Cita-Citaku Dulu….

Abis baca postingannya mbak Vicky di sini yang ngomongin tentang PNS, aku jadi inget sama cita-citaku waktu kecil dulu. Jadi sejak SD sampe akhir SMA aku punya cita-cita untuk jadi PNS, apaan aja, yg penting di instansi pemerintahan kyk di Pemda gitu. Itu gara2nya aku ngeliat adek nya mami ku yg jadi PNS di Pemda Sleman. Dulu pas masih SD dan masih di Bekasi, aku sering mengunjungin tante ku itu, dan selalu melihat dan memperhatikan bagaimana kehidupan dia dan keluarganya.

Waktu itu, aku ngeliatnya hidup tante ku itu dengan menjadi PNS enak banget. Kehidupan dia berubah sejak diterima bekerja di Pemda Sleman dan diangkat jadi pegawai tetap. Tadinya dia bareng suaminya (om ku) berjualan mie ayam, dan hasilnya segitu-gitu aja, Cuma cukup buat makan. Tapi sejak jadi PNS, biaya makan terkurangi karena dapat tunjangan beras, trus dapet jatah kupon bensin sebagai tunjangan transportasi, trus bisa kredit uang buat beli motor dan bangun rumah juga, dapet gaji tetap pula. yang tadinya Cuma ngontrak, jadi bisa punya rumah sndiri. Kerjanya kalo aku perhatiin juga kliatan enak banget. Berangkat pagi, tapi ada toleransi keterlambatan yg sangat longgar, trus siang udah pulang, sorenya punya waktu luang banyak buat maen2. Tempat kerjanya juga nyaman, ga ditempat yg panas dan terbuka, dan fasilitas kantornya juga cukup lengkap, kamar mandi, mushola, kantin, tempat nongkrong, dsb. Spontan, aku jadi pengen kyk beliau, kerja cukup santai tapi kebutuhan tercukupi, walopun tetep ga bisa bermewah-mewah.

Sejak itu, kalo ditanyain apa cita-cita ku, ya aku jawab dengan polos dan apa adanya, kpengen jadi PNS. Yg nanya si Cuma bisa ketawa-ketawa aja, punya cita-cita kok dangkal banget, hehe… Tapi emang yg ada dalam pikiranku waktu, itu tentang pekerjaan yang menarik dan yg merupakan pilihan tepat yang harus diusahakan dan dikejar, ya jadi PNS itu. Aku yakin sebagian besar orang yang kpengen jadi PNS pasti ngelihatnya juga kesitu, sama kyk aku, yaitu tentang gimana enaknya jadi PNS, misalnya tentram, banyak tunjangan, ga bakal dipecat asal ga aneh2, nyaman, dapet pensiunan, dan juga waktu kerja ga terlalu panjang, jadi punya waktu luang yang banyak buat rekreasi dan melakukan kegiatan-kegiatan lain sesuai hobi dan kebutuhan, kyk misalnya nyari tambahan duit dari kerjaan sambilan.

Tapi seiring berjalannya waktu dan bertambahnya umur, mimpi dan cita2ku lambat laun berubah. Tapi yang mo diomongin disini adalah bahwa sudut pandang tentang motivasi jadi PNS tadi pertanda ketidaksukaan terhadap tantangan. Kalo dibikin rumus mungkin gini: pengen jadi PNS krn pengen hidup enak = ga suka tantangan dan malas berkreativitas. Selain itu, kerjaan yg monoton, dan tidak adanya penghargaan bagi orang yg hasil kerjanya baik, akan menyebabkan seseorang malas untuk mengeksplorasi dirinya sendiri dalam meraih prestasi kerja yang tinggi. O iya, hal ini ga berlaku bagi orang2 yg jadi PNS karena memang alasan pengabdian, misalnya dengan menjadi guru, dsb. Yang jadi masalah, menjelang penerimaan PNS, orang-orang sibuk mempersiapkan diri dan berlomba-lomba untuk mendaftar. Ga tanggung2, para pendaftarnya bisa mencapai ratusan ribu orang, memperebutkan posisi yang hanya disediakan dengan sangat terbatas, sangat jauh jika dibandingkan dengan jumlah yang mendaftar. Kalo digeneralisir secara kasar, mungkin jumlah tersebut dapat mewakili hampir “sebagian besar” rakyat Indonesia. Pertanyaannya, apakah itu berarti bangsa kita adalah bangsa yg tidak suka tantangan, malas berkreativitas, dan tidak tertarik untuk mengeksplorasi kemampuannya semaksimal mungkin??

Ga tau juga ya… lagian pertanyaan itu juga belum tentu valid. yang jelas kalo kata para ahli, manusia akan bisa maju dan berkembang jika rajin menghadapi tantangan dan keras memacu dirinya untuk terus berkreativitas. Fakta yang ada juga menunjukkan demikian. Liat aja Singapura yang wilayahnya kecil banget, ga subur, minim sumber daya alam, tapi bisa menjadi bangsa yang maju, kaya, dan “besar”. Keterbatasan yang ada dijadikan tantangan, dan kreativitas terus diusahakan, agar kendala dan keterbatasan yang ada bisa diatasi. Hasilnya?? Woooww… Mereka malah memanfaatkan kebodohan oknum-oknum bangsa kita yang rakus harta, yaitu dengan membeli pasir-pasir dan tanah di pulau-pulau kita yang dijual dengan sangat murah oleh orang2 bego itu. pasir dan tanah itu kemudian di jadikan dataran buatan di Singapura sana. Dan akhirnya wilayah mereka semakin meluas, dan wilayah kedaulatan kita semakin menyempit dengan sangat suksesnya……

Lalu, emang apa cita-cita ku selepas SMA??

Jadi Anggota DPR dong, banyak tunjangannya dan bisa bebas mangkir kerja.. Lhoooo… Hahaha…..

6 Responses to “Cita-Citaku Dulu….”


  1. 1 depz June 3, 2009 at 6:46 am

    cita2 selepas masa sma nya sungguh mulia
    hahhahaha

    mantabs😀

  2. 3 sepatu balet June 3, 2009 at 10:38 am

    aku gag baca,
    males, kepanjangan

  3. 5 Heryan Tony June 4, 2009 at 10:49 am

    Hahaha… Mudahan-mudahan tercapai dan ga jadi caleg stress😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: