Helm

Sepeda motor yang saya kendarai melaju dengan stabil. Saya memang sengaja menjaga kecepatan, tidak terlalu pelan, juga tidak terlalu kencang. Begitulah cara saya menikmati perjalanan.

Lagi pula saya memang tidak mau terburu-buru. Kita tahu, terburu-buru membuat kita jadi mudah melakukan kebodohan-kebodohan.

Jalanan yang saya lewati cukup ramai. Ada mobil barang, bus, truk berukuran sedang, dan ada pula truk gandeng. Maklum, itu adalah jalan lintas provinsi.

Tiba-tiba, sebuah sepeda motor sport menyalip saya, dinaiki oleh sepasang muda-mudi. Si perempuan berada di belakang, memegang erat pinggang lelaki di depannya dengan mesra. Continue reading ‘Helm’

[Resensi Buku] Jejak Tinju Pak Kiai

Jejak Tinju Pak KiaiDikisahkan, seorang kiai sedang asyik menonton pertandingan tinju bersama santri-santrinya. Itu adalah pertandingan besar. Disebut-sebut sebagai pertandingan tinju terbaik sepanjang masa. George Foreman melawan Muhammad Ali.

Pak Kiai sangat bersemangat dalam menonton pertandingan akbar itu. Ia terus bersorak-sorai. Teriakannya terdengar hingga ke seluruh asrama di pesantrennya. Sebaliknya, para santri tampak salah tingkah.

Setiap kali Muhammad Ali kena tonjok, Pak Kiai sontak bersorak. Para santri seperti turut merasakan rasa sakit yang dialami Ali, terlebih saat mendengar teriakan Pak Kiai. Tentu hati mereka panas, tapi mereka terpaksa menahan diri. Continue reading ‘[Resensi Buku] Jejak Tinju Pak Kiai’

[Resensi Buku] Surat untuk Ruth

Surat untuk RuthIni adalah buku keenam Bara ―begitu panggilan akrab penulisnya, Bernard Batubara.

Sesuai judulnya, buku ini semacam kumpulan surat yang ditujukan untuk Ruth. Nama lengkapnya Ruthefia Milana.

Surat-surat itu ditulis oleh Areno Adamar. Biasa dipanggil Are.

Melalui surat-surat tersebut, Are menceritakan perjalanan asmaranya bersama Ruth beserta hal-hal yang membuat hubungan itu naik turun. Mulai dari saat perkenalan, aktivitas bersama yang membuat mereka semakin dekat, hingga akhirnya… perpisahan.

Plot dan konfliknya sebenarnya sederhana, tapi permainan kata-katanya begitu bagus, sehingga yang sederhana itu jadi begitu menyentuh. Continue reading ‘[Resensi Buku] Surat untuk Ruth’

[Resensi Buku] Cinta.

CintaJudul buku ini dibaca dengan kalimat: “cinta dengan titik”. Maksudnya adalah cinta tanpa koma, tanpa ada yang lain setelahnya. Begitulah yang saya baca dari keterangan di bagian sampul.

Pada awal peluncurannya, buku ini mendapat sambutan yang meriah dari para pembaca. Saya mengetahuinya dari media sosial, juga dari teman saya yang bekerja sebagai pemasar buku.

Sepertinya memang begitu setiap kali Bernard Batubara meluncurkan karya barunya. Penulis ini memang memiliki basis pembaca yang cukup kuat.

Buku ini dibuka dengan cerita tentang Nessa yang hendak pulang dari Pontianak ke Yogyakarta naik pesawat terbang. Di dalam pesawat, ia duduk bersebelahan dengan seorang cowok bernama Demas. Mereka kemudian berkenalan. Continue reading ‘[Resensi Buku] Cinta.’

Menjadi Penulis

Dalam halaman prakata di buku What The Dog Saw, Malcolm Gladwell bercerita dengan serius bahwa awalnya ia sama sekali tidak mempunyai keinginan untuk menjadi seorang penulis. Hal ini tentu saja mengejutkan saya.

Bagaimana mungkin seseorang yang tidak pernah berkeinginan untuk menjadi menjadi penulis, di kemudian hari bisa menjadi seorang penulis yang sangat cemerlang?

Tapi, begitulah hidup.

Gladwell sebenarnya ingin menjadi seorang pengacara. Karena itulah menjelang lulus kuliah, ia melamar hingga ke delapan belas kantor pengacara. Dan kau tahu, semua kantor itu menolaknya. Continue reading ‘Menjadi Penulis’

[Resensi Buku] Pentingnya Sebuah Checklist

Pentingnya Sebuah ChecklistSaya melihat buku ini di sebuah bazar buku obral di Gramedia. Judulnya begitu menarik di mata saya, sebab selama ini saya merasa sering terbantu oleh sebuah checklist.

Saya memang senang membuat checklist untuk menyusun prioritas kerja, atau menulis hal apa pun yang perlu saya kerjakan dalam satu waktu tertentu. Checklist membantu saya untuk bekerja dengan lebih tenang dan terencana. Berkat checklist, saya bisa menjaga alur kerja sehingga tidak perlu ada hal-hal penting yang terlewatkan.

Meski demikian, hanya sebatas itu saja manfaat checklist yang saya tahu. Sekadar berdasarkan pengalaman pribadi saja. Makanya saya agak takjub ketika mengetahui ada satu buku tersendiri yang membahas manfaat checklist secara khusus. Continue reading ‘[Resensi Buku] Pentingnya Sebuah Checklist’

Asertif

Ibu kos saya bekerja sebagai penjual gudeg. Setiap pagi setelah Shubuh, ia berangkat dengan sepeda motor tuanya menuju tempatnya berjualan. Seorang diri ia membawa gudeg, nasi, bubur, dan segala macam perkakas yang dibutuhkan.

Suatu pagi, saya tidak melihat ibu kos berangkat jualan. Sepeda motornya masih terparkir rapi di garasi. Sorenya, saya melihat beliau dalam keadaan murung, dan hal ini membuat saya penasaran.

Kebetulan malam itu saya mau menemuinya untuk membayar sewa kos. Kesempatan itu pun saya manfaatkan untuk menanyakan kabar beliau.

“Saya habis kena musibah, Mas,” kata si ibu dengan raut wajah sedih. Continue reading ‘Asertif’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,925 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,925 other followers