Buku Bagus

Malam minggu kemarin, berhubung tidak ada pacar yang bisa diajak jalan-jalan, maka saya pun menyambangi sebuah pameran buku sendirian. Penyelenggaranya —dalam hal ini IKAPI, menyebutnya dengan nama “Festival Buku”. Saya berangkat ke sana dengan satu tujuan, yakni sekadar melihat-lihat saja (pelit).

Ya, saya tidak berniat membeli apa-apa, sebab mendingan uangnya buat beli martabak telur saat ini buku-buku baru yang belum sempat saya baca sudah menumpuk di kamar kos. Menambah tumpukan buku itu hanya akan membuat saya merasa bersalah.

Saya ingin menghabiskan semua buku itu dulu, baru kemudian mengizinkan diri untuk membeli buku-buku lagi. Continue reading ‘Buku Bagus’

Flo dan Orang-Orang yang Selo

Florence Sihombing mungkin sama sekali tidak menyangka bahwa status yang ia tulis di akun Path-nya bakal membuatnya “terkenal”. Beberapa hari terakhir ini namanya memang sering disebut-sebut di media sosial. Bagi yang belum tahu kasusnya, izinkanlah saya untuk menceritakannya kembali di sini.

Oh iya, untuk memudahkan cerita, saya akan menyebut sang tokoh utama dengan nama ‘Flo’ saja (sok akrab bingits, ya).

Dikisahkan, Flo ingin membeli bensin di salah satu SPBU di kota Jogja. Saat itu, Jogja tengah dilanda kepanikan karena BBM bersubsidi sedang dibatasi. Akibatnya, terjadi antrean Premium di mana-mana, termasuk di pom bensin yang Flo datangi.

Di tempat itu, Flo tidak ikut mengantre di bagian Premium. Ia ingin membeli bensin nonsubsidi saja, dalam hal ini Pertamax 95. Untuk itu, ia pun menghampiri pom Pertamax 95, di mana saat itu beberapa mobil sedang mengantre. Continue reading ‘Flo dan Orang-Orang yang Selo’

Masa Aktif

Dulu saya sengaja membeli ponsel Android supaya bisa memakai Whatsapp (WA) dan Blackbery Messenger (BBM). Sejak memiliki ponsel pintar itu, praktis komunikasi saya lebih sering berlangsung lewat dua aplikasi tersebut, baik dengan relasi maupun dengan para sahabat karib.

Berhubung tarif internet pada operator seluler saya tergolong mahal, maka saya memutuskan untuk membeli nomor baru untuk mengisi ponsel Android itu. Kebetulan ada operator lain yang menyediakan tarif internet murah dengan masa aktif yang panjang. Untuk masalah ini, saya memang kurang setia.

Sejak memakai ponsel Android dengan nomor baru itu, saya jadi jarang menggunakan nomor utama saya. Nomor tersebut hanya saya pakai untuk menelepon dan membalas sms, itu pun hanya sesekali. Dan karena jarang dipakai, maka pulsa di nomor utama itu sering kali utuh. Sampai di sini, program penghematan saya terbilang sukses. Continue reading ‘Masa Aktif’

Membatasi Kebahagiaan

Saya punya seorang teman yang terbilang unik, sebutlah ia Mas Janto. Sebelumnya perlu saya jelaskan, pada tulisan ini, saya tidak bermaksud untuk menjelek-jelekkannya. Saya hanya sekadar menceritakan kisahnya, barangkali bisa jadi pelajaran untuk kita semua.

Saya mengenal Mas Janto beberapa tahun yang lalu saat sedang bermain di rumah seorang kawan. Setelah beberapa kali bertemu, kami pun mulai akrab, dan selanjutnya ia sering curhat kepada saya.

Saat pertama kali mengenalnya, saya perhatikan Mas Janto sering murung dan kurang antusias. Saya baru tahu sebabnya ketika mulai mendengar curahan-curahan hatinya.

Mas Janto bilang bahwa ia ingin hidup nyaman dan berkecukupan. Katanya sih tidak perlu berlebihan, asalkan tidak terlalu banyak tuntutan. Karena itulah ia sangat ingin menjadi PNS. Continue reading ‘Membatasi Kebahagiaan’

Antusias

Saya senang melihat orang-orang yang antusias. Mereka tampak penuh semangat dan begitu menikmati hidup. Apa pun yang mereka kerjakan, mereka melakukannya dengan hati riang.

Sebaliknya, saya agak enggan terlibat dengan orang-orang yang selalu lesu dan murung. Mereka tampak selalu tertekan, dan seperti tidak memiliki gairah untuk menjalani kehidupan. Saya khawatir hal-hal seperti itu bisa menular.

Bukankah lebih baik menjadi orang yang antusias daripada orang yang muram? Continue reading ‘Antusias’

Jadi ya Sudah

Tersebutlah seorang blogger senior yang cukup terkenal di Indonesia. Dulu ia sering berbagi tips menulis di blognya. Saya sangat menyukai tulisannya, sebab terasa empuk, mengalir, dan enak dibaca. Tidak diragukan lagi, ia memiliki kemampuan yang baik dalam bidang menulis.

Dulu saya rutin mengunjungi blognya. Saat itu bisa dibilang saya kecanduan tulisan-tulisannya. Setiap kali ada postingan baru, pasti saya akan segera membacanya.

Namun, semakin lama blognya semakin jarang diperbarui. Belakangan saya tahu, sang blogger kini lebih aktif di Facebook. Nah, saat membaca tulisannya di FB, saya kaget karena ternyata isinya sebagian besar provokatif dan berbau SARA.

Memang, tulisannya masih tetap mudah dipahami. Namun, kali ini ia sering membuat pernyataan-pernyataan kontroversial di situ. Continue reading ‘Jadi ya Sudah’

Anak Perempuan dan Ayahnya

Every girl may not be queen to her husband, but she is always a princess to her father (NN).

Beberapa hari yang lalu, saya iseng membuka Facebook. Dari sekian postingan foto yang muncul di linimasa, ada satu foto yang membuat saya terharu.

Foto tersebut begitu personal, diposting oleh seorang kawan —perempuan, yang saat ini sedang kuliah di Eropa. Bentuknya berupa gabungan foto ayahnya yang menampilkan sang ayah dalam berbagai ekspresi dan usia.

Foto editan itu juga berisi coretan khas anak-anak berupa ucapan selamat ulang tahun. Kata-katanya mungkin sebenarnya standar saja, sebagaimana ucapan ulang tahun pada umumnya. Tapi, cara teman saya dalam mengemas ucapan itu membuat saya tersentuh. Continue reading ‘Anak Perempuan dan Ayahnya’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,821 other followers

Selamat Datang!

Buku Saya

Sampul_

Kategori

Twitter

Arsip


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,821 other followers