Kecerdasan Jangan Disalah Gunakan…

16 mahasiswa Institut Teknologi Bandung terlibat dalam kasus perjokian Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri di Makassar, Sulawesi Selatan. Sebelas orang di antaranya direkomendasikan untuk dikeluarkan atau drop out dari ITB (Kompas; 18/7/09).

Nah lho, kebayang ga tuh kalo kita yang jadi pelakunya itu. Udah susah-susah masuk ITB, eh malah mau di DO, gara2 kasus kriminal lagi. Pasti temen2 smua sepakat dong ya kalo masuk ITB itu emang ga gampang, harus mati2an belajar untuk bisa meraih kursi ditengah persaingan yang begitu ketat, melibatkan beribu-ribu pemuda berpendidikan. Klo sampe keterima senengnya minta ampun, langsung ngadain syukuran, bahkan banyak juga yang ngelaksanain nadhar (nazar). Orang tua juga mungkin bisa menangis terharu menyaksikan anak nya bisa berkuliah disalah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Apalagi kalo dia berasal dari kluarga yang kurang mampu. Waaaahhh, berjuta harapan akan selalu menyertai sang anak.

Tapi gimana kalo misalnya tiba2 harapan itu harus kandas di tengah jalan gara2 sebuah kecerobohan? Ya yang ada Cuma tinggal penyesalan aja. Andaikan waktu bisa dibalik, pasti akan selalu ada keinginan untuk kembali ke masa lalu, untuk memperbaiki segala kesalahan yang pernah di buat. Tapi sayangnya nggak bisa kawan…

Penyesalan. Mungkin itulah yang saat ini sedang dirasakan oleh mahasiswa ITB yang beberapa hari yang lalu tertangkap basah menjadi joki di SNMPTN. Bukannya dapet duit, malah terancam DO. Aku yakin kalo mereka itu cerdas luar biasa. Dan aku yakin juga ga gampang buat mereka untuk bisa membuat diri mereka cerdas. Tapi sayangnya kecerdasan otak nggak dibarengi dengan kecerdasan moral, jadinya ya gitu itu, tergiur dengan iming2 uang sehingga akhirnya menyalahgunakan kecerdasan yang mereka punya. Sayang banget sebenarnya….

Berdasarkan berita2 di berbagai media, motivasi utama mereka jadi joki ya emang karena uang, cos katanya mereka emang berasal dari keluarga yang kurang mampu. Karena itulah mereka tidak kuasa menolak tawaran uang sebesar 30 juta rupiah lebih dengan syarat bisa “membantu” si pembayar itu lolos ujian. Sekali lagi, aku bener2 sangat menyayangkannya. Kecerdasan itu kan sebuah amanah, sebuah anugerah besar dari sang pencipta. Tujuannya ya pasti untuk kebaikan, bukan justru untuk berbuat kejahatan… Harusnya mereka bisa memanfaatkan kecerdasannya untuk mencari tambahan uang dengan cara2 yang lebih positif, kyk misalnya berwirausaha, ikut2 lomba ilmiah yang hadiahnya gede, atau bikin produk kreatif yang laku di jual. Aku yakin mereka pasti bisa melakukan itu semua dengan kecerdasaan yang mereka punya…..

Tapi ya sudahlah.. semua udah terjadi. Tapi menurutku hukuman DO sebenarnya agak kejam juga. Harusnya bukan si Joki nya yang di hukum berat, tapi si pemberi order. Gimanapun juga Joki itu kan ada karena permintaannya. Harus nya si pembri order itu di black list, biar di tolak sama berbagai perguruan tinggi terkemuka. Mampus. Biar mereka sadar kalo pengen enak ya harus usaha dulu, jangan apa2 pake duit. Bayangin aja kalo orang yg kyk gitu beneran lolos, padahal ga punya kemampuan yang cukup, trus lulus kuliahnya juga ngandelin duit, banggain secarik Ijazah yang sebetulnya ga pantes didapatkan. Trus setelah lulus memegang jabatan tinggi di instansi pemerintahan, yang lebih karena ijazahnya, bukan kemampuannya. Ya sudah, hancurlah Negara kita ini….

Gimanapun juga kecerdasan ga boleh disalah gunakan. Itu adalah amanah dan sekaligus ujian hidup. Kalo aku sndiri sih emang masih belon cerdas, jadinya belon ngerasain beratnya ujian itu, hehe… Trus buat yang buat yang ngasi order para joki, ke laut aja sono!! Gila aja, mo enak tapi ga mo usaha. Bikin rusak Negara aja…. Kalo emang ga mampu ya udah, ga usah dipaksain napa. Ada pepatah yang bilang kalo sesuatu yang tidak diperjuangkan itu sebenanarnya tidak pantas untuk kita miliki…

0 Responses to “Kecerdasan Jangan Disalah Gunakan…”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,988 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: