Kuis

Saat membaca postingan teman-teman blogger yang memenangkan kuis, sering kali saya jadi kepingin menang juga.

Seumur-umur ngeblog, saya jarang sekali mengikuti kuis. Padahal, saya selalu ngiler saat melihat kuis dengan hadiah yang menggiurkan, seperti jalan-jalan ke tempat wisata eksotis dalam negeri, jalan-jalan ke negeri seberang, juga hadiah menarik lainnya seperti laptop atau ponsel keluaran terbaru.

Tapi, biasanya saya langsung jiper ketika membaca kriteria pemenang, bahwa pemenangnya diambil berdasarkan jumlah view dan komentator terbanyak.

Untuk hal yang satu ini, saya angkat tangan. Continue reading ‘Kuis’

Liga Inggris

Saat masih bocah, saya pernah berdebat dengan seorang kawan tentang liga sepakbola mana yang paling seru di muka bumi ini. Saya bilang Liga Inggris, tapi ia bilang Liga Italia.

Padahal, bagi saya Liga Italia tidak cukup menarik untuk ditonton, sebab tempo permainannya terlalu lambat. Sementara itu, Liga Inggris jauh lebih memikat, sebab permainannya variatif dan jumlah gol yang muncul lebih banyak.

“Itu pendapat khas orang-orang amatir,” sangkal teman saya dengan gaya ala pengamat andal. “Sepakbola bukan cuma sekadar gol. Proses untuk mencapai gol itu juga penting. Dan liga Italia menyajikannya dengan sangat menarik.” Continue reading ‘Liga Inggris’

Lebih Gampang

Dua hari yang lalu, saya bertugas keluar kantor dan baru kembali pada sore hari. Dalam perjalanan pulang itu, saya harus melewati kemacetan yang disebabkan oleh demonstrasi mahasiswa di salah satu ruas jalan utama terkait kenaikan harga BBM.

Saya kelelahan. Saya ingin segera sampai di kantor untuk beristirahat sejenak. Kemacetan itu membuat saya terus merutuk di dalam hati.

Sambil menunggu macet, saya melihat ke lingkungan sekitar. Sama seperti saya, orang-orang juga terlihat lelah. Sepertinya mereka hendak pulang kerja. Dan tak saya sangka, ternyata di dekat saya ada seorang tetangga. Kami pun saling menyapa dan kemudian berbincang-bincang sejenak. Continue reading ‘Lebih Gampang’

Telaten

Berkat Facebook, saya terhubung lagi dengan sahabat masa kecil sewaktu masih tinggal di Bekasi dulu. Sebut saja ia Bunga (sebetulnya itu nama aslinya). Usia kami nyaris sebaya, dan rumah kami berseberangan. Mungkin karena itulah dulu kami sering main bersama.

Bunga kini tumbuh menjadi gadis yang cakep dan ceria. Saya menyimpulkannya dari foto-fotonya dan berbagai obrolan dengannya. Kabar terbaru, saat ini ia sudah menikah. Baru awal bulan yang lalu ia melepas masa lajangnya. Ah, sayang sekali…. *lho

“Dit, inget nggak?” tanya Bunga dalam salah satu obrolan kami via BBM. “Dulu lo sering banget bikin-bikin mainan gitu dari barang bekas. Gue udah nyoba bikin sendiri juga, tapi selalu gagal, hahaha….” Continue reading ‘Telaten’

[Resensi Buku] Diary Princesa

Diary PrincesaSetiap kali membaca buku baru, saya punya satu kebiasaan khusus, yakni mengawalinya dengan membaca kata pengantar, prakata, ucapan terima kasih, dan halaman tentang penulis.

Biasanya, halaman ‘tentang penulis’ diisi oleh si penulis itu sendiri. Tapi, di buku ini, halaman tersebut diisi oleh sahabat si penulis. Ia menceritakan bahwa Swistien Kustantyana —sang penulis mempunyai emosi yang labil. Katanya, Swistien bisa tiba-tiba sedih dengan kemuraman yang dalam, tapi tidak lama kemudian berubah menjadi enerjik dan bersemangat, seolah-olah tidak mempunyai masalah apa-apa.

“Wih, bipolar disorder, nih,” begitu pikir saya ketika membaca informasi itu. Dan tak disangka, rupanya bipolar disorder menjadi salah satu poin utama yang diangkat dalam novel teenlit ini. Continue reading ‘[Resensi Buku] Diary Princesa’

Selera

Di dekat kantor saya ada warung makan padang prasmanan yang baru saja buka. Seperti halnya sesuatu yang baru, warung itu pun terlihat memukau. Sebagai seorang pecinta gadis masakan padang, saya pun langsung menyambangi warung itu pada hari pertama buka.

Tak disangka, ternyata masakannya sangat enak! Sayurnya kental penuh bumbu, sambalnya sedap, dan bumbu rendangnya menggigit lidah. Baru berdiri di pintu warungnya saja sudah tercium aroma kuah gulai yang membangkitkan selera.

Dan satu lagi. Ini yang paling penting: nasinya enak bingits. Hangat, tidak lembek, tapi juga tidak keras. Kalau kata Demian, “sempurna”. Continue reading ‘Selera’

Hujan

Saya rasakan musim panas terakhir kemarin ini lebih lama dari biasanya. Entah memang demikian adanya atau hanya perasaan saya saja. Tapi yang jelas, selama itu hujan hampir tidak pernah turun, dan cuara terasa begitu panas.

Karena udara begitu gerah, beberapa minggu terakhir ini saya pun sering tidur tanpa pakaian. Ya, maksudnya cuma pakai sempak doang. Jangan tanya rasanya bagaimana. Pokoknya enak gila.

Jadi kini kau sudah tahu. Ketika Rangga dan Cinta sedang khusyuk memandang bulan yang sama, saya sedang asyik tidur tanpa celana. Continue reading ‘Hujan’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,869 other followers

Selamat Datang!

Buku Saya

Sampul_
Indonesia Sehari-hari2
25 pesan Rasul Sehari-hari

Kategori

Twitter

Arsip


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,869 other followers