Cabe-cabean

May 31, 2014 at 2:41 pm | Posted in Sehari-hari | 36 Comments
Tags: , ,

Beberapa hari yang lalu, saya makan malam di warung makan dekat kos. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Jalanan sudah sepi. Sepertinya penduduk sekitar sudah terlelap di kasur masing-masing. Atau mungkin masih terjaga, tapi sedang bercinta bersantai di dalam rumah yang hangat dan nyaman.

Saya menikmati makan malam dengan begitu khusyuk. Nasi telur bumbu cabai yang saya lahap saat itu terasa begitu enak. Mungkin karena saya sedang lapar.

Tiba-tiba, saya dikejutkan oleh kehadiran sekelompok remaja putri berpakaian seksi. Paras mereka tidak bisa dibilang cantik, tapi mereka begitu percaya diri memakai pakaian yang terbuka di sana-sini.

Semuanya memakai kaus ketat mini, serta celana denim yang sangat pendek. Seberapa pendek? Cuma sampai beberapa sentimeter di bawah pangkal paha. Entahlah, saat itu saya tidak berhasil menemukan penggaris untuk mengukurnya.

Saya rasa mereka semua masih bocah. Itu tampak dari wajah mereka yang masih unyu dan polos, serta tubuh mereka yang mungil.

Mungkin ini yang sering disebut dengan cabe-cabean,” pikir saya.

Selama ini saya sudah lumayan sering dengar istilah itu, tapi belum pernah melihatnya secara langsung. Baru kali itulah saya melihat cabe-cabean dengan mata kepala sendiri, tidak lewat layar televisi.

Setelah membeli beberapa bungkus es jeruk, para remaja putri itu pergi sambil berbincang heboh. Rupanya mereka menuju ke gerombolan yang sedang berkumpul tidak jauh dari warung. Saya perhatikan, di sana ada beberapa cowok muda dengan sepeda motor mereka.

Saya lumayan shock. Dengan pakaian seperti itu, apa para remaja putri ini tidak takut dilecehkan? Terlebih mereka berkumpul dengan cowok yang dari segi usia tentunya belum bisa berpikir panjang.

Jika para cowok itu kurang berpendidikan dan terbiasa dengan pergaulan yang bebas, tentu para remaja putri ini rentan terkena pelecehan. Apalagi jika kesempatan untuk itu terbuka lebar.

Ini mengerikan, sekaligus menyedihkan.

Saya cuma bisa berharap, semoga cabe-cabean itu baik-baik saja. Semoga mereka segera sadar, dan kemudian bisa berperilaku seperti remaja putri pada umumnya.

About these ads

36 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Sayang sekali mas dit ga sempat foto mereka… hehe

    • hahahha ngareppp si uda :D

    • Pas itu lagi nggak bawa kamera :p

  2. Kalo mamak ku tau aku berpakaian begitu *meski aku uda ngga pantes lagi dibilang unyu* pasti tanpa banyak bicara beliau sabet aku pake tali pinggang atau rotan.. :p Lha dulu aku pake celana sedengkul aja habis diomelin, apalagi segitu..

    Semoga mereka segera disadarkan tanpa harus mengalami kejadian yang menyedihkan. Amiiiiin..

    • Mama kamu keren! :D

      Amiin….

  3. Mereka ga tau kali kalau masa muda itu sudah lewat, ga bisa dijemput kembali.
    *ga masuk angin apa ya?

    • Nah!

      Mungkin mereka rutin minum jamu tolak angin mbak, hehe….

  4. Wooo… itu mesti pintu rumah mereka nggak digembok selepas jam sembilan malem … :|

    • Bisa jadi.. bisa jadi… :D

  5. Aamiin .. belum pernah lihat langsung nih cabe cabean :P

    • Wah, sayang sekali, Mbak :p

  6. Sungguh kasihan orang tuanya

  7. Aku belum pernah ketemu cabe-cabean, tapi nggak pengen juga. Pengennya ketemu tante-tantean yang semodel Sophia Latjuba. =D

    • Wah, kalau itu sih aku juga mau, wakaka…

  8. Hiiiiii… Semoga mereka nggak kenapa-kenapa huhuhu

  9. Moga mereka taubat deh dan dikasih hidayah …

  10. di jogja itu, mas?
    *kepo menyelidik

    • Iya, di Jogja. Tepatnya di daerah condong catur :D

  11. Wah sayang nih gak ada fotonya~ coba kalo ada, pasti…

    • Sengaja nggak pakai foto supaya bikin penasaran :D

  12. sy pernah nonton di TV, kyk acara apa ya investigasi kali ya..jadi si cabe2an itu di wawancarai, dengan muka dan suasana sengaja digelapkan krn supaya ga ketahuan muka, dan suaranya pun di model “robot”..nah dari jawaban2 si cabe2an itu..

    mereka malah enjoy2 dan ketawa2 kayak ga ada beban..kasihan sebenarnya..pas ditanya apa ortunya ga marah? dia jawab, sering banget dimarahin..tp diam2 mereka kabur klo malam, terus pas pulang..ya di marahin abis2an..tp diulang2 lagi..katanya ada kebanggan khusus bisa dekat dengan geng motor balap itu..termasuk dari sebagian mereka dijadiin taruhan ajang balap…

    • Edan, ya…. *geleng-geleng kepala

  13. mungkin mereka belum bisa membayangkan akibat buruknya…

  14. semua dimulai dari kelompok terkecil yaitu keluarga, semoga para keluarga lebih memperhatikan anggotanya… sedih membayangkannya, apalagi saya juga punya anak cw…

    • Iya, Sob. Saya yg baru punya keponakan cewek aja juga sedih….

  15. Mas, cabe2an nya di foto dong hehehe. Kadang cabe2an itu mmg sengaja pingin di lecehkan oleh para pria itu :-)

  16. wah sayange ga ada potonya :P

  17. aamiiin…#miris banget mas….:(

  18. Tau ga Bung Cabe-cabean itu artinya apa???
    Ca-be = Cakep tapi Bego..
    itu istilah anak2 motor yang suka balapan liar..jadi anak2 perempuan itu sering dipakai buat bahan taruhan balapan liar..yang menang dapet tuh Cabe2an..bisa diajak apa aja termasuk diajak ngamar..kadang tanpa harus balapan asal punya motor yang agak keren ato tampang yang lumayan bisa ajak mereka buat dipake..itu sebabnya mereka dibilang cakep tapi bego alias Cabe2an..walau kebanyakan ga cekap2 amat..
    #miris

    • Begitulah, bikin miris….

  19. […] Cabe-cabean […]

  20. jaman mulai edan nih -_-


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,815 other followers

%d bloggers like this: