[Baca Buku] Filosofi Teras

Secara judul, mungkin buku ini hanya menarik bagi akademisi filsafat atau siapa pun yang berminat dengan bidang ilmu itu. Tapi, melihat konsep buku ini, sepertinya Filosofi Teras ditujukan untuk umum, khususnya kaum milenial. Hal itu tecermin dari desain kovernya yang cenderung populer dan komikal, serta subjudulnya yang bertuliskan “Filsafat Yunani-Romawi Kuno Untuk Mental Tangguh Masa Kini”.

Tidak mudah membawa tema berat ke tengah-tengah para pembaca buku populer yang barangkali lebih senang bacaan yang ringan dan pendek. Berhasilkah buku ini memenuhi tujuannya?

Kebetulan saya bekerja di dunia buku, dan mendapat informasi tentang angka penjualan buku ini dari sumber yang sangat tepercaya. Cukup mengejutkan, tingkat penjualan buku ini secara nasional sangat fantastis. Continue reading ‘[Baca Buku] Filosofi Teras’

Advertisements

Kesan

Saya mengikuti beberapa blog, dan setiap ada postingan baru dari mereka, notifikasinya selalu masuk ke surel saya.

Mungkin sudah lebih dari 3 tahun saya mengikuti blog-blog itu. Sampai sekarang, setiap saya membuka surel, selalu ada notifikasi yang masuk dari blog tersebut.

Hal ini membuat saya takjub. Di masa ketika blog sudah tidak populer lagi seperti saat ini, mereka tetap rajin memperbarui blog, meski mungkin tidak setiap hari.

Itu ketakjuban saya yang pertama. Continue reading ‘Kesan’

Blog dan Facebook

Belum lama ini saya melihat postingan salah satu teman di Facebook. Saya tidak begitu mengenal teman itu, dalam arti belum pernah bertemu dan berinteraksi secara langsung.

Setelah saya ingat-ingat, ternyata dia adalah teman blogger yang kemudian terhubung di Facebook.

Pantas saja saya seperti tidak begitu asing dengan postingannya di Facebook itu. Terasa berbeda dibandingkan dengan yang lain.

Ya, karakter tulisannya persis seperti postingan di blog. Jadi bukan seperti postingan di Facebook seperti pada umumnya.

Tampaknya kini dia lebih aktif di Facebook daripada di blog, dengan karakter postingan sama seperti di blog. Mungkin karena Facebook terasa lebih menarik. Continue reading ‘Blog dan Facebook’

Ramen

Saya pernah menjajal ramen seharga Rp75.000 (ditraktir orang). Wow, rasanya enak!

Lain waktu, saat sedang hujan, saya menyantap Ind*mie rebus rasa ayam bawang yang dilengkapi telur. Wah, rasanya pun nikmat. Dahsyat.

Kalau kenikmatan dan rasa puas bisa diukur, saya rasa kedua hal di atas akan memperoleh angka yang sama. Kalau pun harus ada pemenangnya, maka pasti akan terjadi perdebatan yang sengit di antara para juri, yang kemudian akan dimenangkan oleh Ind*mie rasa ayam bawang plus telur, dengan selisih angka yang sangat tipis, dan akhirnya menjadi polemik hingga bertahun-tahun kemudian. Continue reading ‘Ramen’

Bukti

Teman saya pernah cerita, dulu ada seorang kawannya yang sering sekali “mengolok-oloknya” karena ia belum menikah. Teman saya itu, sebut saja Alfa, biasanya tidak terlalu menanggapinya. Ia hanya tersenyum tanpa membalasnya.

Tapi, lama-kelamaan, olok-olok itu semakin mengganggu, sebab semakin sering dilontarkan oleh sang teman. Akhirnya, Alfa pun merasa panas. Ia sempat berpikir untuk buru-buru mencari pasangan hidup, demi membuktikan diri kepada temannya itu, bahwa ia bukanlah pecundang dalam urusan membangun rumah tangga.

Tapi, rupanya Alfa masih bisa mendinginkan kepala. Continue reading ‘Bukti’

Tentang Menulis

Kita tahu, menulis merupakan kegiatan menuangkan pikiran, gagasan, atau imajinasi ke dalam tulisan. Jadi ketika kita kesulitan menulis, sering dikatakan bahwa itu berarti kita belum cakap dalam mengungkapkan pikiran kita. Tidak heran bila pada promo kelas-kelas menulis, selalu ditonjolkan tentang bagaimana menuangkan isi pikiran dengan lancar.

Tapi, semakin ke sini, saya semakin yakin bahwa masalahnya lebih dari itu.

Saat kita kesulitan menulis, maka kita perlu menjawab terlebih dahulu pertanyaan ini dengan jujur: apakah sebenarnya kita sudah punya pikiran atau gagasan yang siap untuk kita ungkapkan? Continue reading ‘Tentang Menulis’

Keramahan

Tiba-tiba saya ingat sesuatu.

Saat itu saya sedang berada di Malioboro, menunggu teman yang tengah membuat tato temporer di tangannya.

Tempat jasa pembuatan tato itu hanya menempati area kecil di emperan toko. Saking kecilnya, saya yang menunggu di situ jadi sedikit masuk ke area penjual aksesoris di sebelahnya. Continue reading ‘Keramahan’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,790 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Advertisements