David Divonis Bunuh Diri

Pengadilan Koroner Singapura menetapkan bahwa David Hartanto Widjaja tewas dikarenakan bunuh diri (Kompas, 30/7/09)

Selama ini ada rumor kuat bahwa David, seorang mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Universitas Teknologi Nanyang (NTU) Singapura, tewas karena dibunuh, bukan bunuh diri. Pihak keluarga David pun sangat meyakini hal tersebut. Berdasarkan acara Kick Andy yg pernah aku tonton, Ibu David mengatakan bahwa David tidak mungkin bunuh diri, sebab dari kecil dia anti dengan perbuatan berdosa itu. Oleh teman2nya, David juga dikenal riang dan pantang putus asa, jadi mereka juga tidak percaya kalo David mati bunuh diri. Lalu yang mana yang benar??

Sangat membingungkan. Aku sendiri juga ga tau, karena memang aku ga punya kapasitas yang cukup untuk bisa mengetahui kebenaran sesungguhnya. Tapi yang jelas ada pendapat bahwa pihak universitas sengaja mengarahkan pengadilan agar menghasilkan keputusan bahwa David tewas bunuh diri. Anggapan tersebut dilontarkan langsung oleh sang Ayah, Hartono Widjaja. “Kami sudah tahu, keputusan hakim pasti suicide (bunuh diri). Sejak awal persidangan ini sudah diarahkan sebagai bunuh diri, bukan dibunuh,” kata Hartono Widjaja, ketika dihubungi melalui telepon oleh Kompas.

Contoh ketidakadilan yang harus dialami keluarga David adalah jumlah saksi dan bukti yang boleh dihadirkan di pengadilan. Pihak NTU diperbolehkan mengajukan hingga 35 orang saksi, sedangkan pihak keluarga hanya tiga orang. Selain itu, pengadilan juga menolak saksi ahli forensik dari Indonesia tanpa alasan yang jelas. Padahal ahli forensik itu bisa menjelaskan bahwa luka menganga yang ada di pergelangan tangan tidak memungkinkan David mengangkat tubuhnya untuk naik tembok dan meloncat bunuh diri.

Saat berbicara di acara Kick Andy, orang tua David mengungkapkan bahwa setelah David wafat, pihak NTU dan pemerintah Singapura “memaksa” agar jenazah David segera di kremasi, dan pihak keluarga pun akhirnya tidak begitu berdaya menghadpi tekanan itu. Bantuan dan dukungan Pemerintah Indonesia juga dirasa sangat kurang. David pun buru-buru di kremasi, sehingga pihak forensik dari Indonesia tidak bisa melakukan otopsi.

Tuh, aneh ya. Kalo emang positif bunuh diri, kenapa pihak NTU dan pemerintah Singapura melakukan banyak tindakan untuk menjegal usaha orang tua David dalam mencari kebenaran kematian anaknya? Aku juga dulu pernah denger kalo David kabarnya melakukan penelitian tentang tema dilarang oleh pemerintah Singapura. Bahkan dua mahasiswa sebelum David yang juga melakukan penelitian serupa juga tewas dan divonis bunuh diri. Lalu apakah David memang dibunuh atas alasan itu?

Yah, kita memang boleh menebak-nebak. Tapi tetep aja “kebenarannya” adalah David tewas karena bunuh diri, sebab pengadilan memang sudah memutuskan hal itu. Saat ini kita hanya bisa berharap dan berdoa agar putra-putri kebanggaan bangsa Indonesia tidak mengalami apa yang sudah menimpa David. Semoga….

2 Responses to “David Divonis Bunuh Diri”


  1. 1 lia August 1, 2009 at 3:43 pm

    ayo tunjukan rasa belasungkawa besok


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: