Debat Capres Putaran II, Perang antara SBY dengan JK

Kemaren malem aku sempet nyaksiin debat capres putaran ke dua yang di puter di TV One. Sebenarnya aku ga ngliat secara full, soalnya telat, ga tau kalo ternyata malem itu ada debat capres. Maklum, lagi jarang nonton tv dan baca koran, hehe…. Pas lagi bales sms, tiba2 aja terdengar suara SBY dari TV yg ada di ruang sebelah. Pas aku datengin, ternyata emang di TV lagi ada debat Capres. Yo wis, akhirnya sementara aku hentikan dulu kegiatanku saat itu supaya bisa menyaksikan debat para calon pemimpin negara kita itu.

Wooooww… ternyata debat berlangsung cukup seru… beberapa kali para kontestan saling menyindir dan mengkritik satu sama lain. Tapi ada satu penilaian yang bisa aku ambil setelah menyaksikan acara itu, yaitu debat tersebut merupakan perang khusus antara SBY dengan JK. Soalnya beberapa kali JK dan SBY saling menyindir, ger geran, seruuu… mengundang tawa dan senyum dari para hadirin di studio. Sedangkan Megawati lebih datar, lebih fokus kepada dirinya sendiri dan tidak tampak menyindir siapa-siapa.

SBY dan JK dengan semangat dan berapi-api terus beropini ria sambil saling mengungkit kesalahan atau kejelekan lawan. Misalnya JK menceritakan pengalamannya saat dulu dia masih bekerja bareng SBY, yaitu tentang tindakan SBY yang menurut dia payah. Lalu SBY menanggapinya dengan argumen yang cukup kuat pula, bahkan lalu menyerang balik JK. Seruuu!! udah kyk pertandingan tinju aja. Saking serunya, bahkan sang moderator sempet lepas kendali. Setelah SBY dan JK selesai menjawab pertanyaan yang satu, eh malah hampir mau langsung masuk ke pertanyaan berikutnya, padahal Megawati belon ditanyain.. hahaha… Maklum juga si, abis saat itu debat memang tampak hanya oleh SBY dan JK aja….

Tapi emang beberapa kali JK atau SBY sempet menyindir Megawati juga, begitu juga sebaliknya, tapi ga terlalu sering, jarang banget malah. Sebenarnya dalam suatu debat, saling menyindir itu kurang baik, karena yang didebatkan telah keluar dari jalur, yaitu lebih terfokus kepada citra dan kesalahan masa lalu, bukan mendebatkan apa yang telah menjadi program dan visi misi yang diusung. Tapi yang jelas, debat malem itu menjadi seru ya karena ada perang sindir menyindir itu, hehe… Aku juga jadi tau, debat yang kurang dewasa ternyata ga Cuma ada tingkat pelajar, mahasiswa , ataupun masyarakat biasa aja. Ternyata kelas calon Presiden pun juga bisa melakukan hal yg seperti itu…. weleh-weleh….

Abis acara debat berlangsung, eh ternyata masih ada terusannya, kali itu masuk ke dalam acara Apa Kabar Indonesia (malam), konsepnya debat antara tim sukses masing2 Capres. Lhooo.. itu buat apa toh… mo ngapain?? Toh orang yang disukseskan dan dibela kan udah pada berdebat, lah, orang2 yang ada dibawahnya ngapain berdebat lagi, ntar malah jadi pada berantem sendiri, malah kluar dari apa yang dimaksudkan oleh sang Capres, gara2 terlalu bernafsu untuk menang debat.

Aneh dah.. mangnya mo ngapain?? mo nyari tim sukses mana yang paling pinter berdebat dan berargumen? Lho, yg mo kita pilih kan bukan mereka, tapi Capresnya. Jadi kalo misalkan salah satu tim sukses ada yang berhasil mengalahkan argumen dan mempermalukan tim sukses lainnya, bukan berarti sang Capres yang dibela itu pantas untuk di contreng kan? Mungkin tujuannya diadakannya debat antar tim sukses itu adalah untuk menjelaskan program-program yang kurang terjelaskan oleh Capres sebagai akibat dari keterbatasan waktu. Tapi mana, ga jauh beda sama yg sebelum2nya, yang ada isinya malah berantem dan saling menjelek-jelekkan. Dan yang paling parah, yang diributkan dan diunggulkan kebanyakan bukan di program atau visi misi, tapi lebih ke citra yang belum tentu sesuai fakta, cos sesuai pengalaman, citra itu bisa dan mudah direkayasa… Weleh-weleh…

Tapi terlepas dari itu semua, debat tim sukses mungkin emang perlu. tapi INGAT , jangan cepat mengambil kesimpulan kalo yang menang debat itu berarti dialah yang benar. Kita harus belajar di zaman pra-sokrates dulu, dimana kaum sophis pernah berjaya karena pandai berdebat. Setiap orang yang dianggap menang dalam berdebat, maka dia itulah yang benar. Argumen yang berhasil dipertahankan dalam suatu perdebatan, maka argumen itulah yang dinilai benar. Hasilnya, kondisi sosial masyarakat saat itu malah hancur… Dimana-mana terjadi korupsi dan kejahatan intelektual. Hingga akhirnya Sokrates datang untuk melawan itu semua……..

2 Responses to “Debat Capres Putaran II, Perang antara SBY dengan JK”


  1. 1 advintro June 27, 2009 at 6:52 am

    pernah liat debat yang akhirnya jadi bertarung gak? kok debat capres gak gitu ya? hehe kurang seru kalo gak pake olahraganya krisjon


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: