Pendapatku Tentang Debat Capres Final

Saat debat capres final sedang dilangsungkan, aku sempet nonton, agak lama juga, walopun ga sampe akhir. Tapi aku nontonnya bener-bener dari awal, pas para Capres baru dateng ke studio di Balai Sarbini sana. Saat itu aku ngeliat pembawa acara favoritku, Isyana Bagus Oka yang sempet hilang kendali dan melakukan kesalahan kecil, yaitu “ngomel2” sendiri karena keadaan yang begitu crowded. Lucunya adalah, ngomel2nya itu pas lagi disiarkan secara langsung, dia kira kameranya itu lagi ga stand by. Hahaha.. lucu banget.. tapi aku tetep salut banget sama dia. Walopun setelah itu sempet salah tingkah, tapi dia langsung kembali ke performanya yang awal dan melakukan tugasnya dengan baik, yaitu melakukan wawancara singkat dengan para Capres.

Debat Capres pun akhirnya dimulai. Tiap calon diberi kesempatan sekitar tujuh menit untuk memaparkan visi-misi dan programnya, tentunya yang berhubungan dengan tema saat itu (NKRI dan otonomi daerah). Ada yang menarik di awal acara itu. JK sempet melontarkan kritik terhadap SBY, walopun sebenarnya acara debat belum dibuka. Sehabis itu JK tampak percaya diri sekali. Mungkin kritiknya bertujuan untuk menjatuhkan mental SBY di awal. Tapi kok Megawati ga skalian di kritik ya. Mungkin karena JK hanya menganggap SBY sebagai musuhnya, dan memperlakukan Megawati hanya sebagai peramai Pilpres saja, hehe… Ato mungkin juga karena JK ada dendam dengan SBY , yang didapat pas mereka masih kerja sama dulu. Entahlah, namanya juga politik, ga ada teman atau musuh yang abadi.

Tapi menurutku JK mengkritik tidak pada tempatnya. Coba kita ingat2 tujuan awal diadakannya debat, yaitu agar masyarakat Indonesia tahu keunggulan visi-misi dan program yang mereka bawakan. Jadi mestinya debat yang dilakukan juga seputar itu, tentang visi-misi dan program mereka, agar kita tahu mana yang paling unggul dan tepat untuk diterapkan di negara kita ini. Tapi perdebatan yang terjadi justru lepas dari itu semua. Kebanyakan lebih kepada masalah citra atau kecurangan2 dalam kampanye. Menurutku harusnya tidak didebatkan dalam acara itu, karena bukan itu yang mau dicari. Harusnya diperdebatkan di acara lain saja, yaitu acara debat yang khusus membahas kecurangan berkampanye, tindakan atau perkataan calon yang tidak tepat, dsb.

Tapi tampaknya masyarakat suka dengan perdebatan yang menurutku lepas dari konsep awal acara itu. Karena ya emang seru dan menghibur banget. Gimana nggak, disitu kita bisa melihat para calon pemimpin kita saling menyindir dan “mengejek” layaknya anak kecil. Kan yang kyk gitu bener2 menghibur. Aku dan orang rumah yang nonton aja juga sering ketawa dan senyum2 selama proses debat sedang berlangsung. Atau jangan-jangan memang seperti itu yang dikonsepkan oleh pihak penyelenggara? yaitu menjadikan acara debat sebagai acara hiburan untuk masyarakat? Menjadikan para calon pemimpin kita sebagai komoditas hiburan? Karena pihak penyelenggara seolah-olah sangat ngotot agar mereka saling berdebat. Gimanapun juga, pokoknya harus debat. Tapi yang terjadi para Capres malah mendebatkan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan visi-misi dan program mereka.

Mmmmm…. Setelah menonton itu aku emang tau visi-misi dan program (sesuai tema) yang mereka janjikan jika terpilih nanti. Tapi aku tetep ga tau Capres mana yang memiliki visi-misi dan program2 yang paling unggul, lah mereka ga saling mendebatkan itu. Kesimpulanku adalah, acara debat Capres final kemaren itu emang udah sukses banget menghibur masyarakat, dalam arti sukses sebagai sebuah acara hiburan yang sangat seru. Tapi menurutku juga, acara itu sama sekali ga sukses mencapai tujuan awalnya sendiri, yaitu agar bangsa Indonesia tahu Capres mana yang membawakan program yang paling unggul dan representatif untuk diterapkan di negara tercinta ini.

0 Responses to “Pendapatku Tentang Debat Capres Final”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: