Keterbatasan

July 27, 2014 at 10:59 am | Posted in Cerita dan Ulasan, Sehari-hari | 7 Comments
Tags: , , ,

Dulu setelah melewati masa-masa ujian skripsi, saya masih sering main ke perpustakaan fakultas untuk mengisi waktu luang. Di perpustakaan, saya membaca skripsi-skripsi karya kakak angkatan yang katakanlah sudah menjadi “tokoh nasional”. Misalnya Mayong Suryo Laksono, Darmaningtyas, Puthut E.A., Eka Kurniawan, dan beberapa dosen yang tulisannya sering muncul di media massa.

Luar biasa, skripsi mereka bagus-bagus sekali. Padahal, kondisi mereka dulu sangat terbatas. Saat itu komputer belum digunakan secara luas. Kalau mau cari referensi, maka harus membaca buku-buku tebal dalam bahasa asing, sebab dulu belum banyak buku yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Mau cari bahan di internet? Kesempatan untuk itu belum ada.

Untuk membuat skripsi, mereka harus menulisnya dulu di lembaran kertas, baru kemudian dibawa ke rental komputer untuk diketik. Bahkan banyak juga skripsi yang hanya diketik pakai mesin tik. Continue Reading Keterbatasan…

Percaya Diri

July 25, 2014 at 10:42 pm | Posted in Sehari-hari | 19 Comments
Tags: , , , , ,

Saya punya hobi memperhatikan orang-orang cerdas dan sukses di sekitar saya. Dari kebiasaan ini, saya lihat ada satu kesamaan yang sangat menonjol di antara mereka, yakni memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

Maka kini saya pun semakin yakin bahwa rasa percaya diri merupakan salah satu elemen yang sangat penting untuk meraih sukses. Namun, sayangnya hal ini sepertinya kurang disadari oleh para pemangku pendidikan di negeri kita.

Dulu sewaktu saya masih SD, guru saya menjelang pulang sekolah sering mengadakan ujian hafalan perkalian. Para siswa dipanggil ke depan kelas satu per satu, lalu disuruh menyebutkan rangkaian perkalian beserta jawabannya.

Bagi yang lolos, maka si murid bisa langsung pulang dengan jumawa. Bagi yang tidak, dia harus berdiri dulu di depan kelas. Sesekali sang guru mengancamnya dengan tidak membolehkannya pulang jika tidak kunjung hafal. Continue Reading Percaya Diri…

[Resensi Buku] Murjangkung

July 23, 2014 at 9:59 pm | Posted in Resensi Buku | 14 Comments
Tags: , , , , ,

murjangkung_coverMembaca buku Murjangkung agak di luar kebiasaan saya. Sebab, buku tersebut tergolong buku sastra, sementara saya kurang akrab dengan buku-buku dengan genre itu. Setahun terakhir ini saya lebih banyak membaca buku dengan genre romance dan comedy.

Lantas, kenapa kemudian saya membeli dan membaca buku Murjangkung? Well, itu semata-mata karena penulisnya saja.

Ya, saya menyukai tulisan-tulisan A.S. Laksana. Saya kurang puas membaca blognya, dan akhirnya memuaskan diri dengan membaca buku-bukunya.

Murjangkung, itulah nama judul buku ini. Diambil dari salah satu cerpen di dalamnya yang berjudul Bagaimana Murjangkung Mendirikan Kota dan Mati Sakit Perut. Berikut ini cuplikan ceritanya. Continue Reading [Resensi Buku] Murjangkung…

Ayah Saya Tukang Tambal Ban

July 21, 2014 at 9:00 pm | Posted in Sehari-hari | 28 Comments
Tags: , , , , ,

Beberapa tahun yang lalu, saat ayah saya tidak memiliki pekerjaan, beliau mendapat seperangkat alat shalat dibayar tunai tambal ban dari kawannya.

Saya kurang tahu bagaimana ceritanya sang kawan tiba-tiba mewariskan alat tambal ban itu kepada ayah saya. Sepertinya sih sekadar iseng belaka. Sang kawan sudah tidak membutuhkan alat itu lagi, sedangkan ayah saya tertarik untuk memilikinya.

Setelah mempelajari seluk beluk cara menambal ban yang baik dan benar, akhirnya ayah saya membuka jasa tambal ban di depan rumah. Kondisinya saat itu cukup menyedihkan. Bayangkan, beliau belum punya kompresor, jadi hanya mengandalkan pompa tangan buatan Cina Tiongkok. Ya, tentu saja itu sangat melelahkan.

Entah apa yang terjadi dengan ayah saya jika beliau dulu juga menerima jasa tambal ban truk kontainer. Continue Reading Ayah Saya Tukang Tambal Ban…

Rencana

July 19, 2014 at 1:49 pm | Posted in Sehari-hari | 33 Comments
Tags: , , ,

Saya merupakan tipe orang yang sangat senang membuat rencana. Padahal berdasarkan pengalaman sebelumnya, apa yang sudah saya rencakan dengan begitu asyiknya malah sering kali tidak terwujud.

Kenapa bisa begitu? Ternyata karena saya mudah tergoda untuk membuat rencana lainnya, sehingga kemudian tidak fokus dalam mengerjakan rencana-rencana yang sudah saya tetapkan sebelumnya.

Belajar dari hal itu, maka untuk saat ini saya mau berhenti dulu dalam membuat rencana. Mudah-mudahan saya bisa menahan diri dari godaan untuk membuat rencana baru. Rencana untuk melamar Herfiza Novianti misalnya. Continue Reading Rencana…

Kaya Tapi Sederhana

July 17, 2014 at 9:54 pm | Posted in Motivasi, Sehari-hari | 18 Comments
Tags: , , , , ,

Manusia selalu mencari dan terus mencari, melahap dan terus melahap, sampai lupa bahwa mereka memiliki batas.

Saya mau menceritakan sebuah kisah lama. Sebuah kisah yang sangat berkesan bagi saya, dan tampaknya selalu relevan untuk direnungkan pada berbagai zaman, termasuk zaman sekarang.

Tersebutlah seorang alim ulama bernama Nidzam Al-Mahmudi. Ia tinggal bersama keluarganya di sebuah gubuk kecil di pelosok desa. Meskipun hidupnya sangat sederhana, namun ia memiliki kekayaan yang berlimpah. Kekayaan itu ia dapat dari hasil usahanya. Ia mempunyai kebun berhektar-hektar, serta memiliki usaha perniagaan yang sangat sukses.

Di tengah kesederhanaan hidupnya, Nidzam Al-Mahmudi menjalani hidup dengan bahagia. Continue Reading Kaya Tapi Sederhana…

Orang Sombong

July 15, 2014 at 3:48 pm | Posted in Cerita dan Ulasan | 32 Comments
Tags: , ,

Saya menyukai banyak film Hollywood, tapi film yang paling saya sukai justru berasal dari Asia, yakni serial Return of The Condor Heroes (Yoko dan Bibi Lung), dan Kung Fu Hustle.

Dalam film Kung Fu Hustle, diceritakan, dua pengangguran bodoh bernama Sing (Stephen Chow) dan Bone (Lam Chi-chung) mendatangi sebuah kompleks rumah susun kumuh. Rumah susun tersebut merupakan kepunyaan sepasang suami istri konyol.

Sang suami adalah seorang lelaki yang takut kepada istrinya. Ia tampak lemah dan sering bertingkah laku cabul. Sementara sang istri adalah seorang perempuan yang galak dan semena-mena.

Kompleks rumah susun itu dihuni oleh kaum miskin, di antaranya adalah seorang kuli angkut, penjahit banci, dan pedagang mi. Seperti warga lainnya, ketiganya pun sering mendapat perlakuan sewenang-wenang dari suami-istri pemilik rusun. Namun, mereka tetap menjalani hidup di kompleks itu dengan damai. Continue Reading Orang Sombong…

Ini yang Perlu Dipikirkan Sebelum Jadi Penulis

July 13, 2014 at 11:12 am | Posted in Cerita dan Ulasan | 46 Comments
Tags: , , , ,

Sepertinya saat ini profesi penulis terdengar sangat seksi dan menarik. Banyak orang yang memutuskan untuk menjadi seorang penulis. Bahkan, banyak pula orang yang sudah mapan bekerja di perusahaan besar, tapi memutuskan resign untuk kemudian menjadi penulis penuh waktu.

Menulis tidak lagi dijadikan hobi, tapi dijadikan sebagai profesi utama untuk mencari nafkah.

Memang, menjadi penulis sepertinya terhormat sekali. Prestisenya tinggi. Para penulis dianggap sebagai orang yang cerdas. Tapi, jangan salah. Pandangan seperti itu biasanya ditujukan kepada para pekerja profesional yang menulis, bukan penulis profesional penuh waktu. Hal ini berbeda, dan kita harus bisa membedakan keduanya. Continue Reading Ini yang Perlu Dipikirkan Sebelum Jadi Penulis…

Mengapa Saya Menulis

July 10, 2014 at 2:55 pm | Posted in Sehari-hari | 59 Comments
Tags: , , , ,

Pada masa awal ngeblog, saya menulis dengan begitu cueknya. Berbagai kejadian tidak penting sering saya ceritakan di sini, misalnya merapikan tempat tidur, mencuci baju, menyapu halaman rumah, atau menata hati yang terserak.

Tapi kemudian ada masanya saya mulai peduli dengan tema tulisan yang saya buat. Pada masa itu, saya berusaha mati-matian untuk mengisi blog ini dengan konten yang mengandung kata kunci yang sedang populer.

Saya melakukannya tidak lain untuk meraup pengunjung sebanyak-banyaknya, serta untuk melesatkan ranking Alexa.

Cara lain yang saya lakukan adalah berkunjung ke banyak blog, membaca paragraf awal dan akhir dari postingan terbaru di sana, lalu meninggalkan komentar singkat dengan nada yang ceria, yang kadang-kadang tidak nyambung dengan isi postingan mereka. Continue Reading Mengapa Saya Menulis…

Meriung

July 8, 2014 at 10:10 am | Posted in Sehari-hari | 24 Comments
Tags: , , , ,

Beberapa hari yang lalu, salah satu teman kuliah saya iseng bikin group chat di Whatsapp, lalu mengumpulkan teman-teman satu angkatan ke dalam group chat tersebut. Tak disangka, teman-teman yang lain merasa antusias. Mungkin karena sudah lama tidak berkumpul, sebab setelah wisuda, kami semua sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Akhirnya group chat itu pun menjadi ramai. Kami asyik meriung di sana.

Kebetulan kampus saya adalah kampus yang kecil. Di kampus itu, kami mempelajari filsafat. Konon kampus kami kurang diminati, jadi mahasiswanya pun sangat sedikit. Angkatan saya sendiri jumlahnya kurang dari 40 mahasiswa.

Kami sering dianggap tidak biasa oleh teman-teman dari fakultas lain. Ada yang bilang cara berpikir kami ribet, nggak jelas, dan tulisan kami sulit dipahami. Tak hanya itu, ada juga yang menganggap kami terlalu dekat dengan atheis, komunis, serta paham-paham “kiri” lainnya. Dan yang lebih parah, ada yang menganggap kami rentan gila. Continue Reading Meriung…

Next Page »

Create a free website or blog at WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,816 other followers