Kesempatan dan Kejahatan

Beberapa hari yang lalu keluarga besar saya berkumpul dalam sebuah acara syukuran di kafe milik salah satu saudara. Sayang saya tidak bisa ikut, sebab harus menyelesaikan pekerjaan di kos. Tapi, saya dapat banyak cerita dari ibu saya. Beliau bercerita dengan heboh. Selain karena acaranya mengasyikkan, juga karena pada acara itu keponakan saya kehilangan tabletnya.

Ceritanya begini. Di tengah acara tersebut, keponakan saya (kelas 3 SD) asyik bermain game di tabletnya bersama saudara yang lain. Pada sebuah kesempatan, rombongan anak yang bermain game itu bubar, berpindah ke tempat lain untuk memainkan permainan yang lain. Kita tahu, anak-anak memang sering begini.

Keponakan saya mengikuti rombongan itu dan meninggalkan tabletnya begitu saja di meja kafe. Sampai di sini, kesialan pun terjadi. Ketika keponakan saya kembali ke mejanya tadi, tabletnya sudah raib.

Pengunjung kafe saat itu tidak hanya keluarga besar kami, tapi juga tamu lain yang tidak kami kenal. Mungkin salah satu di antara mereka telah mengambil tablet milik keponakan saya.

Tentu saja keponakan saya kena marah, terutama oleh bundanya. Tidak hanya itu, anggota keluarga yang lain turut menyalahkannya. Ketika mendengar berita ini, spontan saya pun menyalahkannya. Saya tidak habis pikir,kenapa ia begitu ceroboh meninggalkan tabletnya di sembarang tempat.

Tapi kemudian saya berpikir satu hal.

Bukankah tablet itu hilang karena dicuri? Lalu kenapa justru keponakan saya yang disalahkan, bukan pencurinya?

Dalam kondisi yang menjengkelkan, kita memang cenderung senang mencari pihak yang bisa disalahkan, seolah-olah hal itu membuat kita lebih tenang.

Jelas bahwa si pencuri memang salah. Tapi, kita kesulitan untuk menyalahkannya secara langsung, atau mungkin tidak berani. Dan karena itulah kita lebih memilih untuk mencari pihak lain yang lebih mudah disalahkan. Sayangnya pihak itu adalah si korban.

Dalam kasus yang lebih berat, barangkali hal ini juga terjadi pada kasus pelecehan seksual perempuan seksi, di mana yang cenderung disalahkan adalah si pihak perempuan. Padahal, yang jelas salah adalah si pelaku pelecehan bersama otak kotornya.

Yah, seperti kata Bang Napi, kejahatan bisa terjadi karena adanya kesempatan. Dan di tengah kondisi di mana penegakan peraturan begitu loyo seperti saat ini, kita tidak boleh membiarkan kesempatan itu terbuka.

About these ads

23 Responses to “Kesempatan dan Kejahatan”


  1. 1 Nunu El Fasa May 21, 2014 at 6:35 am

    Keponakannya umur berapa mas? Kalau anak2 ya kasihan dong mas. Saya tahu bagaimana anak teman saya masih dibawah TK juga seperti itu ketika kami perjalanan bareng di kereta bahkan dibawa2 sampai pindah ke tempat duduk. Tapi sekali lagi, yang patut dipertanyakan adalah pemberi tanggung jawab. Meski dipegangi tetap kendali di orang tua, anak2 tak bisa dibiarkan begitu saja karena kita tahu anak2 masih belum mengerti arti tanggung jawab.

    • 2 Ditter May 23, 2014 at 5:47 am

      Kalau nggak salah umur 8 tahun. Marahinnya lebih ke nasihat kok mbak, hehe…

      Iya, memang si pemberi tanggung jawab pun harus ikut bertanggung jawab juga :)

  2. 3 aqied May 21, 2014 at 7:51 am

    kalau kejadian yg saya alami justru sebaliknya, mas.
    pas ad acara di UC UGM (Ruang Bulaksumur), salah satu pengisi acara ad yg ninggalin iphone 5s nya di meja pemateri di depan. pdhl acara sudah selesai dan peserta sliwar sliwer n ramai pd foto2. saya aja liatnya ngeri ad ipon tergeletak gitu. lumayan rada lama smp pemiliknya balik lagi n nyari2. alhamdulillah tetep ad disitu.
    saya ngeliat sendiri kejadian kaya gitu di tempet yg sama pd acara yg berbeda dan org2 yg berbeda.

  3. 5 Chandra Iman May 21, 2014 at 9:33 am

    hal yang terjadi tidak akan bisa diulang

    kalo saya sih akan berkata relakan saja dan move on

    karena walaupun disalahkan barang yang hilang tidak akan kembali

    dan juga memberihatu untuk lain kali jangan diulangi lagi kesalahan yang sama :)

  4. 7 bimbingan belajar May 21, 2014 at 11:23 am

    yah namanya manu sia ada baiknya ada juga jahatnya tidak semua manusi sempurna. mungkin belum rezejkinya . ya ikhlaskan saja toh nanti akan ada yang membalasnya

  5. 9 opexbaft May 21, 2014 at 1:24 pm

    kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelaku, tapi karena ada pelakunya. jika tidak ada pelakunya, tidak akan ada kejahatan :D

  6. 11 ysalma May 21, 2014 at 5:17 pm

    saya sebagai emak, jujur juga seperti itu, marah dulu baru mikir *jadi malu,
    kejadian tersebut sebuah pelajaran berharga bagi sang ponakan untuk lebih peduli terhadap tanggung jawab yang dia emban,
    *pencurinya sudah berjiwa pencuri itu, lha kan acara keluarga, pasti rame,
    ga mikir kalau pas ngambil ketahuan gimana gitu?

  7. 13 Beby May 21, 2014 at 7:55 pm

    Pernah ngalamiiiin.. :(
    Kalo yang anaknya sensi kayak aku, bisa yang sampe doooown kali gitu, Bang.

  8. 16 nuellubis May 22, 2014 at 9:33 am

    Kita tak boleh membiarkan kesempatan itu terbuka. Maka dari itu, buat para cewek, jangan biarkan tubuh kalian terbuka dan dinikmati kaum adam. Was-waslah, was-waslah. Hahaha

    #ngasal

  9. 19 Pypy May 22, 2014 at 11:36 am

    Memang musti hati2.. Kejahatan bukan cuma niat tp karna kesempatan.. :D gitu kata bang napi :D

  10. 21 mawi wijna May 26, 2014 at 6:14 am

    Mencari “siapa yang salah” itu kan sebenarnya hanya bagian dari pembelaan untuk mengobati kejengkelan. Sebenarnya, suatu peristiwa bisa terjadi itu kan dikarenakan rentetan sebab-akibat. Kalau misalnya kita mau memahami rentetan sebab-akibat mungkin kita bakal lebih ikhlas dalam menerima musibah.


  1. 1 Buku Aktivitas | Catatan gado-gado Trackback on May 22, 2014 at 12:10 pm
  2. 2 Cabe-cabean | Catatan gado-gado Trackback on May 31, 2014 at 2:41 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,866 other followers

Selamat Datang!

Buku Saya

Sampul_
Indonesia Sehari-hari2
25 pesan Rasul Sehari-hari

Kategori

Twitter

Arsip


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,866 other followers

%d bloggers like this: