Cabe-cabean

Beberapa hari yang lalu, saya makan malam di warung makan dekat kos. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Jalanan sudah sepi. Sepertinya penduduk sekitar sudah terlelap di kasur masing-masing. Atau mungkin masih terjaga, tapi sedang bercinta bersantai di dalam rumah yang hangat dan nyaman.

Saya menikmati makan malam dengan begitu khusyuk. Nasi telur bumbu cabai yang saya lahap saat itu terasa begitu enak. Mungkin karena saya sedang lapar.

Tiba-tiba, saya dikejutkan oleh kehadiran sekelompok remaja putri berpakaian seksi. Paras mereka tidak bisa dibilang cantik, tapi mereka begitu percaya diri memakai pakaian yang terbuka di sana-sini.

Semuanya memakai kaus ketat mini, serta celana denim yang sangat pendek. Seberapa pendek? Cuma sampai beberapa sentimeter di bawah pangkal paha. Entahlah, saat itu saya tidak berhasil menemukan penggaris untuk mengukurnya.

Saya rasa mereka semua masih bocah. Itu tampak dari wajah mereka yang masih unyu dan polos, serta tubuh mereka yang mungil.

Mungkin ini yang sering disebut dengan cabe-cabean,” pikir saya.

Selama ini saya sudah lumayan sering dengar istilah itu, tapi belum pernah melihatnya secara langsung. Baru kali itulah saya melihat cabe-cabean dengan mata kepala sendiri, tidak lewat layar televisi.

Setelah membeli beberapa bungkus es jeruk, para remaja putri itu pergi sambil berbincang heboh. Rupanya mereka menuju ke gerombolan yang sedang berkumpul tidak jauh dari warung. Saya perhatikan, di sana ada beberapa cowok muda dengan sepeda motor mereka.

Saya lumayan shock. Dengan pakaian seperti itu, apa para remaja putri ini tidak takut dilecehkan? Terlebih mereka berkumpul dengan cowok yang dari segi usia tentunya belum bisa berpikir panjang.

Jika para cowok itu kurang berpendidikan dan terbiasa dengan pergaulan yang bebas, tentu para remaja putri ini rentan terkena pelecehan. Apalagi jika kesempatan untuk itu terbuka lebar.

Ini mengerikan, sekaligus menyedihkan.

Saya cuma bisa berharap, semoga cabe-cabean itu baik-baik saja. Semoga mereka segera sadar, dan kemudian bisa berperilaku seperti remaja putri pada umumnya.

About these ads

36 Responses to “Cabe-cabean”


  1. 1 hijriyan May 31, 2014 at 4:39 pm

    Sayang sekali mas dit ga sempat foto mereka… hehe

  2. 4 Beby May 31, 2014 at 5:51 pm

    Kalo mamak ku tau aku berpakaian begitu *meski aku uda ngga pantes lagi dibilang unyu* pasti tanpa banyak bicara beliau sabet aku pake tali pinggang atau rotan.. :p Lha dulu aku pake celana sedengkul aja habis diomelin, apalagi segitu..

    Semoga mereka segera disadarkan tanpa harus mengalami kejadian yang menyedihkan. Amiiiiin..

  3. 6 ysalma May 31, 2014 at 8:14 pm

    Mereka ga tau kali kalau masa muda itu sudah lewat, ga bisa dijemput kembali.
    *ga masuk angin apa ya?

  4. 8 mawi wijna May 31, 2014 at 8:17 pm

    Wooo… itu mesti pintu rumah mereka nggak digembok selepas jam sembilan malem … :|

  5. 10 duniaely May 31, 2014 at 10:08 pm

    Aamiin .. belum pernah lihat langsung nih cabe cabean :P

  6. 12 Nunu El Fasa June 1, 2014 at 12:03 am

    Sungguh kasihan orang tuanya

  7. 14 nuel June 1, 2014 at 3:57 am

    Aku belum pernah ketemu cabe-cabean, tapi nggak pengen juga. Pengennya ketemu tante-tantean yang semodel Sophia Latjuba. =D

  8. 16 Una June 1, 2014 at 8:47 am

    Hiiiiii… Semoga mereka nggak kenapa-kenapa huhuhu

  9. 18 Gusti 'ajo' Ramli June 1, 2014 at 12:57 pm

    Moga mereka taubat deh dan dikasih hidayah …

  10. 20 aqied June 1, 2014 at 1:33 pm

    di jogja itu, mas?
    *kepo menyelidik

  11. 22 Muhammad Hendra June 1, 2014 at 6:24 pm

    Wah sayang nih gak ada fotonya~ coba kalo ada, pasti…

  12. 24 Danni Moring June 1, 2014 at 7:34 pm

    sy pernah nonton di TV, kyk acara apa ya investigasi kali ya..jadi si cabe2an itu di wawancarai, dengan muka dan suasana sengaja digelapkan krn supaya ga ketahuan muka, dan suaranya pun di model “robot”..nah dari jawaban2 si cabe2an itu..

    mereka malah enjoy2 dan ketawa2 kayak ga ada beban..kasihan sebenarnya..pas ditanya apa ortunya ga marah? dia jawab, sering banget dimarahin..tp diam2 mereka kabur klo malam, terus pas pulang..ya di marahin abis2an..tp diulang2 lagi..katanya ada kebanggan khusus bisa dekat dengan geng motor balap itu..termasuk dari sebagian mereka dijadiin taruhan ajang balap…

  13. 26 Ni Made Sri Andani June 1, 2014 at 11:58 pm

    mungkin mereka belum bisa membayangkan akibat buruknya…

  14. 28 Chandra Iman June 2, 2014 at 11:45 am

    semua dimulai dari kelompok terkecil yaitu keluarga, semoga para keluarga lebih memperhatikan anggotanya… sedih membayangkannya, apalagi saya juga punya anak cw…

  15. 30 cumilebay.com June 2, 2014 at 11:28 pm

    Mas, cabe2an nya di foto dong hehehe. Kadang cabe2an itu mmg sengaja pingin di lecehkan oleh para pria itu :-)

  16. 31 ochimkediri June 3, 2014 at 8:14 am

    wah sayange ga ada potonya :P

  17. 32 catatanrinagahayu June 4, 2014 at 9:53 pm

    aamiiin…#miris banget mas….:(

  18. 33 Andri Widodo June 6, 2014 at 3:53 pm

    Tau ga Bung Cabe-cabean itu artinya apa???
    Ca-be = Cakep tapi Bego..
    itu istilah anak2 motor yang suka balapan liar..jadi anak2 perempuan itu sering dipakai buat bahan taruhan balapan liar..yang menang dapet tuh Cabe2an..bisa diajak apa aja termasuk diajak ngamar..kadang tanpa harus balapan asal punya motor yang agak keren ato tampang yang lumayan bisa ajak mereka buat dipake..itu sebabnya mereka dibilang cakep tapi bego alias Cabe2an..walau kebanyakan ga cekap2 amat..
    #miris

  19. 35 Hafidh June 10, 2014 at 12:07 am

    jaman mulai edan nih -_-


  1. 1 Artikel Lainnya | Dibaca Yuk Sambil Seruput Kopinya | Alvi Punya Cerita Trackback on June 9, 2014 at 9:32 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,835 other followers

Selamat Datang!

Buku Saya

Sampul_

Kategori

Twitter

Arsip


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,835 other followers

%d bloggers like this: