Pengalaman (Tidak Menyenangkan) di Puskesmas

Rabu siang itu, saya sedang di kantor. Badan terasa lemas sekali, pusing-pusing, dan mual. Saya juga menggigil kedinginan, meriang. Karena dirasa semakin parah, saya pun memutuskan izin pulang untuk berobat ke puskesmas di dekat rumah. Ya, puskesmas memang pilihan utama saya untuk berobat. Selain murah meriah, resep obat yang diberikan juga ampuh. Kesimpulan itu saya ambil berdasarkan pengalaman sendiri.

Setelah melalui perjalanan yang panjang sambil sakit-sakitan, akhirnya sampai di puskesmas juga. Tapi saya kaget karena ternyata puskesmasnya sudah tutup! Padahal saat itu baru sekitar jam setengah dua siang. Saya tanya ke petugasnya, lalu saya disuruh ngeliat sendiri jadwalnya. Walaupun sebelumnya pernah ke situ, jujur saya nggak tahu jadwal buka dan tutup puskesmas.

Di papan jadwal tertulis pendaftaran buka jam setengah 8 dan tutup jam 12 siang. Tapi di papan jadwal lain, dokter baru tutup praktik sekitar jam dua atau setengah tiga (saya agak lupa). Karena dokternya masih ada, kenapa saya yang sedang sangat payah itu nggak ditolong dulu aja? Tapi ya sudah, saya nggak mau berdebat panjang. Saya anggap petugas pendaftaran itu berusaha menaati waktu atau jadwal yang sudah ditentukan.

Sebenarnya saya agak heran, kenapa puskesmas di tempat saya itu cuma buka setengah hari, ya? Itu kan pelayanan kesehatan masyarakat kecil. Kalau cuma setengah hari, pasti jumlah pasien yang terlayani nggak maksimal. Padahal gedung puskesmas itu bagus, masih baru. Sayang banget, jadi nggak produktif. Padahal sarana hiburan dan belanja seperti mal aja buka sampai malam banget. Yah, mungkin pemerintah daerah saya punya alasan khusus untuk ini.

Keesokan paginya, dengan masih berpayah-payah, saya pun mendatangi puskesmas kembali. Sampai di sana tepat pukul setengah 8 pagi. Tapi apa yang terjadi? Ternyata di sana belum ada orang! Baru ada tukang sapu dan OB yang sedang menyiapkan minuman. Wah, gimana itu coba. Giliran tutup, bisa tepat waktu. Tapi giliran buka, telat.

Hampir jam delapan pagi, pendaftaran baru buka, telat hampir setengah jam. Padahal saya sudah menggigil dan meriang banget.

Di jadwal, dokter mulai praktik jam delapan. Tapi pasien baru dipanggil jam setengah sembilan lebih. Tampaknya si Dokter datangnya telat.

Setelah diperiksa, saya tanya ke pak Dokter yang masih sangat muda itu. “Dok, kok puskesmas di sini serba telat, sih?” Lalu pak Dokter menjawab, “Yah, biasalah. Namanya juga instansi pemerintah. Sudah rahasia umum! Ini masih mending. Di tempat lain masih banyak yang lebih parah.”

Weleh-weleh…. :-(

About these ads

7 Responses to “Pengalaman (Tidak Menyenangkan) di Puskesmas”


  1. 1 nahdhi August 11, 2010 at 11:39 am

    Kebangetan dokternya menjelek-jelekkan puskesmas lainnya….

  2. 2 alice in wonderland August 11, 2010 at 1:57 pm

    hehe… dimana2 datang telat pulang tepat waktu tapi kalo berobat ke dr. Vicky on time lhoh…baca aja artikel terbarunya^^
    oya semoga cepet sembuh ya…btw sakit apa?

    • 3 ditter August 11, 2010 at 4:03 pm

      ooh.. gitu, ya? Belum berkunjung ke blognya dr. Vicky nih, hhe…. langsung meluncur ke lokasi ah ^_^

      Terima kasih atas doanya Alice… Sakit meriang dan pusing2 gitu, deh, hehe….

      Btw, Alice ke mana aja nih, lama nggak ada kabar…. :-)

  3. 4 kanvasmaya August 11, 2010 at 8:55 pm

    berkunjung berkunjung..

    kata dikit : waduh sebagai keluarga besar dinas kesehatan.. ikut menyesal dengan jawaban dokter seperti itu..

    puskesmas yang tidak memiliki rawat inap emang biasanya 1/2 hari buka jam 7 pagi dan jam 3 sore biasanya tutup.. jika sebaliknya punya rawat inap puskesmas akan buka 24 jam

    emang puskesmas perlu pembenahan hingga bisa bener2 maksimal melayani masyarakat..

    mo ngucapin met menunaikan ibadah puasa semoga menjadikan berkah buat semua.. mengucap maaf juga dari KaMay & Keluarga jika ada salah baik kata ato lainnya..

    terima kasih
    KaMay..

    http://kanvasmaya.wordpress.com/

  4. 5 Denuzz BURUNG HANTU August 12, 2010 at 9:22 pm

    kok saya jadi kesal sama dokternya ya???
    ngalesin instannsi pemerintah… emang gak ada kode etik apa… uh
    Indonesia oh Indonesia

    salam akrab dari burung hantu

    http://blog.beswandjarum.com/denus/2010/08/12/pilih-pilih-pilih-yang-mana/

  5. 6 nandini August 17, 2010 at 4:20 pm

    aahh… asal tau saja, profesi kesehatan adalah profesi penuh dilema… uuh jadi sedih bacanya, mudah2an ga usah sakit2 lagi ya Ditt.. :(

    • 7 ditter August 18, 2010 at 4:02 pm

      @Kanvasmaya: Terima kasih atas kunjungan dan komenternya, Sobat! Selamat menunaikan ibadah puasa juga :-)

      @Denuzz: Salam akrab juga dari Ditter, Sob :-)

      @Nandini: Iya… mudah-mudahan, hehe… Sakit bener-bener nggak enak :-(


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,838 other followers

Selamat Datang!

Buku Saya

Sampul_

Kategori

Twitter

Arsip


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,838 other followers

%d bloggers like this: