Kak

Salah satu pembaca buku saya (perempuan) bertanya melalui e-mail, “Kak, gimana sih caranya supaya bisa rajin ngeblog? Supaya blog kita keisi terus?”

Jujur, pertanyaan itu membuat saya malu dan tersipu-sipu.

Pertama, karena saya dipanggil “Kak”.

Entah kenapa, sebutan itu sangat berkesan di benak saya. Mungkin bagi kalian biasa-biasa saja, tapi bagi saya tidak. Saat dipanggil “Kak”, rasanya saya jadi begitu hebat (kecuali kalau yang manggil Mas CumiLebay). Continue reading ‘Kak’

Terdesak

Selama ini mungkin Anda punya saudara, kerabat, atau teman yang punya kebiasaan seperti ini: saat kita sudah siap berangkat untuk suatu acara bepergian, saudara atau teman kita itu masih belum siap dan masih sibuk menyiapkan barang-barang yang akan ia bawa.

Akhirnya kita pun terpaksa menunggunya. Ada saja satu-dua barang yang tertinggal sehingga ia harus bolak-balik masuk ke rumah.

Umumnya kita akan merasa kesal, lantas menggerutu, “Kenapa nggak (disiapkan) dari tadi, sih?” Continue reading ‘Terdesak’

Istri yang Pas

Tahun 2006, seorang penulis yang tidak banyak dikenal mendadak meramaikan dunia kesusastraan. Dialah Ben Fountain. Ia menulis kumpulan cerpen yang diberinya judul Brief Encounters with Che Guevara.

Karyanya itu menuai banyak pujian. Times Book Review menyebutnya “menyentuh hati”. Buku tersebut kemudian memenangkan penghargaan Hemingway Foundation/PEN dan menjadi No. 1 Book Sense Pick.

Tidak berhenti sampai di situ, Brief Encounters with Che Guevara juga dianggap sebagai salah satu buku terbaik pada tahun terbitnya oleh Chronicle San Francisco, Tribune Chicago, dan Kirkus Reviews. Buku itu pun masuk dalam daftar buku laris regional. Continue reading ‘Istri yang Pas’

Akal Budi Lain

Saat sedang blogwalking, postingan yang sifatnya personal menjadi bacaan favorit saya. Misalnya cerita tentang keseharian, curahan hati, pekerjaan, dan sebagainya.

Bagi penulisnya, cerita-cerita seperti itu mungkin “nggak banget” dan “nggak penting”. Tapi bagi saya, justru sangat menarik. Dan percayalah, yang tidak penting itu sering kali memiliki penggemarnya tersendiri.

Dari membaca tulisan personal semacam itu, saya jadi tahu tentang berbagai macam kesan dan pengalaman si penulis. Juga tentang kebiasaan atau keseharian mereka yang berbeda dengan dunia saya.

Barangkali seperti ibu-ibu yang suka menonton acara infotainment. Continue reading ‘Akal Budi Lain’

Menata Ulang

Halo!

Wah, sudah lama banget saya nggak ngeblog.

Akhir-akhir ini pekerjaan saya begitu menumpuk, dan hal itu membuat saya malas menyentuh blog. Saat itu saya berpikir, jika absen ngeblog, saya bisa fokus untuk mencicil pekerjaan.

Tapi, ternyata saya keliru.

Meskipun absen ngeblog, kenyataannya saya tidak lantas memanfaatkan waktu yang ada untuk mengerjakan pekerjaan yang menumpuk itu. Continue reading ‘Menata Ulang’

Helm

Sepeda motor yang saya kendarai melaju dengan stabil. Saya memang sengaja menjaga kecepatan, tidak terlalu pelan, juga tidak terlalu kencang. Begitulah cara saya menikmati perjalanan.

Lagi pula saya memang tidak mau terburu-buru. Kita tahu, terburu-buru membuat kita jadi mudah melakukan kebodohan-kebodohan.

Jalanan yang saya lewati cukup ramai. Ada mobil barang, bus, truk berukuran sedang, dan ada pula truk gandeng. Maklum, itu adalah jalan lintas provinsi.

Tiba-tiba, sebuah sepeda motor sport menyalip saya, dinaiki oleh sepasang muda-mudi. Si perempuan berada di belakang, memegang erat pinggang lelaki di depannya dengan mesra. Continue reading ‘Helm’

[Resensi Buku] Jejak Tinju Pak Kiai

Jejak Tinju Pak KiaiDikisahkan, seorang kiai sedang asyik menonton pertandingan tinju bersama santri-santrinya. Itu adalah pertandingan besar. Disebut-sebut sebagai pertandingan tinju terbaik sepanjang masa. George Foreman melawan Muhammad Ali.

Pak Kiai sangat bersemangat dalam menonton pertandingan akbar itu. Ia terus bersorak-sorai. Teriakannya terdengar hingga ke seluruh asrama di pesantrennya. Sebaliknya, para santri tampak salah tingkah.

Setiap kali Muhammad Ali kena tonjok, Pak Kiai sontak bersorak. Para santri seperti turut merasakan rasa sakit yang dialami Ali, terlebih saat mendengar teriakan Pak Kiai. Tentu hati mereka panas, tapi mereka terpaksa menahan diri. Continue reading ‘[Resensi Buku] Jejak Tinju Pak Kiai’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,959 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,959 other followers