Tuhan, sulit sekali menyukai diri sendiri…

Otak ku rasanya tumpul sekali. Selalu melupakan apa yang baru aja di pelajarin. Tidak pernah paham dengan bacaan yang agak berat. Paham sedikit, lalu lupa. Bahkan jalan yang pagi hari baru saja dilewati, sorenya langsung lupa dan tidak bisa mengingatnya lagi. Aku juga tidak bisa mengabstrasikan jalan2 raya, dari tempat yg satu menuju tempat lain, sulit untuk menentukan arah ato jalan yg akan diambil. Otak ku blank. Lama-lama aku muak.

Aku muak rajin membaca buku, sampai aku kurang bersosialisasi dengan teman2, tapi hasilnya nol, aku selalu lupa dengan isi bacaan itu, tidak bisa menjelaskan kembali dengan gamblang. Fuck. Buat apa aku banyak baca kalo ternyata aku ga paham dengan isinya? Kalo ternyata aku ga bisa membuat sebuah tulisan yg bermutu, karena buku2 yg aku baca tidak pernah dapat terpahami sepenuhnya.

AKu muak banyak membaca, aku muak fokus ke skripsiku, sampai aku menelantarkan orang tua dan seseorang dekatku, tapi smuanya ga menghasilkan apa2. Yang terjadi adalah blank, mandeg, tidak tahu akan menulis apa, seolah-olah otak ku ini ga ada isinya, ga pernah diisi dengan bacaan2 ato informasi lain. Otakku kosong??!! Fuck.

AKu masih muda. Tapi aku tidak produktif. 24 jam sehari sebagian besar habis untuk tidur. Badan sulit di ajak kerja sama. Cepet pegel lah, ngantuk lah. Sampai pernah hampir jatuh di jalan krn tidak bisa menahan kantuk, padahal juga tidak habis bekerja keras. Aku masih muda. Tapi aku kena penyakit seperti orang tua. Yang selalu mmbuatku merasakan sakit. Dan aku harus selalu menahan sakit itu. Lalu bagaimana aku bisa mengejar sukses? Kalo ternyata daya ku tertahan oleh rasa sakit itu.

Teman2ku hebat2. Ada yg menjuarai berbagai lomba karya ilmiah, ada yg berkuliah di jurusan yg prospektif, dsb. Tapi bukan itu yang aku irikan dari mereka. AKu iri kecerdasan mereka. Dan yg lebih iri lagi adalah, mereka bisa begitu asik belajar, menikmati segala bacaannya, lalu menguasai dan memahaminya. Tidak kesulitan untuk menceritakan kembali apa yang tlah dibaca. Aku iri dengan mereka. Sibuk mengejar mimpi, begitu semangatnya. Aku? Ya, aku asik membaca, tapi ga menghasilkan apa2. Mereka sudah mengkaryakan sesuatu, aku masih sibuk memahami ato mengingat2 apa yg telah aku baca. Masih terus berkutat di tempat. Fuck.

kata orang tua dan sodara aku adalah harapan besar keluarga. Tapi aku justru ga bisa berbuat apa2. yg aku rasain malah: Sakit bagian fisikku membatasiku, ketidak bugaran tubuhku menghalangiku, kelemahan otak ku menghalau aku untuk mempersmbahkan yang luar biasa kepada kluargaku, dan tampaknya mereka hanya akan kecewa krn terlalu berharap kepadaku. Orang tua ku… yg melakukan segalanya untukku… memberikan yang terbaik untukku… mengalahkan capek, ego, dan segala keterbatasan hanya demiku… bekerja keras untukku…. Raut muka mereka yg capek… Ketabahan mereka… Ceria mereka… Tapi aku….

saat ini akupun sedang menahan perih sakitku. Sakit sekali, selalu dan begitu mengganggu. Juga sedang menahan galau yg melanda perasaanku. Atas segala kesia-siaan yg selalu aku dapat, atas segala usaha yang selalu jalan ditempat. Sakit tubuh… sakit jiwa….. Aku muak. Aku sedang menahannya, sendiri.

Lalu seorang dekatku memberiku pesan, sms.. berkali-kali… tidak membuatku semakin kuat menahan apa yg sedang aku tahan. Justru malah mnghancurkan konsentrasiku untuk menahan. AKhirnya muak itupun tumpah, membuyar kesegala arah… membabi buta… Maaf.. bukan maksud menyakiti. Tahukah kau? Setiap mengingat tangis dan raut sedih mu yg pernah aku buat dulu, aku selalu ingin menangis, terus menyalahkan diri. Tahukah kau? Sulit sekali untuk tidak menyakitimu, dan setiap kali aku melakukan itu, aku tersiksa, terserang getir, sakit, mati2an menahan air mata, ingin berteriak, mengutuk diri.

Aku teringat……
Tuhan… begitu sering aku melupakanMu…

10 Responses to “Tuhan, sulit sekali menyukai diri sendiri…”


  1. 1 marsita ariani June 26, 2009 at 11:10 am

    heii..
    jangan terlalu keras sama diri sendiri.
    kamu gak sendirian diT..
    banyak orang2 sperti kita mengalaminya,
    *entah pantas atau tidak membawa2 filsafat ke dalam sini*
    cepet ajah lulus… setelah kamu ada di luarnya, kamu bakaL cengar-cengir sendiri deh, dan nambah pusing pastinya….
    ^cmangaaat adit…^

  2. 3 Gaby June 26, 2009 at 5:20 pm

    membuyar
    membabi buta
    menyakiti

  3. 7 marsita ariani June 27, 2009 at 3:11 pm

    poko e : HAJAR BLEEH
    kamu lebih tangguh kok dibandingin temen2 kamu, dan dibandingin pikiran kamu sendiri
    *aku makin gak nyambung yah?*
    hihihihihi…

    • 8 ditter June 28, 2009 at 2:58 am

      hahaha.. nyambung kok mbak… nyambung banget… aku ngerti maksudnya… makasih banyak lho mbak… hehe…🙂

  4. 9 aprillins July 1, 2009 at 4:00 pm

    santai bray.. semua ada waktunya.. yang kao pelajari sekarang ini bukannya tak ada gunanya.. tapi ibarat strategi hidup yang sedang kao persiapkan, belajar hidup, belajar dari kesalahan, belajar dari apa pun, dan satu saat nanti akan ketemu GRAND THEME dari hidupmu yang membawamu ke arti hidup yang sesungguhnya..

    what a life..

    ..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: