Menjelek-jelekkan Orang Lain di Belakang

Kadang-kadang saya merasa bahwa saya ini termasuk tipe orang yang senang menjalin persahabatan dengan siapa saja. Meski demikian, sebenarnya sih saya suka memilih-milih teman, khususnya teman akrab.

Kalau sekadar teman biasa, saya punya banyak. Tapi kalau untuk teman dekat, saya suka pilih-pilih.

Bukan apa-apa, waktu yang kita punya dalam satu hari sangatlah terbatas, kurang lebih 24 jam. Itu pun harus dibagi dengan tidur, istirahat, bekerja, belajar, dan sebagainya. Bagaimana mungkin kita mau menghabiskan waktu kita yang sangat terbatas itu bersama teman-teman yang karakternya negatif?

Nah, salah satu tipe orang yang sering saya hindari dalam pergaulan adalah mereka yang suka menjelek-jelekkan orang lain di belakang.

Mereka ini punya ciri yang khas, yakni mudah menceritakan kejelekan orang lain, namun tidak mampu memberikan fakta yang akurat. Sering kali hanya berdasarkan bayangan negatifnya. Apa yang mereka ungkapkan kebanyakan hanya cerita yang penuh dengan kedengkian.

Mungkin menjelek-jelekkan orang lain merupakan cara mereka untuk menjadi bahagia. Kalau benar begitu, maka mereka ini benar-benar menyedihkan.

Jika saya terlalu sering berkumpul dengan mereka, bisa-bisa saya jadi suka menjelek-jelekkan orang lain di belakang juga. Bahkan mungkin saya bisa termakan fitnahnya, dan akhirnya hanya karena fitnah itu jadi membenci seseorang yang sebenarnya tidak bersalah.

Saya rasa orang yang suka menjelek-jelekkan orang lain ini default otaknya memang sudah negatif. Jadi, siapa pun bisa menjadi korbannya, termasuk saya sendiri. Karena itulah saya lebih memilih jauh-jauh darinya.

Sebab, kalau saya terlalu akrab dengannya, suatu saat nanti ketika saya sedang tidak sependapat dengannya, bisa-bisa saya yang dijelek-jelekkan olehnya di belakang saya.

Jadi lebih baik saya menghindar saja, lantas berkumpul dengan orang lain yang lebih positif.

About these ads

31 Responses to “Menjelek-jelekkan Orang Lain di Belakang”


  1. 1 nuel May 24, 2014 at 12:10 pm

    Ini pertama kali bingung mau komentar apa… >_<

  2. 3 ysalma May 24, 2014 at 4:37 pm

    Berarti benar pepatah yang mengatakan,
    berteman dengan penjual minyak wangi akan ikut kecipratan wanginya,
    pinter-pinterlah memilih wewangian yang boleh nempel di badan kita :D

  3. 5 Hafidh May 24, 2014 at 7:41 pm

    Wah bener mas, jangan ikut ikutan membicarakan kejelekan orang di belakang kalau kita tak ingin bernasib sama seperti itu juga, yaitu dijelekkkan orang dari belakang. Rasanya itu seperti ditusuk dari belakang. ^_^

  4. 7 arip May 24, 2014 at 8:17 pm

    Huuh bener, mereka juga pasti suatu saat pernah ngomongin kejelekan kita di belakang.

  5. 9 Koran Gadget May 24, 2014 at 10:45 pm

    dosa gan menjelek-jelekkan orang lain, apalagi dibelakang..
    saya rasa kalo emang jelek sih, ya wajar-wajar aja :v

  6. 11 Beby May 25, 2014 at 6:45 am

    Aku pribadi suka kejebak sih Bang, dalam situasi ini. Apalagi kalo nemu temen yang doyan gosip, rasanya.. nggggg.. mau gosip jugak.. -_-

    Jadi emang bener kalo memilih temen itu wajib hukumnya.

  7. 13 sunandar May 25, 2014 at 7:04 am

    ya lebih baik begitu sih gan, ngapain main sama orang2 negatif. malah yg ada hidup kita jadi ga bener.. saya juga mencari temen akrab pilih-pilih temen sama kaya mas :D

  8. 15 Aisah K May 25, 2014 at 9:36 am

    haha setuju banget sama kata2
    “Mungkin menjelek-jelekkan orang lain merupakan cara mereka untuk menjadi bahagia. Kalau benar begitu, maka mereka ini benar-benar menyedihkan”

    memang sepertinya orang2 seperti itu punya penyakit yg tidak disadari… karena logikanya apa enaknya jelek2in orang? apalagi orang itu ga punya masalah apa2 sama kita
    orang2 sakit seperti ini ada dimana2, ga dikampung ga diperumahan
    konyolnya sesama penggosip ini biasanya saling menjelekan juga heehee

  9. 17 dyazafryan May 25, 2014 at 10:41 am

    kadang mereka juga enggak sadar sedang dijelek2kan juga oleh orang lain dari belakang.. :D

  10. 20 Chandra Iman May 26, 2014 at 10:00 am

    yup mending sama yang positif saja :) malah menjauhi mereka kita yang untung :)

  11. 22 Akhmad Muhaimin Azzet May 26, 2014 at 10:48 am

    Menjelek-jelekkan orang lain termasuk penyakit. Bila ada yang demikian, lebih baik kita ingatkan. Bila tidak bisa, menghindar adalah cara terbaik agar tidak tertular.

  12. 24 mawi wijna May 27, 2014 at 4:54 pm

    Mirip seperti ciri kesatu manusia Indonesia yang diungkapkan oleh Pak Mochtar Lubis dalam bukunya “Manusia Indonesia”: Hipokritis alias Mu-na-fik :p

  13. 26 cumilebay.com May 28, 2014 at 11:41 am

    Hadeh banyak banget nich teman kayak gini tapi kalo gw dah kebal … cuekin aja dibikin wolessss

  14. 28 Rahad May 28, 2014 at 12:56 pm

    Agak susah sih ya kalo lingkungan pergaulannya gitu
    Di sekolah dulu paling obrolannya bola sama ejek ejekan. Dan menurut gue lebih enak diejek di depan langsung drpd di ejek2 di belakang

  15. 30 Nunu El Fasa May 30, 2014 at 2:08 pm

    Lebih baik waktu dihabiskan untuk qualitu time dengan keluarga ya dit

  16. 31 Pypy June 5, 2014 at 11:27 am

    Pokoknya org yang suka nyeritain org lain depan kita pasti suatu saat nanti juga akan senang ngomongin kita didepan orang lain.. Betul? Maka dari itu hindarilah..hindarilahh :)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,867 other followers

Selamat Datang!

Buku Saya

Sampul_
Indonesia Sehari-hari2
25 pesan Rasul Sehari-hari

Kategori

Twitter

Arsip


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,867 other followers

%d bloggers like this: