Adu Menulis: Michan VS Alex

Kemarin (11/5) pas buka Twitter, saya baca info menarik. Ternyata Michan dan Alex lagi “iseng” battle menulis menggunakan teknik freewriting, yakni menulis cepat, bebas, dan lepas. Akun Gagas Media melaporkan battle tersebut dengan hashtag editorVSpenulis.

Bagi yang belum kenal keduanya, Michan ini memang seorang editor di penerbit Gagas Media. Saya sudah baca beberapa buku yang disunting oleh Kak Michan, dan juga pernah mewawancarainya di sini.

Sementara untuk Alex, setahu saya dia ini selebtwit yang juga penulis —atau mungkin sebaliknya. Selebihnya, saya tidak begitu tahu, hehe….

Dalam adu menulis itu, mereka harus menyelesaikan tulisan dalam waktu dua jam saja, yakni sepanjang perjalanan dari Tol Cikarang sampai Tol Pasteur. Saat itu mereka memang sedang dalam perjalanan dari Jakarta ke Bandung.

Adu menulis tersebut jelas sangat menantang, sebab waktunya pendek, dan mereka harus menulis dalam kondisi yang kurang ideal. Selain itu, tulisan yang mereka buat pun harus merupakan pengembangan dari tiga kata kunci berikut ini: Minggu, Bandung, dan Perang.

Dalam buku Creative Writing karya A.S. Laksana, teknik itu disebut dengan strategi 3 kata. Jadi bukan tantangan sebenarnya, melainkan justru cara untuk memudahkan kita menulis.

#penulisVSeditor. Wah, menarik! Saya penasaran, ingin mengetahui seperti apa tulisan yang dibuat oleh dua orang dengan latar belakang berbeda itu. Maka ketika Michan dan Alex memposting cerita mereka, saya pun langsung membacanya. Teman-teman juga bisa menyimaknya di sini dan di sini.

Dan dalam postingan ini, saya ingin membagi pandangan saya. Untuk kali ini, izinkanlah saya menjadi blogger yang sok tahu. Padahal biasanya juga begitu.

Well, menurut saya, tulisan keduanya sama-sama bagus. Saya segera tersenyum begitu selesai membacanya. Sebab, saya melihat kekhasan dalam tulisan mereka. Kekhasan yang mungkin muncul karena perbedaan latar belakang mereka, yakni editor dan penulis.

Kedua tulisan itu dibuat dengan teknik “menulis cepat”, serta dikerjakan dalam waktu yang singkat dan dalam kondisi yang kurang ideal —dibuat saat sedang berada dalam perjalanan, bukan di kafe yang nyaman. Hal ini menurut saya akan membuat mereka memunculkan gaya dan kekhasan masing-masing secara spontan.

Beda halnya kalau dibuat dalam waktu yang panjang dan kondisi yang ideal. Mereka bisa melakukan apa yang disebut dengan “manipulasi” gaya menulis —maksudnya menulis bukan dalam gaya mereka.

Untuk tulisan Michan, ceritanya sangat sederhana, tapi adegannya hidup sekali. Pun tata kalimatnya rapi. Bagi saya, ini sangat khas tulisan editor. Ya, seorang editor paling tahu cara membuat tulisan seperti itu —sederhana tapi memikat. Mengolah tulisan menjadi lebih hidup dan enak dibaca merupakan makanannya sehari-hari.

Sementara untuk tulisan Alex, ceritanya sangat kuat, menarik, dan mengejutkan. Tulisannya padat dan dinamis. Satu cerita dengan beberapa konflik dapat selesai kurang dari 1500 kata. Saya rasa hanya penulis terlatih yang bisa membuat cerita seperti ini dalam waktu singkat.

Begitulah pandangan saya. Omong-omong, adu menulis ini menarik. Pakai teknik freewriting dan dikerjakan dalam waktu yang singkat. Mungkin sekali-kali kita bisa melakukannya bareng teman dekat yang juga suka menulis. Sekadar bersenang-senang saja :)

About these ads

28 Responses to “Adu Menulis: Michan VS Alex”


  1. 1 ysalma May 12, 2014 at 9:04 am

    saya menulis untuk posting blog aja, mikirnya pake lamaa,
    gimana mau adu menulis, ikut menyimak dulu aja :)

  2. 3 nuellubis May 12, 2014 at 10:41 am

    Wah kalau aku bisa nggak yah memenuhi tantangan tersebut? Jujur saja, buat bikin satu cerpen saja perlu waktu 3 jam, bahkan lebih. Hahaha. =D

  3. 5 Chandra Iman May 12, 2014 at 11:06 am

    wuih writing battle! keren bro

  4. 7 Beby May 12, 2014 at 11:32 am

    Keren ya.. Dengan 3 keyword gitu bisa bikin cerita yang unik, panjang pulak. Lha aku kalo uda dikasih ide pun masih mikir. Heheh

  5. 9 Aul howler May 12, 2014 at 3:30 pm

    Lebih suka karyanya kak Alex
    Bikin hati terenyuhhh

    Thanks for letting me know about this!
    :))

  6. 11 duniaely May 12, 2014 at 5:27 pm

    Endingnya boleh juga nih :)

  7. 13 Jery Yanuarlan May 12, 2014 at 8:41 pm

    kalau kita mah pastinya tulisannya bakal berantakan ya mas kalau nulisnya dikejar waktu n diadu seperti itu :D

  8. 15 Gusti 'ajo' Ramli May 12, 2014 at 9:51 pm

    Boleh juga mempelajari teknik ini..

  9. 17 aqied May 12, 2014 at 11:05 pm

    Haduh. Saya payah banget soal nulis

  10. 22 ndutyke May 13, 2014 at 5:24 am

    Wow. Alex si Amrazing ya? Iya deh aku coba baca tulisan mereka….

  11. 25 Toto Dwiarso May 13, 2014 at 9:51 am

    wah ada juga ya perang nulis,, keren..
    sementara nyimak dulu sambil makan gorengan :)

  12. 27 Rahad May 14, 2014 at 6:23 am

    Nulis cuma dalam waktu 2 jam hebat bener
    Gue aja mau nulis harus siapin ide dari jauh2 hari, pas idenya di eksekusi, ternyata banyak yg harus di ubah, jadilah 3 jam kurang lebih, itu otak udah mumet rasanya :D


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,848 other followers

Selamat Datang!

Buku Saya

Sampul_
Indonesia Sehari-hari2

Kategori

Twitter

Arsip


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,848 other followers

%d bloggers like this: