RSS

Author Archives: Ditter

Ayah Saya Tukang Tambal Ban

Beberapa tahun yang lalu, saat ayah saya tidak memiliki pekerjaan, beliau mendapat seperangkat alat shalat dibayar tunai tambal ban dari kawannya.

Saya kurang tahu bagaimana ceritanya sang kawan tiba-tiba mewariskan alat tambal ban itu kepada ayah saya. Sepertinya sih sekadar iseng belaka. Sang kawan sudah tidak membutuhkan alat itu lagi, sedangkan ayah saya tertarik untuk memilikinya.

Setelah mempelajari seluk beluk cara menambal ban yang baik dan benar, akhirnya ayah saya membuka jasa tambal ban di depan rumah. Kondisinya saat itu cukup menyedihkan. Bayangkan, beliau belum punya kompresor, jadi hanya mengandalkan pompa tangan buatan Cina Tiongkok. Ya, tentu saja itu sangat melelahkan.

Entah apa yang terjadi dengan ayah saya jika beliau dulu juga menerima jasa tambal ban truk kontainer. Read the rest of this entry »

 
10 Comments

Posted by on July 21, 2014 in Sehari-hari

 

Tags: , , , , ,

Rencana

Saya merupakan tipe orang yang sangat senang membuat rencana. Padahal berdasarkan pengalaman sebelumnya, apa yang sudah saya rencakan dengan begitu asyiknya malah sering kali tidak terwujud.

Kenapa bisa begitu? Ternyata karena saya mudah tergoda untuk membuat rencana lainnya, sehingga kemudian tidak fokus dalam mengerjakan rencana-rencana yang sudah saya tetapkan sebelumnya.

Belajar dari hal itu, maka untuk saat ini saya mau berhenti dulu dalam membuat rencana. Mudah-mudahan saya bisa menahan diri dari godaan untuk membuat rencana baru. Rencana untuk melamar Herfiza Novianti misalnya. Read the rest of this entry »

 
32 Comments

Posted by on July 19, 2014 in Sehari-hari

 

Tags: , , ,

Kaya Tapi Sederhana

Manusia selalu mencari dan terus mencari, melahap dan terus melahap, sampai lupa bahwa mereka memiliki batas.

Saya mau menceritakan sebuah kisah lama. Sebuah kisah yang sangat berkesan bagi saya, dan tampaknya selalu relevan untuk direnungkan pada berbagai zaman, termasuk zaman sekarang.

Tersebutlah seorang alim ulama bernama Nidzam Al-Mahmudi. Ia tinggal bersama keluarganya di sebuah gubuk kecil di pelosok desa. Meskipun hidupnya sangat sederhana, namun ia memiliki kekayaan yang berlimpah. Kekayaan itu ia dapat dari hasil usahanya. Ia mempunyai kebun berhektar-hektar, serta memiliki usaha perniagaan yang sangat sukses.

Di tengah kesederhanaan hidupnya, Nidzam Al-Mahmudi menjalani hidup dengan bahagia. Read the rest of this entry »

 
18 Comments

Posted by on July 17, 2014 in Motivasi, Sehari-hari

 

Tags: , , , , ,

Orang Sombong

Saya menyukai banyak film Hollywood, tapi film yang paling saya sukai justru berasal dari Asia, yakni serial Return of The Condor Heroes (Yoko dan Bibi Lung), dan Kung Fu Hustle.

Dalam film Kung Fu Hustle, diceritakan, dua pengangguran bodoh bernama Sing (Stephen Chow) dan Bone (Lam Chi-chung) mendatangi sebuah kompleks rumah susun kumuh. Rumah susun tersebut merupakan kepunyaan sepasang suami istri konyol.

Sang suami adalah seorang lelaki yang takut kepada istrinya. Ia tampak lemah dan sering bertingkah laku cabul. Sementara sang istri adalah seorang perempuan yang galak dan semena-mena.

Kompleks rumah susun itu dihuni oleh kaum miskin, di antaranya adalah seorang kuli angkut, penjahit banci, dan pedagang mi. Seperti warga lainnya, ketiganya pun sering mendapat perlakuan sewenang-wenang dari suami-istri pemilik rusun. Namun, mereka tetap menjalani hidup di kompleks itu dengan damai. Read the rest of this entry »

 
32 Comments

Posted by on July 15, 2014 in Cerita dan Ulasan

 

Tags: , ,

Ini yang Perlu Dipikirkan Sebelum Jadi Penulis

Sepertinya saat ini profesi penulis terdengar sangat seksi dan menarik. Banyak orang yang memutuskan untuk menjadi seorang penulis. Bahkan, banyak pula orang yang sudah mapan bekerja di perusahaan besar, tapi memutuskan resign untuk kemudian menjadi penulis penuh waktu.

Menulis tidak lagi dijadikan hobi, tapi dijadikan sebagai profesi utama untuk mencari nafkah.

Memang, menjadi penulis sepertinya terhormat sekali. Prestisenya tinggi. Para penulis dianggap sebagai orang yang cerdas. Tapi, jangan salah. Pandangan seperti itu biasanya ditujukan kepada para pekerja profesional yang menulis, bukan penulis profesional penuh waktu. Hal ini berbeda, dan kita harus bisa membedakan keduanya. Read the rest of this entry »

 
46 Comments

Posted by on July 13, 2014 in Cerita dan Ulasan

 

Tags: , , , ,

Mengapa Saya Menulis

Pada masa awal ngeblog, saya menulis dengan begitu cueknya. Berbagai kejadian tidak penting sering saya ceritakan di sini, misalnya merapikan tempat tidur, mencuci baju, menyapu halaman rumah, atau menata hati yang terserak.

Tapi kemudian ada masanya saya mulai peduli dengan tema tulisan yang saya buat. Pada masa itu, saya berusaha mati-matian untuk mengisi blog ini dengan konten yang mengandung kata kunci yang sedang populer.

Saya melakukannya tidak lain untuk meraup pengunjung sebanyak-banyaknya, serta untuk melesatkan ranking Alexa.

Cara lain yang saya lakukan adalah berkunjung ke banyak blog, membaca paragraf awal dan akhir dari postingan terbaru di sana, lalu meninggalkan komentar singkat dengan nada yang ceria, yang kadang-kadang tidak nyambung dengan isi postingan mereka. Read the rest of this entry »

 
59 Comments

Posted by on July 10, 2014 in Sehari-hari

 

Tags: , , , ,

Meriung

Beberapa hari yang lalu, salah satu teman kuliah saya iseng bikin group chat di Whatsapp, lalu mengumpulkan teman-teman satu angkatan ke dalam group chat tersebut. Tak disangka, teman-teman yang lain merasa antusias. Mungkin karena sudah lama tidak berkumpul, sebab setelah wisuda, kami semua sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Akhirnya group chat itu pun menjadi ramai. Kami asyik meriung di sana.

Kebetulan kampus saya adalah kampus yang kecil. Di kampus itu, kami mempelajari filsafat. Konon kampus kami kurang diminati, jadi mahasiswanya pun sangat sedikit. Angkatan saya sendiri jumlahnya kurang dari 40 mahasiswa.

Kami sering dianggap tidak biasa oleh teman-teman dari fakultas lain. Ada yang bilang cara berpikir kami ribet, nggak jelas, dan tulisan kami sulit dipahami. Tak hanya itu, ada juga yang menganggap kami terlalu dekat dengan atheis, komunis, serta paham-paham “kiri” lainnya. Dan yang lebih parah, ada yang menganggap kami rentan gila. Read the rest of this entry »

 
24 Comments

Posted by on July 8, 2014 in Sehari-hari

 

Tags: , , , ,

Menentukan Pilihan

Seperti yang kita tahu, pilpres kali ini begitu riuh. Tim kampanye masing-masing capres mengerahkan berbagai cara untuk menjaring pemilih, mulai dari cara yang “kampungan” hingga cara yang sangat intelek.

Kampanye negatif pun turut menjadi bagian dalam keriuhan pilpres kali ini. Meskipun membuat suasana jadi tidak nyaman, tapi paling tidak kita jadi tahu kelemahan masing-masing capres, termasuk capres yang kita idolakan. Hal ini membuka mata kita bahwa kedua capres bukanlah sosok sempurna sehingga kita tidak perlu memuja mereka secara berlebihan.

Saya perhatikan, orang-orang masih sibuk membanding-bandingkan kedua capres. Dan yang lebih menyedihkan lagi, mereka masih sibuk berselisih, membela capres masing-masing, dan mencari-cari kekurangan capres lawan.

Read the rest of this entry »

 
33 Comments

Posted by on July 5, 2014 in Sehari-hari

 

Tags: , , ,

Lega

Beberapa minggu terakhir ini pikiran saya dipenuhi oleh sebuah proyek, yakni mengonsep dan membuat naskah komik. Ada dua naskah yang harus saya buat, satu bertemakan agama (Islam), dan satu lagi bertema umum.

Saya bekerja sama dengan dua orang komikus dalam waktu bersamaan. Mungkin rasanya seperti menjalin kisah asmara dengan dua perempuan sekaligus. Maka kalau nggak mau kena damprat, harus pintar-pintar membagi waktu.

Berhubung ini adalah pengalaman pertama, maka saya cukup kesulitan juga. Terlebih saya malah lebih sibuk memikirkan kesulitan itu daripada mencari solusinya. Hal ini malah membuat saya semakin malas mengerjakannya.

Tapi syukurlah, kedua naskah itu sekarang sudah selesai! *menangis bahagia Read the rest of this entry »

 
31 Comments

Posted by on July 3, 2014 in Sehari-hari

 

Tags: , , , ,

Tidak Diakui

Di kantin kampus beberapa tahun yang lalu, seorang teman curhat kepada saya, “Dit, aku benar-benar tertekan. Aku berusaha menjalani passionku, tapi hal itu malah membuatku tidak diterima oleh lingkunganku, bahkan keluargaku.”

Saya gelagapan. Saya bukan psikolog, dan tidak banyak mempelajari ilmu psikologi, jadi tidak tahu harus memberi saran apa. Terlebih saya sedang lapar, sementara wangi gorengan yang sedang digoreng menguar dari wajan si ibu Kantin. Hal ini membuat saya tidak bisa fokus.

Tadinya saya mau melucu saja, supaya pembicaraan itu tidak berlangsung sedih. Tapi, saya khawatir dia malah tersinggung. Kau tahu, kalau mau melucu, kita harus melihat tempat dan waktu. Read the rest of this entry »

 
38 Comments

Posted by on July 1, 2014 in Sehari-hari

 

Tags: , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,816 other followers