Anak dan Keinginan Kita (with Asia Carrera Story)

Tadi siang pas lagi di warnet, iseng-iseng baca-baca koran Harian Jogja, disitu ada rubrik “sosok”, tokoh yang dibahas adalah Eko Prasetyo. Ada yg ga tau Eko Prasetyo? Dia itu adalah tokoh yang cukup terkenal karena bukunya yang dia tulis yg judulnya Orang Miskin Dilarang Sekolah. Saat ini dia jadi ketua Resist Book, penerbit yang juga menerbitkan buku-buku karya dia sendiri. Ni ada salah satu situs yg ngebahas riwayat singkatnya, klik di sini. Sebenarnya tulisan ini ga mo ngebahas dia kok. Tapi ada salah satu bagian dari artikel yang aku baca itu yg menarik perhatianku. Disitu ditulis kalo Eko menyesal karena menyekolahkan anak pertamanya ke TK berbasis agama, cos dampaknya si anak itu jadi cenderung kurang toleran, lebih fanatik, kurang percaya diri, dan doktriner. Jadi utk jenjang SD bang Eko menyekolahkan anaknya di sekolah yg lebih inklusif. Hmm… bagus.. supaya anaknya ga trlalu fanatik dan bisa lebih terbuka dalam menerima perbedaan.

Trus di situ juga ditulis kalo Eko melarang keras keluarganya menonton TV. TV ada dirumahnya hanya untuk menonton video dari player, tak berantena. Anak2nya lebih didorong untuk membaca. “saya marah kalau lihat orang (rumah) nonton tv, semua acara. Tapi anak minta buku apapun saya belikan”, gitu katanya. Hmm.. abis baca itu aku jadi menerawang… kesannya kok kyknya sang bapak sangat keras dan arogan untuk membentuk anaknya, sesuai dengan apa yg dia inginkan. Ini bukan mo ngritik bang eko lho, Cuma sebagai cerita pengantar tulisanku ini aja. Tapi pada inget ga kalo kemampuan belajar manusia itu ga Cuma membaca aja, tapi juga visual (tv misalnya), dan ada anak/orang yg gagal dlm belajar karena cara belajarnya ga sesuai dengan karakteristik alaminya. Misal, karakter belajarnya adalah membaca, tapi cara belajar yg dipake melalui tampilan-tampilan visual kyk video ato televisi, jadinya ga berhasil. Emang sih acara tv kita kebanyakan ga mutu, terutama sinetron2nya. Tapi kan banyak juga tuh yg bagus, inspiratif, menghibur, kyk misalnya discovery channel, si bolang, kick andy, dsb. Klo misalnya lebih nangkep dan memahami berita lewat televisi dari pada koran ato majalah karena karakteristiknya emang seperti itu, apakah tetap ga boleh nonton tv??

Hmm.. jadi inget film The Kite Runner. Di situ ada salah satu tokoh yang dalam salah satu dialog mengatakan kalo “anak sama sekali bukan kanvas yang bisa kita lukis semau dan sesuai keinginan kita”. Mungkin pesan moralnya seperti ini, sebagian besar dari kita pasti memang punya keinginan agar anak kita bisa seperti ini, bisa ini, atau menjadi itu. Tapi keinginan tersebut jgn sampe membuat kita buta dan memaksakan kehendak kita tanpa memperhatikan kemauan dan bakat lain si anak…

Ada yg tau Asia Carrera ga? Itu lho, bintang film bokep yg cukup terkenal. Ni ada biografi singkatnya dia di sini (bhs inggris). Kalo yg bahasa Indonesia di sini. Mungkin kita taunya dia itu adalah pemain lebih dari 250 film porno, dan dia cukup legendaris sebagai biintang film porno. Dia memainkan segala gaya dalam adegan film porno, mulai dari gaya konvesional sampai modern. Di antaranya yg cukup terkenal adalah Adam and Eve Signature Series One, produksi tahun 2000; Adventures of Mighty Man, produksi 1994; American Dream Girls, produksi 1996; Anal Adventures of Suzy Superslut, produksi 1994; Art of Deception, 1996; Bangkok Boobarella, produksi 1996; Best Sex in the West, produksi 1997; dan Bad Sister, produksi 1997. Pokoknya bagi siapapun yg pernah nonton film2nya, pasti pada sepakat kalo dia itu emang hot, iya kan? Hahaha…

Tapi, dibalik itu semua ternyata dia itu sangat-super-jenius-sekali (lebay, hehe…). Bayangin, IQ nya aja 156, jauh banget ma aku yg Cuma 110. Edaaann.. Berdasarkan cerita Gaby, anak2 akselerasi yg jenius2 di SMA nya itu aja rata2 IQ nya “Cuma” 140. Dan anak2 aksel itu skrg pada hebat2, ada yg kuliah di Kedokteran Umum UGM, teknik industri UGM, teknik fisika, kimia, mesin ITB, dsb. Tapi kenapa Asia Carrera yg nota bene IQ nya lebih tinggi itu akhirnya “hanya” jadi bintang film porno? Oh iya, dia juga bisa memainkan komposisi Bach dengan piano di usia 13 tahun, dan mendapat beasiswa untuk studi ekonomi dan bahasa jepang di Rutgers karena kepandaiannya.

Lanjuttt.. jadi, dia itu sebenarnya berasal dari keluarga yg berpendidikan. Bapaknya seorang ahli matematika dan fisika. Kedua orangtuanya sangat menginginkan agar dia sekolah di Harvard, menjadi pengacara atau dokter. Tapi dia lebih suka belajar piano. Tapi ortunya tetap memaksanya agar bisa menjadi sesuai keinginan mereka, dengan cara2 yg sangat ketat dan disiplin yg keras yg cukup memberatkan si Carrera kecil. Akhirnya setelah lulus SMA dia memilih kabur karena ga tahan dan ga cocok dgn cara mendidik si ortu. Tapi krn dia masih lom cukup umur, dia jadi ga bisa cari kerja di perusahaan, dan akhirnya dia kekurangan uang. Krena butuh duit, akhirnya dia bekerja di cafe sbg bartender. Dari situ dia tau kalo bayaran jadi penari striptease itu gede banget. Akhirnya dia mendaftar, dan para pengunjung pada suka banget ma dia.

Pada suatu hari ia berkenalan dengan seorang fotografer. Asia Carrera minta dirinya difoto dan dipublikasikan menjadi bintang film panas. Langkah awal yang dilakukan adalah mendata semua alamat dan mengirimkan foto pribadi dan biodatanya pada semua majalah pria. Itu membuahkan hasil. Carrera mulai mendapatkan tawaran menjadi model di majalah pria. Kesuksesannya ini memberikan peluang bagi Carrera untuk menjadi bintang film blue. Atas anjuran sang fotografer, tahun 1993 ia pindah ke Los Angeles (LA). Di situ ia mulai berkenalan dengan sutradara bintang film porno. Bagi Carrera, menjadi bintang film porno adalah pekerjaan yang menyenangkan, yang bisa menghasilkan uang banyak. Menjadi bintang film porno sudah menjadi pilihan hidupnya…..

Begitulah ceritanya… oh iya, ini ada cerita dari dia sendiri (semacam curhat pribadi gitu) dalam menjawab pertanyaan terbesar para penggemarnya, menarik bgt, ada DI SINI. So, apa yg akan anda lakukan dalam mendidik anak anda nanti? Hehe….

8 Responses to “Anak dan Keinginan Kita (with Asia Carrera Story)”


  1. 1 sepatu balet May 18, 2009 at 12:07 am

    hobine.. asia carera, miyabi, who’s next?

  2. 3 Farid May 18, 2009 at 7:22 am

    dan asia carrera adalah seorang Ph.D

    • 4 ditter May 18, 2009 at 7:28 am

      Iyo po rid?? Waaaahh.. terima kasih atas info tambahannya!! hehe… piye, koleksi asia carrera mu yg komplit itu masih ada ga, hahaha…

  3. 5 attayaya May 18, 2009 at 9:20 am

    aku ga kenal ma eko prasetyo
    aku cuma kenal asia carera ma miyabi
    hehehehehehehe

    anak titpan Allah SWT
    jangan ditelantarkan

  4. 7 gigibesar July 27, 2009 at 10:16 am

    malah keren kali, dit..gak semua orang jenius mo jadi bintang bokep..sedikit bintang bokep yang jenius
    dengan jadi bintang bokep mungkin duit dia banyak, menyenangkan lebih banyak orang daripada (misalnya) dia jadi ilmuwan atau pianis..hehe..

    menurutku sih, dia keren banget

    • 8 ditter July 29, 2009 at 5:29 am

      iya.. emang keren banget dia… film2 yg dimainkan juga keren..

      dan yg paling keren mungkin adalah keberanian dia memutuskan untuk mengambil jln hidup sebagai bintang film bokep ditengah segala kelebihan dia sbg orang jenius, hehe…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: