Belajar Dari Pekerja Bangunan…

Seperti yang udah pernah aku critain sebelumnya, dirumahku beberapa hari ini ada pekerja yang datang untuk membangun gudang. Awal-awalnya sih aku ga begitu perduli, bahkan jarang ngeliat lokasi pembangunannya, males, padahal Cuma dibelakang doang, dan hampir tiap hari aku dirumah. Tapi kemaren iseng-iseng aku maen ke lokasi TKP. Disitu aku liat ada area yang dulu ada tumpukan barang2nya sudah bersih, barang-barang bekasnya dipindahkan terlebih dahul, dan sudah mulai tampak ada bangunan sederhana disitu. Sejenak aku sempet kaget, kok area itu bisa bersih kyk gitu, soalnya dulu kan ga karuan2 banget, penuh dengan barang-barang bekas kotor yang bertumpuk. Dulu aku sempet bersih-bersih dikit, pengennya merapihkan biar lebih enak buat dilihat. Tapi baru beberapa jam aku dah cape duluan, repot banget soalnya, saking berantakannya. Trus akhirnya merapihkannya ga aku terusin, lalu aku malah berpendapat kalo area itu ga akan bisa bersih karena banyak banget barang-barang yg bertumpuk disana, susah buat dipindahin.

Tapi nyatanya sekarang area itu udah bersih, dan mungkin dalam beberapa hari kedepan akan ada bangunan sederhana disitu. Luar biasa, para pekerjanya sabar dan tekun banget buat memindahkan dan melakukan itu semua, ga kayak aku dulu, ga sabaran, ga selesai, trus akhirnya berhenti ditengah jalan. Selama ini aku emang terkesan sama pekerja bangunan. Mereka itu melakukan pekerjaan berat, dengan kondisi hidup yang mungkin bisa dibilang tidak nyaman, tapi pekerjaan tersebut tetap selesai dengan hasil yang ga buruk.

Kebetulan dulu aku pernah kerumah temenku dan melewati sebuah jalan yang jarang aku lewatin. Disalah satu daerah dijalan itu ada sebuah area kosong yg terlihat ada calon bangunan rumah yang baru ada fondasinya doang. Lalu aku lama ga lewat dan terakhir kemaren lewat sana ternyata di area  itu sudah berdiri sebuah rumah! Jadi gini, aku terkesan aja, dulu kosong, sekarang ada bangunan rumahnya, kesannya tiba-tiba gitu, mungkin karena aku ga pernah lewat situ, jadi ga ngeliat prosesnya. Dan rumah itu berdiri karena peran pekerja bangunan itu yg bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai target dan rencana.

Dulu juga aku pernah liat ada proyek bangunan kyk toko gitu yang para pekerjanya itu bermalam dilokasi bangunan dan dibangunin bedeng sederhana yang terbuat dari triplek. Kalo pas liat mereka lagi makan siang, menurutku makan siangnya itu cukup sederhana, Cuma pake nasi bungkus gitu. Mandi, cuci, kakus (MCK) juga ga disediakan, trus akhirnya kebutuhan tersebut dilakukan di kali dideket lokasi itu. Dan sekarang bangunan itu sudah selesai sepenuhnya, keliatan mewah malah, bagus banget. jadi yang mo aku omongin gini, mereka bekerja dalam kondisi yang berat dan ga nyaman. Tidur didalem tempat yang sempit rame-rame, sumpek, Cuma dari triplek doang, kalo pas panas kegerahan dan kalo pas dingin kedinginan. Pekerjaan yang dilakukan juga berat banget, berurusan dengan batu, alat-alat berat, cuaca langsung, panas matahari, hujan, cape, dsb. Tapi ternyata pekerjaan juga bisa selesai dengan cukup baik, dalam waktu yg bagiku cukup singkat, karena memang mungkin sudah direncanakan dan ditargetkan. Lalu aku pun berkaca, sudahkan aku seperti mereka? Mungkin teman-teman juga bisa melakukannya. Misalnya gini, tentang kehidupan mahasiswa dikampus, sesuai dengan keadaanku juga. Sebagian besar mahasiswa memiliki kualitas kehidupan yang baik, setidaknya jika dibandingkan dengan para pekerja yang aku critain tadi. Misalnya kamar dan tempat tidur yang nyaman, kendaraan untuk mobilisasi, uang makan yang cukup bahkan kadang berlebih, dan lain sebagainya. Belum lagi ditambah dengan berbagai macam fasilitas kampus. Untuk masalah pekerjaan, mungkin kita tidak bisa begitu saja bilang lebih ringan dari pekerjaan para pekerja, sebab memang kebutuhannya berbeda, lebih memerlukan kapasitas otak dari pada otot. Tapi kita tetep bisa mengambil komparasinya, seperti misalnya, dengan berbagai fasilitas dan kenyamanan yang kita miliki, sudahkah kita mengerjakan tugas-tugas kuliah dengan baik (secara serius serta tidak hanya copy paste saja), maksimal dan tepat waktu?? Sudahkah kita dateng kuliah tepat waktu, yaitu sebelum jam perkuliahan dimulai?? Sudahkah kita menghasilkan belajar dengan tekun dan menghasilkan prestasi dan karya??

Aku pribadi sudah menjawab pertanyaan itu, dan hasilnya kurang memuaskan, hehehe….. Lalu aku pun mencoba melihat keluar, melihat kehidupan kampusku. Miris… Sesuai jurusan, Seharusnya menulis adalah pekerjaan utama dan sudah menjadi keahlian… Sebagian besar pun aku lihat mahasiswa2 dikampusku telah memiliki Laptop, luar biasa, bener-bener banyak. Dan keliatannya sudah bukan menjadi barang mewah yang sulit untuk dimiliki. Tapi sayangnya, karya tulis yang dihasilkan sangat sedikit, yg mengikuti lomba2 karya tulis juga dikit, dan artikel2 opini yang muncul disurat kabarpun kebanyakan dari teman2 mahasiswa jurusan lain yang mungkin dalam perkuliahan, menulis bukan bidangnya. Pada lomba2 karya tulis tingkat universitas, seperti misalnya Annual Essay UGM desember kemarin, pserta di kampusku rendah banget, sekali lagi, kebanyakan di penuhi oleh jurusan-jurusan yang tidak berkonsentrasi dalam menulis. Lalu segala fasilitas, seperti misalnya laptop yang banyak itu dipake buat apaan ya……… Sama kayak aku juga kali ya, buat nulis2 blog, hahaha… Mungkin bisa dibandingkan dengan jaman dahulu dimana fasilitas minim tapi karya dan prestasi terus dihasilkan. Tapi aku sndiri udah berusaha buat nulis2, disurat kabar udah berkali-kali, dari sekitar sepuluh tulisan, Cuma dimuat dua kali diharian lokal. Lomba juga udah coba dikutin dan lom ada hasilnya, hehe… tapi aku akan terus berusaha, karena Cuma itu yg aku pelajarin dikampus, seperti kata para dosen2 ku, “kekuatan kita itu ada pada membaca dan menulis….”

4 Responses to “Belajar Dari Pekerja Bangunan…”


  1. 1 Vicky Laurentina April 28, 2009 at 2:38 am

    Lho, memangnya kebun salak di belakang itu mau dibanguni apa tho, Dit?
    Salam aku buat Om Win n Tante Lucy..

    • 2 ditter April 28, 2009 at 7:08 am

      Ya ampunnn, mbak Vicky!! Haha.. kok bisa dapet alamat blog ku? Waaahhhh.. dah lama banget kita ga ketemu… Udah jadi dokter ya sekarang.. keren… hehe…

  2. 3 Vicky Laurentina April 28, 2009 at 8:10 am

    Ya bisalah ketemu alamatnya.. Lha wong kamu promosi segala di bulletin board FS. Mana tuh buletinmu udah ada di nomer paling bawah pula, hampir aja ndak kebaca, hahaha!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: