dikit-dikit tidak main senjata. Bisa jadi itu adalah pesan dari Tuhan untuk manusia, bahwa senjata sangat berbahaya, khususnya oleh orang yg tidak terlibat konflik. Manusia harus mencegah perang, bentrokan, dan kekerasan yg tidak perlu. Bayangkan berapa puluh atau mungkin juta orang sipil yg sebenarnya tidak terlibat konflik harus meregang nyawa akibat perang karena senjata, karena para petingginya yg hobi bermain senjata… Lihat aja tuh Afghanistan…

Kayaknya manusia belon akan kapok kalo bener2 ditegur oleh Tuhan dengan cara-cara yang “keras”.

O iya, berita tentang kasus Olivia (dokter muda yg tewas akibat peluru nyasar) bisa dibaca vivanews atau indosiar.com.

0 Responses to “Dokter Olivia Tewas oleh Peluru Nyasar”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: