RSS

6 Cara Bijak Menghadapi Kritik

08 Dec

Kritik bagi sebagian orang merupakan sesuatu yang tidak mengenakkan, apalagi bagi orang yang sensitif. Bagaimana tidak, usaha yang selama ini dikerahkan ternyata masih saja mengundang rasa tidak puas dari orang lain. Tapi, begitulah hidup. Sebagai makhluk sosial, kita tidak bisa terbebas dari kritik.

Memang, ada cara ampuh untuk menghindari kritik, yakni dengan tidak melakukan apa-apa dan tidak menjadi apa-apa. Namun, cara seperti itu bukanlah pilihan yang layak diambil oleh para pemenang hidup.

Daripada menghindari kritik, tentu akan jauh lebih baik bila kita belajar menerima atau menghadapinya dengan baik serta mengambil manfaatnya. Bagi sebagian orang, hal ini ternyata tidaklah mudah. Kritik, sehalus apa pun cara menyampaikannya, ternyata tetap bisa mendatangkan rasa tidak enak, apalagi bila kritik tersebut bersifat menjatuhkan. Bagi Anda yang termasuk dalam golongan ini, 6 cara bijak menghadapi kritik berikut ini bisa dicoba untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Berusaha untuk mengambil sudut pandang yang sama dengan si pemberi kritik. Jika berhasil, maka kita akan benar-benar memahami alasan inti si pemberi kritik dalam melontarkan kritik tersebut. Kalau sudah demikian, maka biasanya kita tidak akan terlalu “panas” dan terganggu sehingga bisa lebih rileks dalam menyusun argumen yang efektif dalam menjawab kritik tersebut.

2. Memandang kritik dari sisi yang positif. Kritik pada dasarnya bisa digolongkan ke dalam dua hal, yakni yang berlandaskan maksud baik dan maksud jahat. Namun, sebagai pribadi yang merdeka, kita punya pilihan untuk memandang bahwa semua kritik tersebut dilontarkan atas maksud baik (positif). Cara pandang seperti ini sangat menguntungkan karena membuat pikiran kita lebih jernih sehingga bisa mengambil manfaat kritik dengan maksimal.

3. Jangan biarkan diri kita hanyut dalam perasaan sakit hati dan dendam ketika mendapatkan kritik, sebab hal itu sangat merugikan diri sendiri. Kerugian tersebut ibarat membakar seluruh rumah sendiri untuk membunuh seekor tikus yang bersembunyi di balik lemari.

4. Tanamkan asumsi kepada diri sendiri bahwa mendapat kritik merupakan hal yang membanggakan. Ya, kritik biasanya ditujukan kepada orang yang berkarya, orang yang melakukan apa-apa, atau orang yang menyandang status “penting”. Sebaliknya, orang yang pasif, berdiam diri, dan tidak populer biasanya jauh dari kritik.

5. Ambil hikmah dari setiap kritik yang kita dapat. Kritik seringkali menampilkan banyak hal penting yang tersembunyi dari pandangan atau pikiran kita. Sebelum bereaksi terhadap kritik, sebaiknya kita menelitinya terlebih dahulu. Bila kritik itu salah, bisa diabaikan. Namun jika benar, maka bisa kita jadikan sarana penting untuk memperbaiki diri.

6. Gunakan cara yang asertif dalam menanggapi kritik. Cara yang asertif adalah cara yang menegaskan pendirian dan pendapat dengan yakin, jelas, tegas, dan positif. Sikap seperti itu memungkinkan kita untuk menyatakan pendapat atau kehendak dengan tegas, elegan, dan terhormat dengan tetap menjaga harga diri dan kehormatan orang lain.

Begitulah 6 cara bijak menghadapi kritik versi on the spot saya sendiri, yang merupakan hasil perenungan saya dengan referensi berbagai buku dan artikel yang pernah saya baca. Teman-teman sangat diperbolehkan untuk menambahkan, lho. Silakan tulis di kolom komentar :-)

Gambar diambil dari sini.

About these ads
 
40 Comments

Posted by on December 8, 2011 in Cerita dan Ulasan

 

Tags: , , ,

40 responses to “6 Cara Bijak Menghadapi Kritik

  1. arip

    December 8, 2011 at 8:49 am

    super sekali 6 tips-nya
    anggap kritik itu sebagai rasa sayang orang lain terhadap kita :D

     
  2. Namarappuccino

    December 8, 2011 at 9:24 am

    Waaah benar mas. Kadang tidak mudah menerima kritik. Harus berjiwa besar.

    Dan No. 4, itu bisa jadi paling penting.

     
  3. Agung Rangga

    December 8, 2011 at 10:07 am

    dengan adanya kritik, kita bisa membuat diri kita menjadi lebih baik lagi~ ;)

     
  4. joanna

    December 8, 2011 at 10:17 am

    kadang2 memang tidak mudah bisa menerima kritik dng ikhlas dan tenang ya :) nice sharing..dengan begitu kita bisa belajar bagaimana menghadapi kritik dng kepala dingin dan berjiwa besar..

     
  5. triparst

    December 8, 2011 at 11:31 am

    setuju………………………salam kenal sekalian jalan-jalan….jgn lupa mampir ke triprasetyodumadi.blogspot.com

     
    • Ditter

      December 14, 2011 at 8:53 pm

      @Arip: Betulll…. Dengan berpikir begitu, maka kritik bisa menjadi hal yg bermanfaat untuk kita :-)

      @Namarappuccino: Iya, Mas. Mmm…. Sebenarnya nomor 4 itu kesannya agak sombong gimana gitu, ya. Hehe….

      @Agung Rangga: Yups, karena kritik sering kali mengajak kita untuk melihat hal-hal yg sebelumnya nggak terlihat oleh kita, hehe….

      @Joanna: Iya, kritik memang sebaiknya dihadapi dgn kepala dingin. Kalau dibuat susah, malah kita sendiri yg rugi ;-)

      @Triparst: Salam kenal juga :-)

       
  6. Falzart Plain

    December 8, 2011 at 12:30 pm

    kritik itu tidak selamanya buruk, Tapi saya mungkin paling suka kritik kentang…

     
  7. Adi Nugroho

    December 8, 2011 at 1:05 pm

    Jujur saya paling suka di kasi kripik pedas ^^ apalgi untuk karya fiksi saya.. Sangat membangun..

     
  8. Dina Aprilia

    December 8, 2011 at 4:37 pm

    wahh…sip..sip…
    makin bijaksana aja nih postingannya bang…

    oia..mampir kesini bang…ada PR…
    hohohooo…
    http://chippychubby.wordpress.com/2011/12/08/kenangan-masa-sd/

     
  9. Ipras

    December 8, 2011 at 5:08 pm

    Memang bagi sebagian orang paling mudah melihat dari sisi jeleknya, oleh karena itu sebenarnya suatu kritikan hampir mirip dengan saran, hanya saja bentuk penyampaiannya yang terkadang bikin sakit hati.

    Supaya saran ‘yang pedas’ itu bisa meningkatkan kualitas kita, maka 6 tips tersebut memang layak kita coba.

    Makasih tipsnya Mas :)

     
  10. ian

    December 8, 2011 at 6:18 pm

    nice post :)
    kritik bukan brarti mencela kita tp untuk membangun kita supya lebih baik

     
    • Ditter

      December 14, 2011 at 8:58 pm

      @Falzart Pain: Ahahaha…. Saya juga suka tuh kritik kentang, apalagi kalau gratis :p

      @Adi Nugroho: Haha…. Wuih, penulis fiksi, ya. Mantap…. Semangat berkarya, Bos :-)

      @Dina Aprilia: Wuih, dapet PR, nih. Oke deh, nanti saya berkunjung ke situ :-)

      @Ipras: Sama-sama, Mas. Itu sekadar sharing aja, berdasarkan referensi dari buku-buku yg saya baca :-)

      @Ian: Betulll. Meskipun memang ada aja yg pemberi kritik yg niatnya untuk menghancurkan, hehe….

       
  11. Ely Meyer

    December 8, 2011 at 8:16 pm

    wah .. aku suka yg no 4 :)

    memang tak semua org bisa menerima kritik ya, seringnya langsung dipikir secara negatif, padahal kalau benar2 dipikir byk juga kritik yg sebenarnya membangun, bisa menjadikan si penerima utk mengoreksi diri, makany aaku suka no 4 krn paling tdk akan mendorong kita utk tdk selalu memandang kritik sbg hal yg selalu negatif :)

     
  12. ghea

    December 8, 2011 at 11:58 pm

    nice post gan…
    oya kalo boleh tukeran link ini link saya
    http://blog.umy.ac.id/ghea
    kalo sudah terpasang tolong dikabarin yah..
    terima kasih..

     
  13. dede6699

    December 9, 2011 at 7:30 am

    bermanfaat…terutama bgi sy yg terkadang begitu sensitif dlm menerima kritikan..hehee..

     
  14. bensdoing

    December 9, 2011 at 10:04 am

    kalau kita mau berfikir lebih jernih lagi tentunya semua kritikan2 hanyalah sebagai ‘bumbu2 kehidupan’ agar kita menjadi lebih baik lagi…..:-)
    nice post….sukses slalu ya !

     
  15. Vicky Laurentina

    December 9, 2011 at 10:06 am

    Cobalah jadi orang itu jangan reaktif. Jika dikritik, jangan langsung bereaksi kontra terhadap kritik. Terima saja dulu, tapi tidak usah terlalu diambil hati. Nanti kalau jiwa kita sudah tenang, pikirkan kembali kritik itu. Jika isinya memang membangun, turuti. Tapi jika kita menyadari bahwa isi kritik itu sama sekali tidak sesuai dengan kita, lupakan saja. Tidak semua kritik itu benar, tapi juga tidak semua kritik itu salah.

     
  16. tuaffi

    December 9, 2011 at 11:13 am

    bener banget itu.. mending kita hadapi kritik, daripada gag berbuat pa- apa karena takut dikritik… :)

     
    • Ditter

      December 14, 2011 at 9:04 pm

      @Ely Meyer: Iya, setuju. Walaupun kesannya yg nomor 4 itu agak sombong gimana gitu, ya, hehe….

      @Dede6699: Terima kasih banyak, semoga sukses juga, ya!

      @Mbak Vicky: Setuju, Mbak! Sayangnya kok masyarakat kita ini cenderung reaktif banget. Belum ditelaah dgn baik, udah ngamuk-ngamuk duluan. Makanya tindakan kekerasan massal banyak banget terjadi di negeri ini…. :(

      @Tuaffi: Iya, hehe…. Berbuat jauh lebih baik daripada sama sekali nggak berbuat :-)

       
  17. Alphin

    December 9, 2011 at 7:54 pm

    Manusia hidup itu penuh dengan berbagai cobaan, dan salah satunya adalah kritikan. Kritik dari seseorang adalah salah satu cara untuk membangun jiwa yang besar dan mudah menerima apa yang orang lain sampaikan. Baik itu saran ataupun hanya sebuah lelucon atau hanya bercanda.

    Nice share…, I like it. :)

     
  18. Dhenok Habibie

    December 11, 2011 at 6:25 pm

    saya termasuk orang yang tidak begitu suka dengan kritik dit, juga tidak pula suka dengan pujian.. hmm, pengennya sih biasa-biasa aja.. dan bahkan ketika sudah dikritik pun, saya masih harus membutuhkan beberapa waktu hingga akhirnya saya bisa mengambil hikmah dan menerika kritikan itu.. hehe.. tips-tips itu sudah saya coba, tapi masih aja tetep agak sulit mnerima kritik.. :D

     
  19. loewyi

    December 11, 2011 at 6:48 pm

    hohoho…. info bagus nich mas… cos kebanyakan orang sekarang terkadang lebih mementingkan emosi dari pada menerima kritikan.

    apa lagi orang yang sukanya ngeritik tapi gak suka dikeritik.. parah tuch. :D

    kritik itu sebenernya sifatnya membangun apa bila kita bisa menelaahnya secara positif, so buat apa kita takut di kritik, kalo pengen maju ya jangan takut dikritik. :D

     
  20. berita indonesia

    December 13, 2011 at 9:40 am

    Selamat pagi sobat, pengen menambah saudara di blog dan pengen tukeran link terima kasih

     
    • Ditter

      December 14, 2011 at 9:10 pm

      @Alphin: Bener juga, ya. Kritik memang bisa jadi merupakan salah satu bentuk cobaan hidup, apakah kita bisa menjadikan kritik utk membangun diri atau justru menghancurkan diri….

      @Dhenok Habibie: Iya memang, bagian sebagian orang, kritik memang sulit untuk diterima, dan membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan hikmahnya. Memang tiap orang beda-beda, sih. Hehe…. Yang penting diri kita nggak mengizinkan kritik itu untuk menghancurkan diri kita :-)

      @Loewyi: Wah, kalau ada orang yg suka ngritik, tapi malah marah kalau dkritik, itu lebih baik ke laut aja, haha….

      @Berita Indonesia: Terima kasih atas kunjungannya, Sobat :-)

       
  21. zilko

    December 17, 2011 at 4:24 pm

    Tips-nya keren!

    Btw, sebenarnya mungkin kita tahu bahwa kritik itu berguna, tapi ketika kritik itu disampaikan, kadang beberapa orang spontan bersikap defensif (on the spot). Namun, setelah beberapa waktu berlalu, ketika yang dikritik ini memikirkan kembali kritik yang disampaikan kepadanya, dia berpikir “bener juga ya” dan ia mulai mengolah kritik itu. Tapi, kan ia sudah “terlajur” bereaksi defensif tuh yang mungkin orang lain pandang sebagai sikap negatif, hehehe :D Gimana ya kalau dengan hal ini?

     
  22. puchsukahujan

    December 17, 2011 at 5:14 pm

    nikmati kritik serenyah kripik
    :D

     
  23. Ditter

    December 18, 2011 at 7:16 am

    @Zilko: Memang sih, banyak orang yg spontan bersikap defensif ketika mendapat kritik. Cara terbaik menurut saya untuk mengatasi hal ini adalah menahan diri ketika mendapat kritik, jangan sampai bereaksi negatif. Kesal boleh, tapi lebih baik disimpan di dalam hati. Nah, ketika kekesalan itu mulai hilang, pasti nanti sisi positif kritik bisa terlihat. Saya sendiri berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa bila saya bereaksi negatif terhadap kritik, maka pasti hasilnya akan negatif juga, dan selanjutnya saya pasti akan menyesal :-)

    @Puchsukahujan: Apa lagi kalau dihidangkan bersama dengan segelas teh hangat, yg dinikmati di kala hujan. Mantapp…. :-)

     
  24. Ilham

    December 18, 2011 at 12:08 pm

    saya pernah dapat tips dari tempat lain tentang menghadapi kritik. cukup sederhana, yaitu kalau memang kritik itu ditujukan pada sesuatu yang kita lakukan, kita wajib untuk meluruskannya, mengatakan tujuan kita apa adanya dan menawarkan solusi lain. tapi kalau ada orang tau2 mengkritik atau mengejek sesuatu yang tidak kita lakukan/sediakan/berikan padanya, nggak usah diladeni karena kita tidak punya tanggungjawab apapun terhadapnya.

     
  25. ndutyke

    April 7, 2012 at 4:32 pm

    Memang, ada cara ampuh untuk menghindari kritik, yakni dengan tidak melakukan apa-apa dan tidak menjadi apa-apa.

    ah orang yg tak melakukan apa-apa pun juga pasti tak akan lepas dari kritikan. dibilang pemalas lah, gak kreatif lah, malas berusaha lah, dll. whatever we do, akan selalu ada aja yg kurang dimata orang lain :) makanya orang hidup tuh harus punya pegangan hidup, misal: agama. do our best, sesuai dengan tuntunan ajaran agama and God will take care of the rest :)

    *napa jadi religius gini ya komennya ;) *

     
  26. Bayu Prahara

    August 15, 2012 at 3:48 pm

    Orang yang senantiasa memperbaiki diri akan melihat bahwa setiap kritik (bahkan semua hal) menjadi sarana baginya untuk memperbaiki diri. Bahkan, ia berterima kasih atas kritik yang ia terima. Orang yang senantiasa memperbaiki diri tidak melihat bahwa ‘proses’ mengahadapi suatu kritik itu seperti proses tawar-menawar (negosiasi) harga, matabat, atau prestise diri yang seakan-akan tergadai dengan pendapat, karya, atau perbuatannya yang tertolak. kritik bukanlah senjata yang diarahkan untuk melumpuhkan kita, tapi kritik tak lebih seperti lampu peringatan bahwa ada hal yang harus kita benahi.

    Tapi, akan ada pertanyaan, “Apakah setiap kritik harus kita terima?”

    Bahwa setiap kritik harus kita hadapi dengan segenap rasa hormat adalah mutlak adanya. Bagaimanapun tujuan/orientasi/interpretasi kita dalam menghadapi kritik, pada hal hubungan kemanusiaan, kita tetap mengutamakan pula keharmonisan antarsesama. Ini tak dapat diabaikan. Tapi, tidak semua kritik harus kita terima! disinilah ‘kebijaksanaan’ berperan, yaitu ketika kita harus menolak suatu kritik bahkan harus dapat menanggapinya dengan tegas!

    Ya, tidak semua kritik harus kita terima. Ada kritik yang harus kita tolak dengan tegas. Bagaimana kita bisa memahami kapan kita harus menerima, kapan pula harus menolak? sekali lagi saya katakan bahwa kita butuh kebijaksanaan. Dengan kebijaksanaan berarti kita menilai sesuatu tidak hanya dari satu sudut pandang. Dengan kebijaksanaan berarti pula kita membutuhkan pengetahuan yang seluas-luasnya tentang beraneka ragam standar kebenaran, apakah itu kebenaran menurut agama, adat, atau negara. Dengan kebijaksanaan kita bisa melihat dengan jernih sehingga kita tahu yang mana yang harus kita terima dan yang harus kita tolak. Dengan kebijaksanaan berarti pula kita bisa jadi akan tampak berbeda dengan pendapat awam. Tapi, kebijaksanaan pasti berakhir dengan kebaikan.

    Ada satu kisah tentang penolakan suatu kritik yang sangat indah yang dicontohkan oleh Khulafaur rasyidin Umar bin Khattab. Suatu ketika Umar bin Khattab akan memasuki daerah yang terkena wabah penyakit. Namun, di tengah perjalanan Umar bin Khattab terhenti karena ada beberapa orang yang menganjurkan agar ia tidak memasuki daerah itu dengan pertimbangan keselamatan sang amirul mukminin sendiri. Tapi, ada pula seorang sahabat penting yang tetap meminta agar Umar bin Khattab meneruskan perjalanan memasuki daerah tersebut. Saat itu terjadilah perdebatan yang cukup sengit di antara mereka. Akhirnya, Umar bin Khattab memutuskan untuk menunda perjalanan dan kembali ke Madinah. Ketika ia hendak pergi, seorang sahabat, Ubaidillah bin Jarrah, menyampaikan kritik, “Wahai Amiril Mukminin, apakah Anda akan lari dari takdir Allah”. Tersirat dalam kritik sahabat ini bahwa Umar bin Khattab bersifat pengecut sehingga mengambil keputusan yang lebih menyelamatkan dirinya. Umar bin Khattab kembali dan menatap tajam Ubaidillah bin Jarrah dan berkata, “Ya, saya akan lari dari takdir Allah menuju takdir Allah”.

    Mari kita menjadi orang bijak yang senang memperbaiki diri!

     
    • Ditter

      September 2, 2012 at 9:45 pm

      @Pak Bayu: Wow, terima kasih banyak atas uraiannya, Pak. Pendapatnya begitu jernih dan ditulis dgn bahasa yg tertata. Pada intinya, saya setuju dengan poin di atas. Dan saya sendiri insya Allah akan terus memperbaiki diri sebagai bagian dari proses hidup :-)

       
  27. Ay Zahfie BhimberzzPlend

    November 21, 2012 at 8:42 pm

    Saya paling suka kalau argument atau hal yg saya kerjakan di kritik oleh orang lain,
    karena dari kritik dan saran seseorang itulah dapat timbul ide-ide kreatif untuk kita, makanya setiap saya di kritik oleh orang lain selalu saya compare dengan hal yang positif..!!

    Tahnk’s mas atas semuanyanyanyanyanya…

     
  28. rona

    January 29, 2013 at 6:36 pm

    thank’s ea buat saran.a

     
  29. Clarissa

    March 2, 2013 at 4:43 am

    I personally think about the reason why you titled this posting, “6 Cara Bijak
    Menghadapi Kritik | Home” thisisasocialexperiment .
    Anyway I adored the article!Thanks a lot,Lena

     
  30. bipolar care

    June 28, 2013 at 10:59 am

    numpang share di grup kami ya Mas.. @bipolarcareindonesia

     
    • ditter

      June 28, 2013 at 10:39 pm

      @Ay: Waah, keren banget itu! Semangat!! :)

      @Rona: Sama-Sama :)

      @Bipolar care: Silakan… terima kasih banyak, ya! :)

       
  31. ayomendidik

    May 11, 2014 at 9:53 pm

    salam kenal :)

     
    • Ditter

      May 12, 2014 at 6:43 am

      Salam kenal juga :)

       
  32. Lilliana

    May 28, 2014 at 7:40 pm

    Hello! I’m at work surfing around your blog from my
    new iphone 3gs! Just wanted to say I love reading through your
    blog and look forward to all your posts! Keep up the outstanding work!

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,816 other followers

%d bloggers like this: