Asuransi, Produk Jasa yang Cenderung Dihindari

September 18, 2009 at 5:30 pm | Posted in kompetisi blog | 8 Comments
Tags: ,

Ditengah tingginya jumlah penduduk, asuransi ternyata masih belum menjadi produk yang digemari masyarakat Indonesia.

Hal tersebut secara tersirat tampak pada survei yang dilakukan oleh Biro Riset InfoBank dalam rangka program Rating 126 Asuransi 2009 versi InfoBank. Dari situ diperoleh informasi bahwa industri asuransi jiwa hanya mencatat pertumbuhan premi bruto sebesar 8,88 persen pada tahun 2008. Perolehan premi asuransi jiwa yang pada tahun 2007 menikmati musim panen, maka di tahun 2008 kemarin investasinya merosot 1,30 persen dan labanya anjlok hingga 29,13 persen.

Padahal selama ini usaha-usaha yang dilakukan oleh perusahaan dan praktisi untuk memasyarakatkan asuransi sudah cukup gencar. Pemerintah juga tampak tidak menghambat perkembangan pasar asuransi. Namun kenyataannya jumlah peserta asuransi sangat sedikit, sungguh tidak proporsional jika dibandingkan dengan total penduduk Indonesia yang mencapai kurang lebih 220 juta jiwa. Hal tersebut menandakan bahwa asuransi cenderung dihindari oleh masyarakat.

Menurut hemat penulis, ada beberapa hal yang menyebabkan sulitnya bidang asuransi tumbuh di Indonesia. Pertama, masyarakat belum mengetahui arti pentingnya berasuransi. Itu terjadi karena memang masyarakat kurang familiar dengan asuransi, sebab tidak mendapatkan informasi yang cukup, terutama dari sekolah sebagai institusi pendidikan. Menurut pengalaman pribadi dan pengamatan penulis, materi dan informasi tentang asuransi kurang mendapat tempat di kurikulum pendidikan kita.

Kurangnya informasi tersebut terkadang menimbulkan salah pemahaman masyarakat terhadap asuransi. Masyarakat merasa malas berasuransi karena dinilai kurang menguntungkan, sebab uang yang sudah diasuransikan tak bisa dicairkan sewaktu-waktu seperti pada tabungan. Uang baru dapat diambil hanya jika sudah jatuh tempo atau jika keadaannya sudah sesuai dengan yang telah disepakati, sehingga sungguh tidak fleksibel.

Padahal justru di situlah keunggulan asuransi, sebab masa depan kita akan lebih terjamin. Uang premi selalu terjaga, bahkan oleh keinginan dan nafsu kita sendiri untuk menggunakan uang tersebut.

Kedua, agen-agen asuransi yang terlalu agresif dan terkesan “memaksa” dalam memasarkan produk asuransinya. Hal tersebut sedikit banyak menimbulkan kesan negatif bagi industri asuransi secara umum. Masyarakat merasa terganggu dengan tingkah polah agen asuransi yang berlebihan itu, sehingga akhirnya menjadi alergi dengan yang namanya asuransi. Berita negatif itu kemudian terus menyebar secara luas dari mulut ke mulut.

Agar asuransi dapat tumbuh dan berkembang di negeri ini, maka langkah paling awal yang harus dilakukan adalah membenahi dan meluruskan pandangan negatif yang sudah terlanjur mengakar di tengah masyarakat. Hal tersebut bisa dilakukan dengan memperkenalkan secara intensif sistem asuransi mulai dari pendidikan dasar sampai tingkat universitas. Masyarakat harus diberi kesadaran bahwa asuransi cukup penting bagi masa depan, terutama di tengah kurang kondusifnya kondisi dan stabilitas nasional seperti sekarang ini.

Pemerintah juga perlu tegas terhadap perusahaan asuransi yang tidak memenuhi syarat atau peraturan pemerintah. PP No 39/2008 menyebutkan bahwa perusahaan asuransi harus memenuhi modal minimal Rp 40 miliar pada akhir 2008, minimal Rp 70 miliar pada tahun 2009, dan harus mencapai Rp 100 miliar di tahun 2010. Perusahaan yang tidak memenuhi syarat tersebut harus segera di tutup atau dimerger, sebab dapat membahayakan para pengguna asuransi, yaitu klaim terancam tidak terbayarkan karena perusahaan rentan bangkrut. Jika hal tersebut terjadi, maka usaha membangun citra baik asuransi tidak akan pernah efektif, atau bahkan bisa menjadi suatu hal yang sia-sia belaka.

Aditya Bayu Aji, Mahasiswa Fakultas Filsafat UGM

****

Tulisan ini dibuat untuk diikutsertakan pada lomba menulis artikel asuransi antar blog untuk mahasiswa se-Indonesia yang diadakan oleh panitia Insurance Day Indonesia 2009.

Pengen ikutan juga? Yo tinggal klik aja alamat situs http://www.insurancedayindonesia.blogspot.com/

Selamat berkompetisi ya!! :-)

About these ads

8 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Setuju. Kita menjadi bangsa yang miskin karena nafsu kita sendiri untuk menggunakan uang yang padahal baru terkumpul sedikit.

    • iya… kita terlalu konsumtif…

  2. semoga masyarakat semakin sadar akan pentingnya asuransi
    shg pekerjaan untuk sarjana statistika semakin lebar…(ga pernah menyesal pernah ambil mata kuliah asuransi jiwa walo dapet C, hahaha)

    • hahaha… tetep yo, pragmatis, hehe..

  3. Yeah whatever deh kalo buat gw Asuransi itu penting loh !…

    • hehe.. yupz.. tiap orang memang punya pendapat masing-masing… :-)

  4. Ah saya baru saja punya asuransi :D Memang kerasa berat sih bayarnya, apalagi kalau sekaligus per tahun

  5. Bro…coba lah main2 ke blog saya…..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,819 other followers

%d bloggers like this: