Diskusi Partai di Atas Ranjang

June 4, 2014 at 7:34 pm | Posted in Cerpen | 17 Comments
Tags: , , ,

Malam semakin larut, namun kamar tidur yang ditempati pasangan muda itu masih terang. Sang suami tampak sibuk mengetik di meja kerjanya, sementara sang istri asyik membaca majalah di tempat tidur. Sayup-sayup terdengar alunan musik orkestra yang keluar dari radio tape di pojok kamar.

Tidak lama kemudian, si lelaki selesai mengerjakan pekerjaannya. Ia merenggangkan tubuhnya sejenak, lalu melirik ke istrinya.

“Betapa cantiknya,” si lelaki membatin.

Setelah menutup laptop, sang suami pelan-pelan menghampiri ranjang. Ia membelai lembut pipi istrinya. Wangi rambut sang istri membuat dirinya semakin bergairah.

“Mah, mau PPP, dong,” ujar sang suami, tersenyum nakal.

Sang istri melirik sang suami. “PPP?”

“Itu… Pegang Punya Papah.”

Sang istri menutup mulutnya. Pundaknya tampak berguncang menahan tawa. “Ih, si Papah…,” ujarnya dengan wajah merona. “Tapi jangan lupa PDIP, Pah. Pemanasan Dulu Itu Penting.”

“Iyalah, Mah,” sahut sang Suami. “Kan biar nggak NasDem. Punya Papah udah paNas, punya Mamah masih aDem.”

“Habisnya Papah Golkar. Baru disengGol, udah meKar,” sahut sang Istri, gemas.

Sang suami terkekeh pelan. Bibirnya mendekat ke telinga sang istri, lalu berbisik, “Makanya PKPI, dong, Mah. Pas Kepengen, Papah Ingetin.”

“Ssshhh…,” sang istri mendesis pelan. Matanya terpejam, menikmati embusan hangat di sekitar telinganya. “Matiin dulu lampunya, Pah.”

Sang suami melompat turun dari ranjang, lalu menekan saklar lampu. Seketika kamar pun menjadi gelap. Hanya ada sedikit cahaya bulan yang menelusup lewat sela-sela jendela. Harum aroma terapi yang menguar dari pewangi di sisi meja membuat suasana di ruangan itu semakin romantis.

Dengan sigap, sang suami kembali menghampiri istrinya. Napasnya begitu menggebu-gebu.

“PPP…. Pelan-Pelan, Pah,” sang istri berbisik.

“Papah kan Bulan Bintang. Sudah seBulan Bisa Tanggung.”

“Iya, deh…,” kata sang Istri. Ia menatap mata suaminya lekat-lekat. “Mamah juga Gerindra. Gelisah dan Rindu Mendera.”

Dalam hitungan detik, mereka pun segera terlibat pergumulan yang panas.

Beberapa lama kemudian….

“Woowww…,” sang istri berseru girang. “Papah Demokrat, deh! Desakan Papah Membuat Orang sekarat. Pokoknya PKB! Papah Kuat Banget!”

Sang suami hanya tersenyum sambil berusaha mengatur napasnya. Ia tidak berkata apa-apa. Tampak peluh menghiasi wajahnya. Suhu kamar mendadak terasa begitu panas.

Sementara itu, di langit, bulan tampak tersenyum malu-malu.

*) Dikopi dengan perubahan seperlunya dari status Facebook beberapa teman.

About these ads

17 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. hihihi :mrgreen:

  2. Astaghfirullah.. *kibas kerudung* *tutup muka* *maluuuu* :p

    • *tutup muka pake sarung

  3. Ini mesti TPS sudah pindah ke ranjang terdekat… Mari dicoblos #lho?

  4. Tujubelasples

    • Sebenarnya duasatuples….

  5. Ck Ck Ck
    Ta disangkah tak dinyanah, lucu sih tapi ini humor 21th ke atas, he he he

  6. Hiyaaaaa..da pengen kawin ya Bung???ntar bilangin Mami loh…

    • Kagaklah mas, ini cuma cerita doang :))

  7. :) terhanyut bacanya.. Hahaa. Bagus

    • Berhubung usiamu sudah 21 plus, jadi aman :D

  8. […] Diskusi Partai di Atas Ranjang […]

  9. Ah ….. jadi gerah :-)

  10. […] Diskusi Partai di Atas Ranjang […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,817 other followers

%d bloggers like this: